Langkah Awal LKG BRI Indonesia Menuju Piala Gothia 2025

Seleksi tahap pertama tim LKG BRI Indonesia untuk Piala Gothia 2025 langsung menyajikan kelemahan para pemain. Buruknya stamina pemain menjadi fokus pembenahan.

09 Feb 2025 13:47 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

TANGERANG SELATAN, KOMPAS — Lima bulan menuju Piala Gothia 2025 yang digelar di Gothenburg, Swedia, 13-19 Juli mendatang, pembentukan tim LKG BRI Indonesia telah dimulai. Seleksi tahap pertama yang diikuti 24 pemain terbaik dari Liga Kompas U-14 Powered by BRI 2024-2025 dilaksanakan, Minggu (9/2/2025), di Lapangan Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten.

Seleksi yang dipandu oleh Tim 11, pemandu bakat Liga Kompas, bakal digelar dalam tiga tahap. Setelah tahap pertama rampung, tahap kedua dan ketiga akan menyertakan masing-masing 11 pemain berbeda. Skuad LKG BRI Indonesia yang akan berpartisipasi di Piala Gothia edisi 50 tahun berisi 18 pemain.

Rangkaian seleksi tahap pertama fokus untuk melihat performa para pemain dalam pertandingan yang berlangsung tiga babak dengan durasi masing-masing 20 menit. Sebanyak 24 pemain dibagi dua tim yang mengenakan rompi merah dan kuning.

Permainan tiga babak yang diselingi istirahat sekitar lima menit itu dimaksudkan untuk melihat potensi pemain di luar performa mereka setiap pekan di Liga Kompas musim ini.

Meskipun mereka baru berusia 14 tahun dengan kondisi fisik yang sangat baik, sebagian pemain kepayahan bermain dengan intensitas tinggi dalam tiga babak itu. Di babak pertama tersaji dua gol yang dicetak oleh tim kuning melalui penyelesaian akhir gemilang penyerang sayap Babek Soccer School, Rayina Pamungkas.

Dede Sulaeman (tengah), anggota tim 11 Liga Kompas U-14 Powered by BRI, memberikan instruksi sekaligus evaluasi pada seleksi pertama tim LKG BRI Indonesia untuk Piala Gothia 2025, Minggu (9/2/2025), di Lapangan Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten. Sebanyak 18 pemain akan mewakili skuad LKG BRI di Piala Gothia tahun ini.

Namun, kualitas permainan menurun pada dua babak selanjutnya. Tim merah dan kuning masing-masing hanya mampu menghasilkan satu tembakan mengarah ke gawang. Kondisi jauh menurun di babak pamungkas sebab peluang terbaik hanya tersaji melalui sepakan gelandang tim kuning, Aldo Julian Ajri. Pemain asal Persigawa itu melepaskan tembakan yang membentur mistar.

Tak hanya kuantitas peluang yang menurun drastis, empat pemain juga harus mengakhiri pertandingan lebih dini akibat mengalami keram. Hal itu menyajikan kondisi fisik yang masih belum ideal untuk bersaing di Piala Gothia 2025.

Padahal, di Piala Gothia yang bertajuk ”Piala Dunia Remaja”, tim LKG BRI Indonesia bakal bermain setidaknya dua pertandingan per hari di kategori Boys U-15. Setiap pertandingan berlangsung 2 x 30 menit.

Dede Sulaeman, anggota Tim 11, menuturkan, melalui seleksi pertama telah tersusun tim bayangan untuk 11 pemain utama skuad ”Kera Sakti”. Dede, pemain tim nasional Indonesia dekade 1980-an, menuturkan, seleksi tahap kedua dan ketiga bisa menyempurnakan tim untuk berlaga di Piala Gothia 2025.

”Sebelas pemain bayangan tim utama sudah kami temukan. Selanjutnya, kami akan mencari pemain-pemain pelapis yang diharapkan bisa sepadan kualitasnya sehingga tim LKG BRI memiliki kedalaman skuad yang baik,” tutur Dede.

Lebih lanjut, Dede mengungkapkan, seleksi tahap pertama juga menunjukkan kelemahan mayoritas pemain. Stamina pemain, katanya, harus ditingkatkan.

Ketika skuad Kera Sakti telah terbentuk dengan kekuatan 18 pemain, mereka dijadwalkan akan melakukan latihan sekaligus pemusatan latihan selama 40 hari menuju keberangkatan, Juli nanti.

Tim 11 Liga Kompas U-14 Powered by BRI berdiskusi untuk menentukan susunan pemain tim merah dan kuning pada seleksi pemain LKG BRI Indonesia, Minggu (9/2/2025), di Lapangan Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten. Liga Kompas akan menggelar dua tahap seleksi lagi untuk membentuk tim di Piala Gothia 2025.

Tidak hanya latihan taktik di lapangan hijau, tim LKG BRI juga bakal digenjot stamina untuk berlatih lari jarak menengah di wilayah perbukitan. Para pemain pun diagendakan menjalani sesi gym untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot mereka.

”Peningkatan stamina dan kondisi fisik mereka harus menjadi fokus. Saya yakin dengan persiapan intensif selama 40 hari, cukup untuk para pemain bisa tampil maksimal di turnamen sesungguhnya,” kata Dede.

Terpengaruh permainan klub

Selain persoalan fisik, pada rehat babak kedua, Dede juga memberikan instruksi kepada sejumlah pemain belakang untuk lebih berani melakukan build-up dari lini pertahanan.

Bek tengah, di antaranya Abdullah Husai Putra (Young Warrior) dan Dek Mang Pamungkas (Persigawa), masih lebih sering melepaskan umpan jauh yang mengarah kepada pemain depan. Sayangnya, operan jauh itu tidak akurat sehingga penguasaan bola berpindah ke tim lawan.

”Ini juga menjadi catatan kami kepada para pelatih (Liga Kompas) untuk mengistruksikan pemainnya lebih berani memulai serangan dari bawah. Penampilan pemain (di seleksi) tentu dipengaruhi strategi taktik mereka di klub,” ucapnya.

Julian mengakui penampilannya masih belum maksimal di seleksi pertama. Mengenakan rompi nomor 10 di tim merah, Julian sejatinya menyajikan peran playmaker yang cukup baik.

Para pemain yang mengikuti seleksi tim LKG BRI Indonesia untuk Piala Gothia 2025 beristirahat di tengah babak pertandingan seleksi, Minggu (9/2/2025), di Lapangan Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten. Sebanyak 18 pemain akan mengisi skuad Kera Sakti di Piala Gothia 2025.

Sebagai pemain yang berposisi di jantung permainan, pengambilan keputusannya patut diacungi jempol. Julian dapat memutuskan situasi yang tepat untuk menggiring bola dan menguasai bola lebih lama, lalu melepaskan operan satu sentuhan untuk melepaskan tekanan lawan.

”Saya merasa masih bisa lebih baik dari hari ini karena seharusnya bisa lebih baik membantu serangan tim. Selain itu, saya juga harus meningkatkan stamina karena sempat merasakan keram juga sejak babak kedua,” kata Julian yang mengidolakan Toni Kroos.

Rayina pun sependapat dengan Julian. Ia mengakui harus lebih meningkatkan kondisi fisiknya agar bisa tampil konsisten di seluruh babak.

”Saya juga harus lebih baik menjalin chemistry dengan teman-teman setim yang baru. Ini kesempatan pertama main bersama mereka. Semoga saya bisa tampil di Piala Gothia,” kata Rayina yang telah mencetak delapan gol di Liga Kompas musim ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji