PSSI dan BRI mengapresiasi peran Liga Kompas U-14 dalam pembinaan sepak bola nasional. Selain berjalan dalam 12 musim, Liga Kompas juga mengirim tim ke Piala Gothia.
04 Mei 2025 20:32 WIB · Olahraga
TANGERANG, KOMPAS — Sebanyak 18 pemain terpilih untuk memperkuat skuad LKG BRI Indonesia di Piala Gothia 2025 yang memasuki edisi khusus perayaan 50 tahun. Pemain terbanyak berasal dari tim penghuni peringkat kedua Liga Kompas U-14 Presented by BRI 2024-2025, yakni Persigawa.
Lima pemain asal Persigawa ialah Fikri Pratama Gunawan (kiper), Dek Mang Raditya (bek tengah), Puma Nandhito (bek tengah), Muhammad Hazwan Haidar (gelandang bertahan), dan Aldo Julian Ajri (gelandang serang).
Adapun tim juara Liga Kompas U-14 musim 2024-2025, Babek Soccer School, mengirimkan empat pemain. Mereka adalah Dimas Anggara (bek sayap kiri), Radithya Javas Nugraha (gelandang bertahan), Milito Setiawan Sitompul (gelandang bertahan), serta Rayina Pamungkas (penyerang).
Oksal Kristian Gani (gelandang serang), Muhammad Fadlan (gelandang sayap kiri), dan Muhammad Akbar Ramadhan (penyerang) berasal dari Cipta Cendikia. Lalu, dua tim, yakni Oneway Soccer School dan Young Warrior, diwakili oleh dua pemain. Villa 2000 dan Satria Cipta mendapatkan representasi dari satu pemain.
Seluruh aspek harus kami tingkatkan. Kami wajib menjalani persiapan secara maksimal demi membawa pulang trofi. Target kami harus tinggi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/e2b66998d8c5e1858d93f07d8572266b-20250504YGA34.jpg)
TB Wahyudiansyah, Pelatih Oneway SS, terpilih sebagai juru latih untuk tim LKG BRI Indonesia di Piala Gothia 2025. Pelatih Kabomania Muda Edy didapuk sebagai asisten pelatih tim yang akan menjalani turnamen ”Piala Dunia Remaja” di Swedia, 13-19 Juli mendatang.
Wahyu menuturkan banyak hal yang harus disiapkan anak asuhannya untuk bisa bersaing di Piala Gothia 2025. Mulai dari fisik, taktik, hingga teknik masih perlu ditingkatkan.
”Seluruh aspek harus kami tingkatkan. Kami wajib menjalani persiapan secara maksimal demi membawa pulang trofi. Target kami harus tinggi,” tutur Wahyu setelah pengumuman skuad LKG BRI Indonesia pada Pekan Raya Liga Kompas U-14 Presented by BRI 2024-2025, Minggu (4/5/2025), di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten.
Terakhir kali tim Liga Kompas U-14 membawa pulang piala dari Piala Gothia, yang berlangsung di Gothenburg, Swedia, terjadi ketika menjadi peringkat ketiga edisi 2018. Sebelumnya, skuad Liga Kompas U-14 juga menyandang predikat peringkat kedua pada 2013.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/81c88e9dec71f5cd78e0a254c1c47beb-20250504YGA33.jpg)
Rayina dan Fikri sepakat dengan Wahyu. Keduanya bertekad untuk memanfaatkan waktu dua bulan persiapan, termasuk pemusatan latihan yang bakal digelar Juni mendatang, untuk membenahi kekurangan kemampuan individu mereka.
Rayina, penyandang gelar pencetak gol terbanyak Liga Kompas U-14 2024-2025, mengatakan, kekurangan fisik menjadi satu hal yang menjadi perhatian utamanya.
”Saya merasa kondisi fisik saya harus terus ditingkatkan. Target saya untuk melengkapi juara Liga Kompas ini dengan juara dari Piala Gothia,” ujar Rayina yang mencetak 15 gol di Liga Kompas musim ini.
Fikri menambahkan, ”Reflek dan shot stopping menjadi kemampuan yang ingin saya benahi terus. Saya ingin memberikan kontribusi besar untuk tim ketika bermain di Swedia nanti.”
Kiper asal Persigawa itu menyandang trofi sarung tangan emas sebagai kiper terbaik Liga Kompas U-14 2024-2025. Sebagai pemain yang baru berusia 14 tahun, Fikri memiliki postur ideal sebagai penjaga gawang dengan tinggi hampir 1,8 meter.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/7befc788cf10b1f32889cfa99b033c38-20250504YGA41.jpg)
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Eko Setyawan, yang hadir mewakili Ketua Umum PSSI Erick Thohir, mendukung kesinambungan pelaksanaan Liga Kompas U-14 yang sudah berjalan selama 12 musim. Selain itu, ia mengapresiasi komitmen Liga Kompas untuk secara konsisten mengirim perwakilan Indonesia ke Piala Gothia.
”Peserta Piala Gothia harus meningkatkan kemampuan mereka. Kemudian jangan lupakan pula istirahat yang cukup dan pemenuhan nutrisi yang mumpuni,” kata Eko.
Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, mengatakan, pihaknya mendukung penuh Liga Kompas musim ini tidak hanya untuk pelaksanaan kompetisi yang berjalan 15 pekan. Selain itu, dukungan skuad Piala Gothia juga diberikan oleh BRI.
”Liga Kompas adalah bukti nyata BRI untuk memberikan kontribusi nyata untuk pembinaan sepak bola, selain mendukung pelaksanaan kompetisi profesional. Kami juga memberikan apresiasi kepada pemain-pemain yang berangkat ke Piala Gothia melalui tabungan pendidikan,” ucap Agustya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/1ce419e981b2eaf62b2fcca1e3215ece-20250504YGA31.jpg)
Eko menambahkan, harapan PSSI adalah untuk konsisten lolos ke Piala Dunia U-17 setiap tahun. Jadi, liga-liga pembinaan seperti Liga Kompas menjadi ajang pembentukan calon pemain tim U-17 Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
”Jangan sia-siakan pengalaman berharga ke Swedia. Pengalaman bermain di luar negeri penting untuk meningkatkan kemampuan dan sikap untuk menjadi pesepak bola berkualitas,” tutur Eko.
Di sisi lain, Agustya menyebut dukungan BRI kepada Liga Kompas sebagai liga pembinaan nasional yang merupakan andil untuk membangun pengembangan talenta sumber daya manusia Indonesia.
”Kami melihat ekosistem sepak bola dibangun dari pertandingan profesional serta kompetisi pembinaan. Khusus untuk kompetisi pembinaan berperan pula untuk menyiapkan teknik dan mental pemain masa depan dengan sangat baik,” katanya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar