Tim SAR Gabungan kembali melanjutkaan pencarian korban KMP Virgo Transport 8. Pencarian kini difokuskan di dalam badan kapal yang terbalik di Laut Jawa.
23 Sep 2026 09:08 WIB · Nasional
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
SURABAYA, KOMPAS — Memasuki hari ke-11 operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Rabu (23/9/2026), masih ada 116 penumpang dan kru yang belum diketahui nasibnya. Tim SAR gabungan fokus melakukan pencarian di dalam badan kapal yang posisinya masih terbalik.
Hingga Rabu pukul 09.00 Wita, total korban yang telah ditemukan sebanyak 127 orang. Dari jumlah tersebut, 108 selamat dan 19 meninggal. Selain membawa 243 penumpang/kru, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, KMP Virgo Transport 8 juga memuat 89 unit kendaraan.
Korban terakhir berjenis kelamin laki-laki ditemukan nelayan pada Selasa (22/9/2026) pukul 15.15 WIB di lokasi dengan koordinat 3 derajat 33’6.34” Lintang Selatan dan 111 derajat 41’33,69” Bujur Timur. Lokasi ini dekat wilayah Kalimantan Tengah. Korban kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/20/d9050792c9eabed0709395fbef78a9b7-20260920wer3.jpg)
Saat ini, KN SAR Pacitan bergerak menuju lokasi dengan membawa 97 personel. Sebelumnya, proses pemuatan peralatan selam dan satu unit rubber boat dilakukan dari Tugboat Jaya Dragon untuk mendukung operasi pencarian.
Kepala Basarnas M Syafii, dalam siaran pers pada Rabu pagi, mengatakan, operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh kekuatan. Pihaknya berupaya semaksimal mungkin menemukan korban. Setiap informasi dan temuan dilapangan akan ditindaklanjuti. ”Karena, bagi keluarga, setiap korban yang ditemukan adalah harapan untuk mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalsel, Selasa (22/9/2026) malam, Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana, menyampaikan, upaya pencarian pada Rabu ini kembali fokus di badan kapal. Kondisi arus bawah dan kondisi kapal masih menjadi tantangan.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, tim penyelam gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 10 korban dari badan kapal. Tim yang berasal dari Basarnas Special Grup, TNI AL, dan Jasalindo Salvage memanfaatkan jeda arus teduh yang waktunya cukup singkat untuk turun ke bangkai kapal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/23/1677438b2465de11540920ca7e430d8e-cropped_image.jpg)
Dalam beberapa video yang dirilis Basarnas tampak penyelam sampai harus memecahkan kaca kapal untuk bisa mengeluarkan korban yang masih terjebak di dalam ruangan di kapal. Kompartemen di bagian bawah kapal juga disebut oleh Basarnas menjadi titik yang berisiko bagi penyelam lantaran kondisinya labil.
”Kita lakukan pencarian di area badan kapal. Jadi, kita fokusnya di sana. Karena memang sudah banyak juga kita dapatkan penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kapal. Saat ini masih kita fokus di kamar-kamar. Berikutnya kami akan fokus kepada kendaraan-kendaraan, apabila ini memungkinkan,” kata Putu Sudayana.
Menurut Putu Sudayana, ada kemungkinan sejumlah korban masih berada di dalam kapal. Di sisi lain, posisi kendaraan di kapal dimungkinan sudah saling tindih lantaran kondisi kapal terbalik di bawah permukaan air. ”Nah, ini juga membahayakan tim penyelam. Kalau memungkinkan dan dianggap safety, pasti akan kita laksanakan. Jadi, selalu operasi SAR ini adalah operasi yang mengutamakan keselamatan bagi petugasnya,” ujarnya.
Pada pencarian hari ke-10, Selasa (22/9/2026), tim berhasil mengevakuasi tiga korban dari dalam kapal. Pada sortie kedua, tim penyelam berhasil membuka akses dengan memecahkan jendela-jendela kamar. Namun, proses evakuasi belum bisa dilaksanakan karena ada perubahan arus.
Kondisi arus bawah air cukup kuat sehingga membuat kondisi air menjadi keruh. Kondisi ini dianggap berisiko bagi penyelam. ”Begitu air keruh, arus deras ini harus segera kita keluar dari area operasi. Jadi, utamakan safety. Mudah-mudahan besok (hari ini) kita bisa evakuasi. Namun, terkait jumlah (korban di dalam), besok kita lihat ya,” ujar Putu Sudayana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/21/cf4158ea687d74bdfadec1b912ea10a1-20260921wer3.jpg)
Pencarian para korban itu masih melibatkan unsur udara, laut, dan darat. Unsur udara dilakukan dengan Helikopter Basarnas. Adapun unsur laut melibatkan KN Miang Besar, KP Orca, dari KN Kunyit, KRI Nala, KRI Canopus, KRI Gusti Ngurah Rai, dan kapal-kapal Basarnas.
”Semuanya telah berjuang dan bekerja maksimal. Saya ucapkan terima kasih, tetap semangat, tetap jaga kesehatan sehingga beberapa hari ke depan kita bisa melaksanakan rencana operasi SAR yang lebih maksimal dan korban kita bisa lebih banyak kita evakuasi,” kata Putu Sudayana.
Dia menambahkan, satu jasad yang ditemukan oleh nelayan di perairan Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tetap dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk diidentifikasi.
Meski saat ditemukan pada tubuh jenazah tidak melekat pelampung sebagaimana pada dua jenazah sebelumnya yang terdampar di pantai Kabupaten Seruyan, Kalteng, tim tetap mencurigai apakah jasad yang ditemukan itu bagian dari korban Virgo.
SAR Banjarmasin telah menghubungi SAR Kalteng untuk menanyakan apakah ada laporan orang tenggelam atau orang hilang di sekitar lokasi, tetapi jawabannya tidak ada. ”Makanya dibawa ke Banjarmasin. Jika memang hasil identifikasi dia korban KMP Virgo, maka akan diserahkan ke pihak keluarga,” kata Putu Sudayana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/18/62b107576d49fa1da0b0aa073d5d7239-https_maritimhub_kemenhub_go_id_1_.jpg)
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban KMP Virgo Transport 8. Sebelumnya, tim juga berhasil mengidentifikasi sembilan korban yang lebih dulu ditemukan. Oleh karena itu, total korban yang berhasil diidentifikasi adalah 14 dari 18 jenazah.
Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Kalsel Komisaris Besar Muhammad Sofwan mengatakan, kelima jenazah teridentifikasi dari hasil pemeriksaan antemortem dan postmortem, meliputi pemeriksaan gigi, sidik jari, hingga properti.
Kalau memungkinkan dan dianggap ”safety”, pasti akan kita laksanakan. Jadi, selalu operasi SAR ini adalah operasi yang mengutamakan keselamatan bagi petugasnya.
Data kelima korban ialah Annas (48) asal Bangkalan dan Jumrit (25) dari Lamongan, Jawa Timur; Bagus Mahendra (28) asal Klaten dan Aldo Nur Rahmansyah (19) dari Surakarta, Jawa Tengah; serta I Putu Angga Sudiana (22) dari Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Menurut Sofwan, pihaknya masih mengidentifikasi empat jenazah. Karena jenazah sulit diidentifikasi melalui pencocokan data antemortem dan postmortem, tim DVI mengirimkan sampel DNA ke RS Mabes Polri.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase