FIFA dan FFIRI akan bertemu di Zurich pada 20 Mei untuk membahas kondisi keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026. Duel Iran kontra AS bisa tersaji di babak 32 besar.
03 Mei 2026 16:49 WIB · Olahraga
AP
ZURICH, MINGGU — Meskipun sudah ada jaminan dari Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa Iran akan tampil di Piala Dunia 2026, partisipasi ”Team Melli” masih penuh tanda tanya. Kepastian Iran menuju Amerika Serikat akan ditentukan setelah pertemuan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dengan petinggi FIFA di markas besar FIFA, Zurich, Swiss, pada 20 Mei nanti.
Jaminan dari Infantino, lalu disusul lampu hijau dari Presiden AS Donald Trump yang mempersilakan skuad Iran tampil di Piala Dunia edisi ke-23 yang dimulai 11 Juni mendatang, belum mampu memberikan ketenangan bagi Iran.
Gejalanya, Ketua Umum FFIRI Mehdi Taj menceritakan bahwa dirinya bersama dua petinggi lainnya ditahan hampir dua jam di imigrasi Bandara Internasional Pearson Toronto, Kanada, ketika hendak mengikuti Kongres FIFA di Vancouver, Kamis (30/4/2026).
Akibat penahanan tersebut, Taj memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan dari Toronto ke Vancouver. Delegasi FFIRI sebenarnya sudah diizinkan masuk ke Kanada, tetapi mereka memilih kembali ke Istanbul, Turki, yang menjadi pusat persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026.
”Mereka (petugas imigrasi Kanada) menanyakan apakah saya memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Saya katakan 90 juta warga adalah anggota IRGC, tanpa terkecuali,” ucap Taj kepada media Iran, Tasnim.
Taj, yang juga Wakil Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), mengungkapkan pihaknya telah menerima surat undangan dari Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom untuk melakukan pertemuan pada 20 Mei nanti di Zurich.
”Kami memiliki banyak isu untuk didiskusikan. Posisi kami akan kami sampaikan ketika melakukan pertemuan dengan FIFA,” kata Taj.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/03/981ac2d0535cb8a0855282e1c22fd819-Canada_FIFA_Congress_Soccer.jpeg)
Iran bersama Jepang adalah dua tim terawal yang memastikan tempat ke Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi pada Maret 2025. Namun, partisipasi Iran seakan dianaktirikan karena tidak hadir pada tiga agenda FIFA berkaitan dengan Piala Dunia 2026.
Pertama, Taj bersama sejumlah delegasi FFIRI tidak mendapatkan visa AS untuk menghadiri undian babak penyisihan Piala Dunia 2026 di Washington DC pada 5 Desember 2025. Agenda itu dihadiri oleh Presiden Trump.
Kedua, Taj juga tidak diundang FIFA pada pertemuan pra-Piala Dunia di Miami, Februari lalu. Rapat itu membahas berbagai teknis tentang aturan kompetisi, peraturan permainan, hingga pembahasan penunjang turnamen.
Situasi Iran semakin kompleks karena FFIRI juga menjadi satu-satunya dari 211 anggota FIFA yang tidak memiliki delegasi di Kongres FIFA 2026 lalu. Padahal, Infantino memastikan keikutsertaan Iran pada Piala Dunia 2026 saat pidato pembukaan agenda tahunan FIFA itu.
”Alasannya (keikutsertaan Iran) sangat simpel, teman-teman semua, karena kami harus menyatukan semua. Kami harus membawa semua orang bersama. Ini tanggung jawab saya. Ini tanggung jawab kami di FIFA untuk menyatukan dunia,” ujar Infantino.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/06/9e748eb617781ed3d1f79493f98493ca-WCup_Draw_Soccer_134545347.jpg)
Trump pun memberikan lampu hijau kepada Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026. Kata Trump, keputusan itu didasari pertemanan yang erat antara dirinya dan Infantino.
”Jika Infantino mengatakan itu, saya oke,” ucap Trump ketika ditanya sejumlah wartawan di Gedung Putih, Washington DC, AS, Jumat (1/5/2026) waktu setempat atau Sabtu (2/5/2026) WIB.
Pertemuan dengan FIFA itu berjarak sekitar 19 hari dari rencana kedatangan skuad Iran ke AS untuk bertarung di Piala Dunia 2026. Iran dijadwalkan paling lambat tiba di AS pada 8 Juni mendatang atau satu pekan sebelum laga pertama menghadapi Selandia Baru di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, pada 15 Juni waktu setempat.
Iran direncanakan menginap di Grand Resort dan Spa Westward Look Wyndham, Tucson, Arizona. Skuad Iran akan berlatih di Kompleks Olahraga Kino yang juga berada di wilayah Tucson.
Dua laga Iran akan tersaji di Inglewood. Setelah menghadapi Selandia Baru, mereka akan menantang Belgia. Pada laga pamungkas Grup G, mereka akan melawan Mesir di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/04/f965f480-d741-4d2a-b163-359700fcf803.jpg)
Menariknya, jika anak asuh Amir Ghalenoei itu mampu lolos dari fase grup sebagai runner-up Grup G, mereka berpeluang langsung menghadapi AS di babak 32 besar. Pertarungan ”panas” itu berpeluang tercipta seandainya AS juga lolos ke fase gugur sebagai peringkat kedua Grup D. Laga itu akan tersaji di Stadion AT&T, Arlington, pada 4 Juli WIB.
Sebelumnya, Iran dan AS sudah dua kali jumpa di Piala Dunia. Iran unggul 2-1 di Perancis 1998, lalu AS membalas dengan kemenangan 1-0 di Qatar 2022. Kedua pertandingan tersebut tercipta di babak penyisihan.
Dalam sejarah Piala Dunia, yang telah melewati Perang Dunia kedua hingga era Perang Dingin, belum pernah ada kontestan yang mundur setelah memastikan lolos via kualifikasi. AS pun tercatat sebagai tuan rumah Piala Dunia pertama yang melakukan serangan militer kepada peserta Piala Dunia. (AP/REUTERS)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji