137 Rumah Warga di Malang Rusak akibat Puting Beliung

Lebih dari 100 rumah warga di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak sedang-berat akibat diterjang puting beliung.

03 Nov 2025 17:38 WIB · Nasional

KOMPAS/DEFRI WERDIONO

Oleh Defri Werdiono

MALANG, KOMPAS — Lebih dari 100 rumah warga di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak sedang-berat akibat diterjang puting beliung, Minggu (2/11/2025) sore. Hingga Senin (3/11/2025), warga masih membenahi atap rumah mereka yang terkoyak.   

Wilayah yang tersapu angin meliputi RT 001 dan 002, RW 002, Dusun Krajan dan RT 001-005, RW 006, Dusun Semanding. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, hingga pukul 12.35 WIB, jumlah rumah yang rusak mencapai 137 unit, terdiri dari 7 unit rusak berat, 35 rusak sedang, dan 95 rusak ringan. Kerusakan ringan juga menimpa poskamling dan tempat ibadah.

Warga menyaksikan gumpalan awan hitam berputar lalu berubah menjadi pusaran angin sebelum akhirnya mengoyak atap rumah warga yang sebagian besar terbuat dari seng dan asbes. Selain itu, beberapa dinding penyangga atap ikut jebol. Sebelum angin puting beliung datang, cuaca di kawasan itu cerah berawan.

”Anginnya dahsyat memang kemarin sampai semua terbang sekitar pukul 14.00. Hujannya tidak lebat, hanya gerimis,” ujar Rohman (62), warga RT 003 RW 006 Semanding yang rumahnya berada di perbatasan dengan Krajan.

Warga Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (3/11/2025), membenahi atap rumah yang rusak akibat puting beliung sehari sebelumnya. Lebih dari 100 rumah rusak ringan-berat akibat bencana itu.

Seperti rumah beberapa warga lainnya, atap rumah sisi belakang milik Rohman juga rusak. Untuk mengeliminasi kerusakan perabot dan isi rumah akibat hujan, Rohman memilih secepatnya membenahi atap secara mandiri. Dia memanfaatkan bantuan terpal dari BPBD setempat.

”Di depan saya ada belasan rumah yang terkena, sedangkan ke belakang ada 30-an yang terkena. Kalau kerugian total, saya tidak bisa menghitung karena banyak. Untungnya semua selamat, tidak ada yang terluka,” katanya.

Menurut Didik Murtomo (45), Wakil Ketua RT 001 RW 002 Krajan, ada 20-an rumah warga yang rusak di wilayahnya, mulai dari sedang sampai parah. Didik menduga kerugian total mencapai ratusan juta rupiah. Adapun bantuan sementara yang diterima penyintas berupa terpal untuk kedaruratan.

”Sementara perbaikan dilakukan secara mandiri. Karena rusaknya ada yang parah, ada juga warga yang mengungsi. Dua keluarga yang mengungsi, sedangkan lainnya memilih tetap tinggal di rumah masing-masing,” tuturnya.

Amin Anjilin, Kepala Urusan Umum Desa Sumbersekar, menuturkan, data kerusakan bangunan dan fasilitas terus diverifikasi. Sejauh ini, warga terdampak berupaya membenahi kerusakan. Sebagian dari mereka juga berharap ada bantuan material untuk perbaikan atap.

Salah satu rumah warga Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang rusak akibat puting beliung, Senin (3/11/2025). Lebih dari 100 rumah rusak ringan-berat akibat bencana yang terjadi sehari sebelumnya.

”Pertama yang terdampak angin sebenarnya Pesantren Ar Rohmah putri, lalu angin berputar dan bergerak ke wilayah sini (sisi barat). Wilayah Semanding RT 003 yang paling parah kerusakannya. Kalau pengungsi, total ada tiga keluarga,” ucapnya.

Selain kerusakan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan ada dua warga terluka dalam peristiwa itu, yaitu Sunarti (47) dan Ahmad (51). Mereka sempat menerima penanganan medis dan kini telah kembali ke rumah masing-masing.      

Sementara itu, pencarian terhadap Rika Yulia Safitri (27) dan anaknya, Aldafistul Rifka Salima (6), yang terseret arus Sungai Glidik di Kecamatan Ampelgading, Sabtu (1/11/2025) malam, belum membuahkan hasil.

Kepala Polsek Ampelgading Ajun Komisaris Handry Prasetyo mengatakan hari ini penyisiran dilakukan di sekitar Pantai Licin menggunakan perahu karet oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan, dan nelayan.  

Menurut Handry, faktor cuaca menjadi kendala pencarian. ”Cuaca di Lebakharjo hujan sejak pukul 10.00. Pencarian akan dilanjutkan setelah cuaca kondusif,” ujarnya.   

Sebelumnya diberitakan, hujan deras mengakibatkan Rika dan anaknya yang tengah dalam perjalanan terseret arus Sungai Glidik. Saat itu, bersama sang suami, Teguh Srianto (34), mereka tengah naik sepeda motor dari Desa Tegalrejo menuju Lebaksari di Kecamatan Ampelgading. Naas, saat berada di atas jembatan, debit air sungai meluap.

Petugas menurunkan seng atap rumah yang menyangkut di kabel saluran udara ekstratinggi setelah diempas oleh angin puting beliung di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (3/11/2025). Lebih dari 100 rumah rusak ringan-berat akibat bencana yang terjadi sehari sebelumnya.

Mereka kemudian berhenti dengan maksud memutar arah. Saat memutar itulah Rika dan Aldafisu terlepas dari tangan Teguh, lalu terbawa arus sungai. Teguh sendiri berhasil menepi. Petugas bersama perangkat desa dan warga kemudian melakukan pencarian, tetapi hanya menemukan sepeda motor korban berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi mereka terseret arus.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda mengeluarkan rilis terkait kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur pada 30 Oktober-5 November.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda, Taufiq Hermawan, menyampaikan, sebagian wilayah Jatim saat ini berada pada masa pancaroba, sedangkan sebagian lainnya telah memasuki awal musim hujan. Diperkirakan, dalam sepekan ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

”Potensi ini disebabkan masih ada gangguan gelombang atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation dan gelombang Rossby yang saat ini melintasi wilayah Jatim,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Taufiq, suhu muka air laut juga masih hangat di sekitar Selat Madura. Kondisi itu turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. BMKG Juanda pun mengimbau masyarakat dan instansi terkait senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan ekstrem.


Kerabat Kerja

Penulis:

Defri Werdiono
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar