Zohran Mamdani Cetak Sejarah di New York

Kemenangan Mamdani mengalahkan persekongkolan politisi lama di New York.

05 Nov 2025 18:07 WIB · Internasional

Getty Images via AFP

Oleh Kris Mada

NEW YORK, RABU — Zohran Kwame Mamdani (34) mencetak sejarah. Ia menjadi Muslim pertama sekaligus politisi termuda dalam 100 tahun terakhir yang terpilih sebagai Wali Kota New York, Amerika Serikat. Partai Demokrat yang menaungi Mamdani juga memenangi pemilihan gubernur New Jersey dan Virginia.

Dilaporkan sejumlah media AS, antara lain The New York Times dan CNN, Mamdani mengalahkan Andrew Cuomo dan Curtis Sliwa. Hingga Selasa (4/11/2025) malam waktu New York atau Rabu pagi WIB, Mamdani meraih 50,3 persen dari 88 persen suara yang sudah dihitung. Sementara Cuomo dan Sliwa masing-masing meraih 41,6 persen dan 7,2 persen.

Mamdani maju dari Demokrat, Sliwa dari Republik, sementara Cuomo berstatus calon perseorangan. Cuomo kalah dari Mamdani dalam perebutan tiket pencalonan dari Demokrat.

Pada pemilihan wali kota, Cuomo disokong politisi penting dan para miliarder AS. Mamdani juga jadi sasaran kampanye hitam yang menyudutkan dirinya sebagai Muslim dan imigran. Sejumlah media di New York, termasuk New York Post, secara terbuka menyerang Mamdani karena statusnya sebagai imigran Muslim.

Penyokong Cuomo termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Wali Kota New York Eric Adams, hingga pemilik Tesla Elon Musk. "Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati Donald Trump cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya," kata Mamdani.

Trump memang lahir di Queens, New York. Trump juga memulai kerajaan bisnisnya dari New York. Ada beberapa Trump Tower di New York.

Sejumlah miliarder AS lain juga mengucurkan jutaan dollar AS untuk menjegal Mamdani. ”Dukungan Trump di Kota New York adalah ciuman kematian. Jadi, saya pikir apa yang terjadi di tim Cuomo adalah keputusasaan mendalam,” kata mantan Wali Kota New York, Bill de Blasio.

Selepas Mamdani dinyatakan menang, Blasio kembali berkomentar. ”Warga New York muak dengan status quo, siap pada kepemimpinan yang berbeda, dan mereka yakin Zohran bisa melakukan itu,” katanya.

Advertisements by the American company Polymarket predict a victory for Zohran Mamdani in the New York City mayoral election on Tuesday, Nov. 4, 2025, in New York. (AP Photo/Olga Fedorova)

Demokrat tidak hanya mencatat kemenangan di Kota New York. Pada 4 November 2025, ada pemilu sela untuk enam anggota DPR AS untuk tingkat federal.

Untuk tingkat negara bagian ada pemilihan dua gubernur, satu wakil gubernur, satu jaksa agung, dua hakim agung, dua DPRD. Sementara di tingkat kota dan kabupaten, ada pemilihan lebih dari 25 wali kota hingga dewan kota.

Demokrat memenangi pemilihan gubernur, wakil gubernur, dan jaksa agung Virginia. Demokrat juga menang pada pemilihan gubernur New Jersey, negara bagian di sebelah New York.

Di Virginia, Demokrat juga mencetak sejarah. Politisi Demokrat, Abigail Spanberger, menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai Gubernur Virginia. Sebelum masuk politik, Spanberger pernah bekerja di badan intelijen AS, CIA.

Merata

Mamdani tidak cuma menang dengan selisih besar atas Cuomo, apalagi Sliwa. Kemenangannya juga merata di sejumlah daerah di Kota New York.

Hal itu tidak lepas dari keberagaman pendukung Mamdani. Di kawasan Jackson Height, Brooklyn, sukarelawan tim kampanye Mamdani antara lain Mahbuba Mohini (17). ”Sebelum ini, saya tak tahu apa itu politik,” katanya.

Jaksa Agung Negara Bagian New York Letitia James menyebut kemenangan Mamdani sebagai kebangkitan raksasa tidur. Orang-orang yang sebelumnya tidak pernah terlibat politik, termasuk remaja Mohini, keluar dan bersemangat menyokong sosok yang dianggap bisa membawa perubahan. ”Ini antusiasme yang belum pernah terlihat sejak Barack Obama,” ujarnya.

Ia merujuk pada kemenangan Obama pada pemilihan presiden AS hampir dua dekade lalu. Seperti Mamdani, Obama disokong orang-orang yang sebelumnya pasif pada politik.

Democratic New York City mayoral candidate Zohran Mamdani votes at a polling location at Frank Sinatra School of Arts in the Queens borough of New York City on November 4, 2025. New Yorkers will pick a new mayor on November 4 after an unpredictable race that has drawn attention from far beyond the largest city in the United States, with President Donald Trump branding frontrunner Zohran Mamdani "a communist." Breakout Democratic Party candidate Mamdani, a naturalized Muslim American who represents Queens in the state legislature, leads former governor and sex assault-accused Andrew Cuomo, running as an independent after losing his party's primary contest to Mamdani. (Photo by Leonardo Munoz / AFP)

Direktur Pusat Kajian Urban pada City University of New York, John Mollenkopf, menyebut kemenangan Mamdani mengalahkan persekongkolan politisi lama. ”Dulu, kelompok itu yang mengatur siapa bisa memilih dan ikut pemilihan,” katanya.

Lawan-lawan Mamdani, lanjutnya, salah karena memakai isu imigran untuk menyerang Mamdani. New York, yang 33 persen penduduknya imigran dan lebih banyak lagi keturunan imigran, jelas kota imigran sejak dulu. Bedanya, dulu imigran New York dari Eropa dan kini imigran New York juga berasal dari Afrika dan Asia.

Mamdani bisa mengklaim sebagai imigran Asia sekaligus Afrika. Meski orangtuanya dari Asia Selatan, Mamdani lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak di Uganda, lalu Afrika Selatan. Dari sana, ia baru pindah ke Amerika Serikat.

Kampanye penuh kebencian terhadap Islam juga dipakai untuk menyerang Mamdani yang Muslim. Tim Cuomo terang-terangan menyebut teroris Muslim akan berkembang kalau Mamdani menang.

Gara-gara sikap kerasnya kepada Israel, Mamdani dituding antisemit. Sejumlah rabi Yahudi di New York kemudian membela Mamdani.

Mereka bilang, Mamdani marah pada kebrutalan pemerintah dan militer Israel di Gaza dan Tepi Barat. Sebaliknya terhadap orang Yahudi, baik warga maupun bukan warga Israel, Mamdani tak punya masalah.

Sementara Cuomo, ketika masih Gubernur New York, secara terbuka menyokong Israel. Ia menyebut, Negara Bagian New York akan memusuhi siapa pun yang memboikot Israel.

Demokrat menang

Di New Jersey, perempuan politisi Demokrat, Mikie Shertill, memenangi pemilihan gubernur. Ia mengalahkan calon Republikan Jack Ciattarelli. Seperti Cuomo di New York, Ciattarelli juga disokong Trump. ”Saya rasa rakyat Amerika terkejut dengan apa yang mereka lihat dari pemerintahan ini," ujar Anggota DPR AS dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez.

Kekalahan Ciattarelli dan Cuomo memang menjadi simbol utama kekalahan telak Trump. ”Ini bukan cuma malam kemenangan Partai Demokrat. Ini kemenangan bagi Amerika Serikat, bagi warga negara ini dan prinsip yang dibela para Pendiri Bangsa,” kata Gubernur California, Gavin Newsom.

Calon Demokrat juga memenangi pemilihan sela anggota majelis hakim Pengadilan Negara Bagian Pennsylvania. Kemenangan itu penting karena Pennsylvania kerap jadi lokasi penentuan hasil pemilihan presiden. Berulang kali, selisih hasil pilpres di Pennsylvania begitu tipis sehingga perlu keputusan pengadilan soal siapa pemenangnya.

Pemilu 2025 menjadi pemilihan pertama AS di era Trump. Pada 2026, akan ada pemilihan lebih besar di mana seluruh anggota DPR, 35 dari 100 senator, 39 gubernur, serta ratusan pemilihan tingkat kota.

Hasil pemilihan 2025 bisa menjadi gambaran pada pemilu 2026. Sementara hasil pemilu 2026 bisa menjadi gambaran pemilu 2028 yang antara lain untuk menentukan Presiden AS selanjutnya. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji