Sebanyak 14 jenazah dievakuasi dari badan KMP Virgo Transport 8 pada operasi pencarian hari ke-12. Sebanyak 93 korban masih dalam pencarian.
24 Sep 2026 18:25 WIB · Nasional
ARSIP BASARNAS
SURABAYA, KOMPAS — Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi 14 jenazah dari badan KMP Virgo Transport 8 dalam operasi pencarian hari ke-12 yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) di perairan Laut Jawa. Cuaca yang membaik membuka peluang bagi tim penyelam mengevakuasi lebih banyak korban.
Berdasarkan informasi dari Basarnas, proses evakuasi telah dimulai sejak Kamis pagi. Bahkan, sekitar pukul 10.00 Wita, ambulans yang membawa jenazah korban telah meluncur menuju Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Ada dua ambulans yang masing-masing membawa dua jenazah. Dua jenazah baru ditemukan dan dievakuasi, sedangkan dua jenazah lainnya ditemukan sehari sebelumnya.
Dalam pencarian pada Rabu (23/9/2026), tim SAR menemukan sembilan jenazah. Dua di antara sembilan jenazah itu masih berada di kapal dan belum dibawa ke Banjamasin lantaran hari sudah sore. Oleh karena itu, evakuasi dilanjutkan pada Kamis pagi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/24/eb58722a9732915c0c2281be4673b503-WhatsApp_Image_2026_09_24_at_17.52.40.jpeg)
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, pada Kamis ini tim mengevakuasi 14 jenazah. ”Betul 14 jenazah,” ujarnya melalui aplikasi perpesanan, Kamis sore.
Seluruh korban yang dievakuasi itu kemudian dibawa ke KN SAR Pacitan untuk kemudian diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan helikopter Basarnas HR-3604 dan helikopter Panther TNI AL. Setibanya di Banjarmasin, korban akan diserahkan kepada pihak terkait untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dengan penemuan 14 korban tersebut, hingga Kamis ini tercatat 150 korban telah ditemukan. Mereka terdiri dari 108 orang selamat dan 42 orang meninggal, sedangkan 93 orang masih dalam pencarian.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Rabu (23/9/2026) malam, Sudayana mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada Kamis ini cukup kondusif. Petugas pun berupaya memanfaatkan situasi yang ada untuk memaksimalkan pencarian korban.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/24/37d3eb311b44993a8511945afa891646-WhatsApp_Image_2026_09_24_at_17.53.34.jpeg)
Dalam beberapa hari terakhir, upaya penyelaman oleh tim gabungan dari Basarnas Special Group dan TNI AL berhasil mengevakuasi jenazah korban yang terjebak di dalam bangkai KMP Virgo yang terbalik di perairan Laut Jawa.
Tim penyelam memanfaatkan jeda arus teduh untuk mengevakuasi korban. Kondisi jeda arus biasanya tidak berlangsung lama. Setelah jeda itu, arus bawah laut kembali menguat.
Terkait pencarian korban di bagian dalam kapal, termasuk ruang kendaraan dan bagian bawah kapal, Putu menjelaskan, ruangan tersebut sangat berisiko bagi para penyelam. Oleh karena itu, sejauh ini, pencarian baru dilakukan di bagian luar kapal dengan memecahkan kaca, termasuk kaca-kaca kamar.
”Kalau di bawah, begitu ada gerakan-gerakan yang kita lakukan terkait pembongkaran atau apa pun, itu akan menimbulkan satu ketidakstabilan di badan kapal. Ini sangat berisiko,” ujarnya.
Karena mengutamakan keselamatan tim, petugas tidak direkomendasikan melakukan pencarian di area bagian bawah kapal. Sebab, pencarian di area itu memiliki risiko tinggi dan fatal bagi penyelam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/24/fdbf7d790de929da7db7233222e47b00-WhatsApp_Image_2026_09_24_at_17.53.35.jpeg)
Putu menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan SAR Palangka Raya untuk melakukan penyisiran di wilayah pesisir Kalteng. Upaya penyisiran di area itu pun sudah dilakukan. Namun, kemungkinan masih ada area yang belum terpantau akibat keterbatasan jarak pandang dan kendala lainnya.
Putu juga menyebut, hingga sekarang, upaya pencarian masih difokuskan di badan kapal. ”Karena memang sudah banyak juga kita dapatkan penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kapal. Saat ini kita masih fokus di luar kapal,” ucapnya.
Kepala Basarnas Muhammad Syafii, melalui keterangan tertulis, mengatakan, tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal, khususnya melalui penyelaman di dalam badan kapal.
Kalau di bawah, begitu ada gerakan-gerakan yang kita lakukan terkait pembongkaran atau apa pun, itu akan menimbulkan satu ketidakstabilan di badan kapal. Ini sangat berisiko.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra