Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah 1.161 kuota penumpang mudik gratis gelombang kedua bagi warga yang ingin pulang kampung.
18 Mar 2025 12:16 WIB · Metro
Kondisi ekonomi yang lesu membuat program mudik gratis bagi warga Jakarta laris manis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menambah 1.161 kuota mudik gratis bagi warga yang ingin pulang kampung untuk bertemu keluarga. Kuota tambahan ini disambut gembira.
Eny Faridah (31), warga Jakarta Barat, sudah bersiap untuk war tiket mudik gratis yang disediakan Pemerintah Provinsi Jakarta pada gelombang dua, Rabu (19/3/2025). Nanti malam, ia berencana tidur lebih awal agar bisa stand by pukul 00.00 WIB.
Bagi Eny mudik gratis sangat membantunya menekan biaya pulang kampung. Ia sudah berhitung, jika tanpa menggunakan tiket mudik gratis, ia harus mengeluarkan ongkos setidaknya Rp 3 juta untuk dia, suami, dan anaknya, pergi pulang naik kereta api atau bus umum. Nilai uang itu masih dua kali lipat dari THR yang keluarganya dapatkan.
Selain biaya transportasi, ia juga masih memikirkan biaya oleh-oleh, membagikan uang kepada para ponakan, dan kebutuhan tak terduga lainnya.
Nilai itu jelas tidak kecil. Padahal, tahun lalu, ia baru kena pemutusan hubungan kerja (PHK). ”Sekarang cuma bisa bantuin suami dengan jualan makanan, itu pun tidak selalu laku. Gaji suami juga masih UMR Jakarta. Gaji itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-sehari kami,” kata Eny, Selasa (18/3/2025).
Karena itulah, tiket mudik gratis sangat berharga sekali baginya dan sekeluarga. Jika tidak mendapatkan tiket mudik gratis, Eny mengatakan tidak akan pulang kampung pada Lebaran kali ini. Ia akan melewatkan hari raya Idul Fitri tanpa berkumpul dengan keluarga besar.
Perjuangan untuk mendapatkan tiket mudik gratis sudah ia lakoni sejak gelombang pertama. Ia sudah stand by seusai sahur, tetapi apes, laman pendaftaran selalu gagal dibuka.
”Tulisannya masih dalam antrean terus. Semoga saya bisa mengamankan tiket gelombang kedua. Saya takut gagal lagi,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/22c007d3-de7e-4308-8c3a-fec464b57b74_jpg.jpg)
Rahmantyo (23), karyawan swasta, juga memburu tiket mudik gratis. Ia berencana mudik dari Jakarta ke Semarang, Jawa Tengah, bersama keluarga.
Ia dan keluarga mengandalkan mudik gratis karena menekan ongkos hingga Rp 200.000 sampai Rp 500.000 untuk makan dan keperluan lainnya. Sementara jika tidak mengikuti program mudik gratis, pengeluaran mencapai Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.
Rahmantyo sudah menjadi pelanggan mudik gratis sejak 2018 dan hanya terjeda saat pandemi Covid-19. Namun, sama seperti Eny, tahun ini, ia kesulitan mendaftar mudik gratis yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero), baik melalui situs web maupun aplikasi. ”Tahu-tahu, kuota sudah habis karena jadwal pendaftaran tiba-tiba berubah,” ujar Rahmantyo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/23/bea315de-6d78-4cd4-9b92-98cb95a277b4_jpeg.jpg)
Ia sudah siap untuk war sejak pukul 08.00. Akan tetapi, muncul informasi di aplikasi bahwa pendaftaran diundur dari pukul 09.00 ke pukul 14.00.
Tahu-tahu, kuota sudah habis karena jadwal pendaftaran tiba-tiba berubah.
Rahmantyo kemudian mengecek informasi di Instagram PLN. Ia justru mendapat informasi pendaftaran sudah dibuka. Saat kembali ke aplikasi, kuota mudik gratis sudah ludes. ”Kok, tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar Rahmantyo.
Ia berharap pogram mudik via laut menuju Jawa Tengah tetap ada dan sistem pendaftarannya diperbaiki agar tidak ada kesalahan, baik di aplikasi maupun situs web.
Pemerintah Provinsi mulai Rabu (19/3/2025) membuka kembali program mudik gratis gelombang kedua. Ini memberi kesempatan kepada warga yang belum berhasil mendapatkan tiket mudik di gelombang pertama.
Ada 1.161 kuota penumpang pada gelombang ini dengan 27 unit bus yang disediakan. ”Dengan ini, total kuota mudik gratis pada gelombang pertama dan kedua mengangkut sebanyak 23.564 penumpang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo, Selasa (18/3/2025).
Pendaftaran mudik gratis gelombang kedua dilakukan secara daring melalui situs resmi mudikgratis.jakarta.go.id.
Anggota Komisi B DPRD Jakarta Dwi Rio Sambodo mengimbau masyarakat yang hendak memanfaatkan program mudik gratis Jakarta agar melengkapi seluruh persyaratan sebelum war dan juga saat verifikasi.
Calon peserta mudik perlu mempersiapkan kelengkapan administrasi, seperti kartu keluarga (KK), dan KTP Jakarta (diutamakan) sebelum mulai war tiket untuk memudahkan pendaftaran. Setiap pendaftar dapat menambahkan maksimal tiga anggota keluarga dalam satu KK.
Pendaftaran daring (online) juga memerlukan koneksi internet yang stabil untuk menghindari kendala teknis saat mengisi formulir atau mengunggah dokumen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/30/ac70766f-9d73-4890-b1f8-d73028266d53_jpg.jpg)
Seusai pendaftaran berhasil, warga harus melewati proses verifikasi berkas pendaftaran yang akan berlangsung mulai Kamis-Senin (20-24/3/2025). Terdapat enam lokasi verifikasi peserta, yakni di kantor Dishub Provinsi Jakarta, kantor Suku Dishub Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
Untuk mempermudah proses verifikasi, warga yang mendaftar agar menyiapkan berkas seperti KK dan KTP Jakarta (diutamakan). Diperlukan juga berkas STNK bagi yang membawa kendaraan bermotor untuk pendaftar gelombang 1.
Pada mudik gratis gelombang kedua, hanya melayani keberangkatan penumpang. Tidak ada penyediaan truk untuk angkutan sepeda motor. ”Tujuan mudik gratis gelombang kedua masih sama dengan gelombang pertama, yakni melayani tujuan 20 kota/kabupaten,” ujar Syafrin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/04/054a7922-1c54-4954-92e4-9b17957e3e54_jpeg.jpg)
Program mudik gratis tahun ini melayani perjalanan ke enam provinsi dengan total 20 kota tujuan. Berikut 20 kota/kabupaten tujuan mudik gratis Pemprov Jakarta: Terminal Rajabasa di Bandar Lampung, Terminal Alang-alang Lebar di Palembang, Terminal Indihiang di Tasikmalaya, Terminal Kertawangun di Kuningan, Terminal Tegal, Terminal Pekalongan, Terminal Mangkang di Semarang, Terminal Kebumen, dan Terminal Cilacap.
Selanjutnya, Terminal Bulupitu, Purwokerto; Terminal Tritonadi di Solo; Terminal Mendolo di Wonosobo; Terminal Giwangan di Yogyakarta; Terminal Pilangsari di Sragen; Terminal Giri Adipura di Wonogiri; Terminal Purboyo di Madiun; Terminal Tamanan di Kediri; Terminal Kepuhsari di Jombang; Terminal Arjosari di Malang; dan Terminal Purabaya di Sidoarjo.
Pada gelombang kedua ini, sebanyak 27 unit bus tambahan disediakan oleh Transjakarta (5 unit); Bank DKI (5 unit); PT Varcos (15 unit); MRT Jakarta (1 unit); dan LRT Jakarta (1 unit).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/17/8157fa0d-2789-4dff-a719-44d1e423d891_jpg.jpg)
Pada mudik gratis gelombang pertama, Pemprov Jakarta menyediakan kuota untuk 22.403 peserta dan habis dalam waktu 1 jam pada 7 Maret 2025 lalu. Rinciannya, 293 bus disediakan untuk arus mudik dengan kuota 12.599 orang dan 228 bus untuk arus balik berkapasitas 9.804 orang.
Sementara itu, untuk pengangkutan sepeda motor, 10 unit truk disediakan dengan kapasitas total 300 unit sepeda motor.
Pada mudik gratis gelombang pertama dan kedua, pemberangkatan bus akan dilakukan pada 27 Maret 2025 dari Monumen Nasional (Monas). Sementara truk yang membawa sepeda motor akan diberangkatkan pada 26 Maret 2025 dari Terminal Pulogadung.
Adapun bus akan kembali ke Jakarta pada 6 April 2025 setelah mengantarkan pemudik ke kota tujuan. Kemudian, truk yang mengangkut sepeda motor akan kembali ke Jakarta pada 5 April 2025 dari enam terminal tujuan mudik.
Rio mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang bekerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dan pihak swasta dalam pelaksanaan mudik gratis tahun ini. Kerja sama tersebut di antaranya untuk menambah jumlah armada bus pada gelombang kedua.
Sebab, animo masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti program mudik gratis. Kondisi demikian menyebabkan kuota mudik gratis gelombang pertama ludes dalam waktu singkat.
Dengan dibukanya mudik gratis gelombang kedua, Eny, Rahmantyo, atau warga Jakarta lainnya yang membutuhkan masih bisa memiliki kesempatan merayakan hari besar di kampung dengan menghemat pengeluaran.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy, Fransiskus Wisnu Wardhana DhanyEditor:
Siwi Yunita Cahyaningrum