Keketatan masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT tahun 2025 mencapai 29,43 persen. Ratusan yang tidak lulus masih harus berjuang mencari kursi di kampus.
27 Mei 2025 14:48 WIB · Dikbud
JAKARTA, KOMPAS — Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) akan mengumumkan Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2025 pada Rabu (28/5/2025) mulai pukul 15.00 WIB. Sebanyak 253.421 peserta dari dari total 829.790 peserta yang mengikuti tes SNBT dinyatakan lulus masuk perguruan tinggi negeri, sedangkan sekitar 576.369 siswa sisanya masih harus berjuang.
Artinya, keketatan pendaftar dan diterima adalah 29,43 persen. Ratusan ribu jumlah peserta itu yang terdiri atas 23.218 lulusan 2023; 124.217 lulusan 2024; dan 682.355 lulusan 2025. Total peserta Seleksi Jalur SNBT 2025 tersebut bersaing memperebutkan 284.380 kursi daya tampung.
Pengumuman dilakukan melalui laman pengumuman-snbt.snpmb.id, dengan cara memasukkan nomor peserta SNBT dan tanggal lahir peserta sesuai dengan data diri yang telah teregistrasi pada sistem SNPMB. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang berhasil lulus SNBT.
”Bagi yang belum, tentu ini adalah bagian dari proses penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi. Masih ada juga jalur mandiri atau perguruan tinggi swasta (PTS) yang kualitasnya tidak kalah, kualitasnya sama dengan perguruan tinggi negeri (PTN),” kata Brian dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Selasa (27/5/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/13/0d462e2e-4355-45f1-9482-a03387612252_jpg.jpg)
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2025 Eduart Wolok menambahkan, peserta yang lulus harus segera melakukan registrasi ulang sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh PTN yang dituju. Pada PTN Akademik, ada 219.889 pendaftar yang lulus, sedangkan pada PTN Vokasi ada 33.532 pendaftar yang lulus.
Eduart menegaskan tidak ada kebocoran soal UTBK dalam SNPMB tahun ini.
Khusus bagi peserta yang melamar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), kepada mereka akan dilakukan verifikasi data ekonomi berdasarkan dokumen serta kunjungan ke alamat tinggal peserta. Dari jumlah peserta yang dinyatakan lulus tersebut, sebanyak 83.539 (33,22 persen) adalah peserta dengan KIP Kuliah (calon penerima bantuan biaya pendidikan tinggi dari pemerintah).
”Yang menarik, ternyata distribusi 20 PTN peserta KIP Kuliah, baik di Jawa maupun luar Jawa, cukup merata. Artinya, akses pendidikan yang diberikan kepada saudara-saudara kita dengan akses ekonomi dengan beasiswa terus meningkat dari waktu ke waktu,” kata Eduart.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/fc6da638ebc540feed588fe6ceb4df25-20250429_151739.jpg)
Lima PTN yang paling banyak dituju para pendaftar Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT adalah Universitas Indonesia sebanyak 111.206 orang, Universitas Sebelas Maret (101.069), Universitas Gadjah Mada (89.295), Universitas Diponegoro (84.514), dan Universitas Padjajaran (84.390).
Sementara itu, lima PTN yang paling banyak menerima mahasiswa jalur SNBT adalah Universitas Negeri Surabaya sebanyak 8.813 orang, Universitas Hasanuddin (6.188), Universitas Negeri Medan (5.766), Universitas Brawijaya (5.764), dan Universitas Pendidikan Indonesia (5.543).
Hal ini disebabkan pertimbangan daya tampung PTN masing-masing yang berbeda satu sama lain. Daya tampung itu mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia pengajar hingga infrastruktur.
”Tetapi kalau kita lihat dari kualitasnya, PTN di Indonesia dari waktu ke waktu semakin baik dan bahkan semakin mengecil gap-nya,” ucapnya.
Di sisi lain, bagi sekitar 600.000 peserta yang tidak lulus, lanjut Eduart, bisa segera mencari informasi terkait penerimaan mahasiswa jalur mandiri yang diselenggarakan oleh setiap PTN dan PTS.
Dalam kesempatan ini, Eduart juga mengungkapkan tindak lanjut dari berbagai kecurangan yang terjadi dalam tes SNBT. Beberapa kecurangan yang bersifat administratif akan diselesaikan dengan hukuman oleh rektorat dan yang menjurus ke ranah pidana akan ditindaklanjuti oleh kepolisian.
Sepanjang 10 hari pelaksanaan tes UTBK-SNBT, panita menemukan sejumlah tindak kecurangan peserta, mulai dari penggunaan joki, penggunaan alat komunikasi dengan pihak luar, hingga kongkalikong dengan orang dalam untuk menyadap sistem komputer yang akan digunakan untuk tes.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/401b70fd46f61d9453bbcaea62915d3d-20250429_151551.jpg)
Meski begitu, Eduart kembali menegaskan tidak ada kebocoran soal UTBK dalam SNPMB tahun ini. Semua kecurangan yang terdeteksi dilakukan pada waktu tes berlangsung, tidak ada soal yang bocor sebelum tes dimulai.
”Kalau kecurangannya bersifat setempat, itu ditangani oleh kepolisian setempat. Namun, kalau kecurangan yang kita deteksi itu bersifat lintas provinsi, maka kita akan berkoordinasi dengan Mabes Polri. Ini baru kita agendakan minggu ini,” ungkap Eduart.
Meski begitu, dia mengapresiasi masyarakat yang aktif berpartisipasi menginformasikan dugaan kecurangan. Panitia SNPMB terus mengajak seluruh masyarakat melaporkannya ke kanal-kanal daring resmi SNPMB atau ke Unit Layanan Terpadu (ULT) Kementerian.
Penulis:
Stephanus AranditioEditor:
Nasrullah Nara