Perang

3 Serangan dan 3 Lokasi dalam 60 Detik di Iran

Amerika mengerahkan rudal jelajah Tomahawk, pesawat tempur siluman, dan drone yang baru pertama kali digunakan dalam pertempuran.

02 Mar 2026 10:45 WIB · Internasional

AFP/Getty Images

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) ternyata tidak hanya menewaskan Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga puluhan pejabat militer di pemerintahan Iran. 

Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Panglima Angkatan Darat Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour, Kepala Biro Militer Mohammad Shirazi, dan penasihat Khamenei untuk urusan keamananan, Ali Shamkhani, juga dilaporkan tewas. Media pemerintah Iran menyebutkan, lebih dari 200 orang telah tewas, termasuk 165 orang di sekolah putri di kawasan Minab.

<p>Tangkapan layar siaran televisi nasional Iran yang memperlihatkan gedung sekolah di Minab.</p><p>Akibat serangan itu, sebanyak 168 siswi tewas.</p><p>Serangan di sekolah Minab bersamaan dengan serangan awal gabungan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).</p>

Tangkapan layar siaran televisi nasional Iran yang memperlihatkan gedung sekolah di Minab.

Akibat serangan itu, sebanyak 168 siswi tewas.

Serangan di sekolah Minab bersamaan dengan serangan awal gabungan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei melihat melalui teropong saat meninjau manuver militer Garda Revolusi di dekat perbatasan dengan Irak, 18 September 2004.
Presiden Iran Ayatollah Ali Khamenei berdiri dengan seragam militer pada Oktober 1981.
Penduduk Iran menyambut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei saat dia tiba di Semnan, Iran, 8 November 2006.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tiba untuk memberikan suara dalam pemilihan parlemen, di Teheran, Iran, 10 Mei 2024.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengunjungi manuver militer oleh tentara di provinsi barat daya Khouzestan, Iran, dekat perbatasan dengan Irak, 8 Desember 2004.
Foto yang dirilis oleh Kantor Pemimpin Tertinggi Iran ini memperlihatkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berbincang-bincang dengan sejumlah petinggi Pasukan Garda Revolusi Iran, termasuk Kepala Staf Angkatan Udara Pasukan Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Amir Ali Halizadeh (kiri), di kantornya di Teheran, Iran, 6 Oktober 2024.

Di pihak lain, Komando Pusat Amerika Serikat pada hari Minggu mengumumkan bahwa tiga anggota militernya tewas dan lima lainnya luka parah dalam serangan balasan yang dilancarkan Iran. Mereka adalah korban pertama Amerika dalam serangan terhadap Iran.

Seorang pejabat militer Israel yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan, rentetan serangan Amerika-Israel terhadap Iran terjadi sangat cepat dan hampir bersamaan. Tiga serangan pertama di tiga target lokasi yang berbeda dilakukan hanya dalam waktu satu menit.

Dalam gambar satelit yang disediakan oleh Vantor ini, bangunan yang rusak terlihat di kediaman resmi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, Minggu (1/3/2026).
Asap mengepul setelah serangan rudal menghantam sebuah bangunan di Teheran, Iran, Minggu (1/3/2026).
Gambar satelit selebaran milik Vantor yang diambil dan dirilis pada Minggu (1/3/2026) ini menunjukkan serangan presisi pada tempat penampungan pesawat di Pangkalan Angkatan Laut Konarak di Iran selatan, di sepanjang Teluk Oman.
Gambar satelit selebaran milik Vantor, yang diambil dan dirilis pada Minggu (1/3/2/2026), ini menunjukkan bunker penyimpanan yang hancur di Pangkalan Angkatan Laut Konarak di Iran selatan, di sepanjang Teluk Oman.

Ia menambahkan berbagai faktor untuk melenyapkan sebagian besar pemimpin Iran, seperti pelatihan selama berminggu-minggu dan pemantauan pergerakan tokoh-tokoh senior serta intelijen secara real-time sebelum serangan dimulai. Serangan cepat dan mendadak ini dilakukan untuk mencegah para pejabat penting yang menjadi target melarikan diri setelah serangan pertama. 

Sebelum serangan itu, Badan Intelijen Luar Negeri Amerika (CIA) telah berbulan-bulan melacak pergerakan para pemimpin senior Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut. Informasi intelijen tersebut dibagikan kepada para pejabat Israel dan waktu serangan disesuaikan dengan informasi tentang lokasi para pemimpin Iran tersebut.

Pesawat F/A-18E Super Hornet bersiap untuk melakukan pendaratan di USS Abraham Lincoln setelah misi untuk mendukung Operasi Epic Fury, Sabtu (28/2/2026).
Suasana kapal induk USS Abraham Lincoln saat mendukung Operasi Epic Fury di lokasi yang dirahasiakan, Sabtu (28/2/2026).
Pesawat F/A-18E Super Hornet diluncurkan dari dek penerbangan kapal induk USS Abraham Lincoln untuk mendukung Operasi Epic Fury pada Sabtu (28/2/2026) di lokasi yang dirahasiakan.
Foto selebaran Angkatan Laut AS yang dirilis oleh urusan publik Komando Pusat AS ini menunjukkan sebuah F/A-18F Super Hornet bersiap untuk diluncurkan dari dek penerbangan kapal induk Nimitz USS Abraham Lincoln, Sabtu (28/2/2026), di lokasi yang dirahasiakan.
Foto selebaran Angkatan Laut AS yang dirilis oleh urusan publik Komando Pusat AS ini menunjukkan pesawat di dek penerbangan kapal induk Nimitz USS Abraham Lincoln untuk mendukung Operasi Epic Fury, di lokasi yang dirahasiakan pada Sabtu (28/2/2026).
Foto Angkatan Laut AS yang dirilis oleh urusan publik Komando Pusat AS menunjukkan kapal perusak rudal Arleigh Burke USS Frank E. Petersen Jr.  menembakkan Rudal Serangan Darat Tomahawk untuk mendukung Operasi Epic Fury, dari lokasi yang dirahasiakan pada Sabtu (28/2/2026).
Kapal perusak rudal berpemandu Arleigh Burke USS Thomas Hudner  menembakkan rudal serangan darat Tomahawk untuk mendukung Operasi Epic Fury, dari lokasi yang dirahasiakan pada Minggu (1/3/2026).
Foto selebaran Angkatan Laut AS yang dirilis oleh urusan publik Komando Pusat AS ini menunjukkan sebuah F/A-18F Super Hornet, pada Skuadron Strike Fighter (VFA) 41, bersiap untuk diluncurkan dari dek penerbangan kapal induk Nimitz USS Abraham Lincoln  untuk mendukung Operasi Epic Fury, dari lokasi yang dirahasiakan pada Sabtu (28/2/2026).

Amerika mengerahkan rudal jelajah Tomahawk, pesawat tempur siluman, dan drone yang baru pertama kali digunakan dalam pertempuran. Komando Pusat AS merilis foto-foto yang menunjukkan rudal Tomahawk, jet tempur F-18 dan F-35, bersama dengan detail serangan terhadap Iran, sebagai bagian dari Operasi Epic Fury.

Dalam foto-foto yang dirilis, tampak kesibukan tentara yang mempersiapkan rudal serta mengatur lalu lintas pesawat tempur dari atas kapal induk dari sebuah tempat yang dirahasiakan.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti