Berdasarkan data KPU Papua, daftar pemilih tetap (DPT) di 26 TPS ini sebanyak 9.157 pemilih. Suara pemilih bisa menentukan hasil akhir pilkada.
02 Des 2024 19:42 WIB · Politik & Hukum
JAYAPURA, KOMPAS — Persaingan di Pemilihan Kepala Daerah Papua 2024 dinilai masih sangat ketat. Sebanyak 26 tempat pemungutan suara dengan 9.157 pemilih akan melakukan pemilihan suara ulang di enam kota dan kabupaten hingga 6 Desember 2024.
”Hari ini sudah ada dua TPS yang melaksanakan pemilihan suara ulang (PSU), masing-masing di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Supiori,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Steve Dumbon di Jayapura, Senin (2/12/2024).
Pilkada Papua 2024 diikuti dua pasangan calon. Pasangan nomor urut 1, Benhur Tomi Mano-Yermias Bisai, diusung PDI-P. Adapun pasangan calon nomor urut 2, Mathius Derek Fakhiri-Aryoko Rumaropen, diusung 15 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/27/de60d2f7-9bd6-4dc2-b2c4-58e394bd9b85_jpeg.jpg)
Dalam jumpa pers Senin sore, Benhur-Yermias mengklaim menang dengan 51,73 persen atau 264.260 suara. Benhur mengatakan, angka itu berdasarkan perhitungan riil tim internal dengan persentase tabulasi TPS mencapai 97,83 persen.
Mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini menyebutkan, tersisa 44 TPS di sejumlah kabupaten yang belum dihitung. ”Kita akan mengikuti dan menghormati proses rekapitulasi berjenjang dan menunggu hasil resmi dari KPU Provinsi Papua,” ujar Benhur.
Sementara itu, saat hari pencoblosan, Mathius yang merupakan mantan Kepala Polda Papua menargetkan kemenangan 65-70 persen. (Kompas.id, 27/11/2024)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/27/58b99f91-4f7f-4666-8e66-f00a8424cfdf_jpeg.jpg)
Adapun dari data jagasuara.org, hingga pukul 17.00 WIT, data masuk baru mencapai 68,86 persen. Situs yang diinisiasi sejumlah organisasi masyarakat sipil ini mengolah data dokumen C hasil yang telah terverifikasi dari setiap TPS.
Benhur-Yermias memperoleh 49,90 persen atau 185.713 suara. Sementara itu, Mathius-Aryoko meraih 50,10 persen atau 186.861 suara.
Data ini diolah dari 1.394 dari total 2.023 TPS di Papua. Pengumuman resmi hasil pilkada dari KPU secara serentak akan dilaksanakan pada 15 Desember 2024.
Sebelumnya, anggota Badan Pengawas Pemilu Papua, Yofrey Piryamta, mengatakan, pihaknya merekomendasikan PSU di 34 TPS. Ditemukan sejumlah pelanggaran di enam kabupaten dan kota di Papua.
”Ada yang menggunakan hak pilih lebih dari satu kali, memakai hak pilih orang lain, mencoblos surat suara sisa, serta pembukaan kotak tersegel tidak sesuai prosedur,” ucap Yofrey.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/28/d75dfd7d-0ce5-429a-97b7-9a86be8c2764_jpeg.jpg)
Pengamat politik dari Universitas Cenderawasih Jayapura, Yakobus Murafer, mengingatkan para pendukung pasangan calon agar menahan diri hingga pengumuman resmi dari KPU. Perolehan suara yang relatif tipis bisa berubah dengan berbagai faktor.
Perubahan suara, lanjut Yakobus, bisa datang dari pelaksanaan PSU. Selain itu, jika melihat perhitungan dari setiap pasangan calon, belum semua TPS terkalkulasi.
Selain itu, tidak tertutup kemungkinan salah satu pasangan calon yang kalah akan membawa sengketa pilkada ke Mahkamah Konstitusi.
”Semua pihak harus terlibat memberikan edukasi politik kepada para pendukung. Semua pihak ini juga bersama-sama mengawal hingga pengumuman resmi untuk memastikan pilkada yang jujur dan adil,” katanya.
Penulis:
Nasrun KatingkaEditor:
Cornelius Helmy Herlambang