Saat ini, aparat fokus mengevakuasi jenazah ke Dekai, ibu kota Yahukimo, sembari mencari tahu kemungkinan korban-korban lainnya di sekitar lokasi kejadian.
12 Apr 2025 13:36 WIB · Nusantara
JAYAPURA, KOMPAS — Aparat gabungan TNI-Polri menyatakan telah menemukan 11 jenazah pendulang emas tradisional yang dibunuh kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Saat ini, sejumlah jenazah itu sedang diupayakan untuk dievakuasi ke Dekai, ibu kota Yahukimo. Aparat juga berusaha memastikan nasib warga lain yang kemungkinan menjadi korban di sekitar lokasi kejadian.
”Kami mengerahkan seluruh kekuatan terbaik untuk mengevakuasi para korban dan menyelamatkan warga yang masih mungkin menjadi sasaran. Situasi di lapangan sangat menantang, tapi kami tetap fokus menyelesaikan misi kemanusiaan ini,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz Brigadir Jenderal (Pol) Faizal Ramadhani, Sabtu (12/4/2025).
Penyerangan KKB kepada warga sipil yang menjadi pendulang emas di area pendulangan Sungai Silet, Yahukimo, terjadi selama dua hari, yakni 6-7 April 2025. Saat itu dilaporkan, setidaknya 11 pendulang dilaporkan tewas.
Dalam proses evakuasi yang dilakukan sejak Kamis (10/4/2025) hingga Sabtu pagi, aparat telah menemukan total 11 jenazah di berbagai lokasi. Rinciannya, 2 jenazah ditemukan di Camp 22, 1 jenazah di Muara Kum, 5 jenazah di Kampung Binki, 2 jenazah di Tanjung Pamali, serta 1 jenazah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Sebanyak tiga jenazah telah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai. Sementara itu, lima jenazah di Kampung Binki dan dua jenazah di Tanjung Pamali diupayakan segera dievakuasi ke Dekai. Adapun satu jenazah yang ditemukan di Pegunungan Bintang dievakuasi ke RSUD Boven Digoel, Papua Selatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/ab37fdba033acdd742c4a7bc2b646529-Screenshot_2025_04_11_054546.png)
Saat ini, proses identifikasi jenazah difokuskan di RSUD Dekai. Polisi turut mendatangkan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Papua, untuk membantu proses identifikasi.
Berdasarkan keterangan tim medis, dua jenazah di RSUD Dekai telah diidentifikasi. Para korban ini mengalami luka di sekujur tubuh karena serangan senjata tajam, seperti parang, tombak, dan panah.
Kami mengerahkan seluruh kekuatan terbaik untuk mengevakuasi para korban dan menyelamatkan warga yang masih mungkin menjadi sasaran.
Kepala Humas Satuan Tugas Damai Cartenz Komisaris Besar Yusuf Sutejo menyampaikan, proses evakuasi jenazah, pengejaran pelaku, dan penanganan korban lainnya akan terus dilaksanakan. Dalam operasi ini, total ada 307 personel gabungan dari Polres Yahukimo, TNI, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025.
”Polri melalui Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 juga akan terus memberikan pembaruan informasi resmi secara berkala kepada publik,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/92106a979c870e3d776de9d2c1095cfd-WhatsApp_Image_2025_04_11_at_18.56.37_1_.jpeg)
Sementara itu, berdasarkan keterangan KKB melalui Komando Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNBM-OPM), ada lebih dari 11 pendulang emas yang dibunuh. Setidaknya ada 5-6 pendulang emas lain yang diklaim menjadi korban susulan.
”Kami siap bertanggung jawab atas aksi pembunuhan sejak tanggal 6-8 April 2025 terhadap lebih dari 17 anggota militer Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal di seluruh wilayah Yahukimo,” kata juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Sebby menyampaikan, pihaknya melalui kelompok Elkius Kobak bertanggung jawab atas pembunuhan ini. TPNPB-OPM kembali berdalih, para pendulang emas ini merupakan agen intelijen militer Indonesia. Ini merupakan alasan yang kerap disampaikan kelompok ini untuk melancarkan berbagai aksi teror, termasuk pembunuhan.
Penulis:
Nasrun KatingkaEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul