Penampilan impresif fase reguler jadi bekal Jakarta Popsivo Polwan hadapi “final four” Proliga 2025. Mereka menanti akhir sempurna sebagai juara.
21 Mar 2025 19:24 WIB · Olahraga
Kalau saja tak tergelincir pada pekan terakhir fase reguler Proliga 2025, Jakarta Popsivo Polwan akan menjadi tim putri satu-satunya yang menyapu bersih seluruh laga. Artinya, mereka bakal menutup fase reguler dengan catatan sempurna.
Namun, bagi Popsivo, kesempurnaan bukan hanya dilihat dari keberhasilan mengukir rekor tak terkalahkan. Kesempurnaan ialah konsistensi tim yang diharapkan membawa pada gelar juara.
Pola pikir demikian ditanamkan oleh Jakarta Popsivo Polwan menjelang babak final four Proliga 2025 yang akan dimulai pada 17 April 2025. Jakarta Popsivo Polwan bakal berlaga pada hari kedua melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di GOR Jayabaya, Kediri, Jawa Timur.
Popsivo melaju ke babak empat besar dengan penampilan gemilang pada fase reguler. Mereka keluar sebagai juara setelah dominasi yang tak tergoyahkan selama tujuh pekan. Dengan 11 kemenangan dari 12 pertandingan, tim milik Polri ini kokoh di puncak klasemen tim putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/895713e5e65761e34643aa1cc9361cf9-WhatsApp_Image_2025_02_21_at_21.52.02.jpeg)
Satu-satunya kelalahan yang dirasakan Popsivo tercipta ketika melawan Jakarta Pertamina Enduro pada pekan ketujuh. Popsivo takluk dengan skor 1-3 (30-32, 25-16, 16-25, 18-25).
Meski demikian, Popsivo mampu bangkit pada laga terakhir untuk menutup musim dengan kemenangan. Mereka menaklukkan Yogya Falcons dengan skor 3-1 (25-12, 24-26, 25-18, 25-23).
Penampilan pada fase reguler itu jadi modal berharga Popsivo menatap final four. Paling tidak, optimisme mereka menguat dengan rentetan hasil positif pada fase sebelumnya itu.
”Kami sudah mulai latihan lagi sejak hari ketiga Ramadhan (3 Maret 2025). Tidak ada cara untuk mempertahankan performa sebelumnya selain dengan latihan, baik fisik, mental, maupun keterampilan dalam berbagai situasi di lapangan,” kata Sekretaris Popsivo, Yudhi Hery Setiawan, Jumat (21/3/2025).
Yudhi mengatakan, Popsivo menargetkan hasil terbaik pada setiap pertandingan di final four. Dengan itu, mereka akan melaju ke partai grand final dan kian dekat dengan akhir yang mereka dambakan. Popsivo ingin membayar kerinduan pada gelar Proliga yang terakhir mereka rengkuh enam tahun lalu.
Proliga 2019 juga jadi musim terakhir Popsivo mencapai partai puncak. Mereka mampu mencapai final four, tetapi kesulitan menembus grand final. Pada musim lalu, misalnya, Popsivo terpaksa puas menempati peringkat ketiga.
Sementara itu, pada Proliga 2023, Popsivo bahkan gagal melaju ke final four. Mereka bertengger pada posisi kelima klasemen fase reguler.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/47c451cf7c68776b4bfee303066c0ab8-WhatsApp_Image_2025_02_21_at_21.52.06.jpeg)
Selain mengintensifkan latihan untuk persiapan final four musim ini, Popsivo juga melakukan perombakan tim. Kendati tim sebelumnya sudah mampu mengantar pada hasil positif, Popsivo tetap merombak tim untuk menambah kekuatan mereka.
Popsivo melepas dua pemain asingnya, Neriman Ozsoy dan Bethania de la Cruz. Keputusan melepas Ozsoy terbilang mengejutkan karena pemain itu menjadi tulang punggung tim dalam mendulang poin.
Beredar kabar bahwa Popsivo akan mendatangkan Madison Kingdon Rishel, pemain asing yang pernah memperkuat tim pada musim lalu. Madison Kingdon akan didatangkan bersama Jessica Mruzik, yang dinobatkan sebagai pemain paling menonjol pada 2024 oleh kejuaraan bola voli NCAA (National Collegiate Athletic Association).
Namun, Popsivo masih enggan untuk mengonfirmasi kabar tersebut. Yudhi mengatakan, pergantian pemain asing akan disampaikan selepas Idul Fitri. Sebab, mereka masih dalam tahap mempertimbangkan untuk menetapkan pemain yang sesuai kriteria.
Satu hal yang sudah pasti adalah Popsivo mendatangkan pemain timnas Yolla Yuliana. Setelah kontraknya bersama klub divisi dua Liga Bola Voli Jepang, Tokyo Sunbeams, selesai, Yolla bergabung dengan Popsivo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/03/11/5d6c0cb1-859c-48a0-a200-f395c9bfaae3_jpg.jpg)
Kehadiran Yolla pun menambah stok middle blocker Popsivo. Klub ini sebelumnya telah diperkuat oleh Shella Bernadetha dan pemain muda Chela Berliana.
”Penambahan pemain atas nama Yolla adalah untuk memperkuat pemain lokal kami. Kami ingin menampilkan bahwa pemain lokal pun tidak kalah hebatnya dengan pemain asing,” ucap Yudhi.
Yolla merupakan pemain veteran yang berpengalaman di Proliga. Pemain berusia 30 ini sudah menandai debut di ajang tersebut sejak 2010. Dia pun mencicipi dua kali gelar Proliga pada 2014 bersama Jakarta Electric PLN dan pada 2022 bersama Bandung bjb Tandamata.
Musim lalu, Yolla memperkuat Electric PLN dan mengantar klub itu melaju ke babak grand final. Namun, pada partai puncak itu, Yolla dan kawan-kawan takluk kepada Jakarta BIN.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/21/d8662723-7f97-486a-9883-b45fab795bc0_jpg.jpg)
Jakarta Popsivo Polwan tengah merintis kesempurnaan, bukan sekadar lewat rekor, melainkan juga melalui ketangguhan dan konsistensi. Final four akan menjadi ujian awal, tempat mimpi untuk kembali meraih kejayaan di pentas tertinggi bola voli Tanah Air dipertaruhkan.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko Prihananto