Iran Mengumumkan Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Khamenei tewas pada hari pertama serangan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026). Media-media Pemerintah Iran mengumumkan kematiannya itu pada Minggu pagi.

01 Mar 2026 10:22 WIB · Internasional

AP/Kantor Pemimpin Tertinggi Iran

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Sebuah ponsel pintar menampilkan postingan Thruth Social Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026). Seperti biasanya, unggahan ini memicu banyak reaksi, banyak yang percaya, tetapi ada juga yang membantahnya.

”Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Trump dalam sebuah pernyataan. Ia juga bersumpah tidak akan menghentikan serangan sampai jatuhnya republik Islam itu.

Kombinasi foto yang dibuat pada 20 Februari 2026 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump 19 Februari 2025 dan foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei 11 Desember 2024.

Sorak sorai terdengar di jalan-jalan Teheran setelah laporan pertama kematian Khamenei ini muncul dari Israel. Saat yang bersamaan, kepulan asap hitam terlihat membubung tinggi di atas distrik tempat Khamenei biasanya tinggal.

Seorang pejabat senior Israel sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah pemimpin Iran itu telah ditemukan setelah serangan. Awalnya, kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa pemimpin tertinggi itu ”teguh dan mantap dalam memimpin medan perang”.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyapa orang banyak selama pertemuannya dengan sekelompok besar buruh di Teheran, Iran, 10 Mei 2025.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (kanan) menyambut Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk pertemuan mereka di Teheran, Iran, 25 Februari 2019.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) berbicara dengan Kepala Hamas Ismail Haniyeh (tengah) dan pemimpin kelompok Jihad Islam Palestina Ziad Nakhaleh dalam pertemuan mereka di Teheran, Iran, 30 Juli 2024.
Dalam gambar yang dirilis oleh situs web resmi kantor pemimpin tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling menyapa selama pertemuan mereka di Teheran, Iran, 19 Juli 2022.
Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor pemimpin tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mendengarkan seorang pembicara selama pertemuan dengan sekelompok mahasiswa di Teheran, Iran, 28 Mei 2018.

Tidak ada komentar langsung dari Iran atas kabar kematian yang diunggah Trump ini. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan kepada media bahwa Khamenei masih hidup, sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baqaei mengatakan dirinya tidak dalam posisi untuk mengonfirmasi apa pun.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei melihat melalui teropong saat meninjau manuver militer Garda Revolusi di dekat perbatasan dengan Irak, 18 September 2004.

Andai kabar kematian ini benar, pemimpin tertinggi Iran ini bahkan tewas pada hari pertama serangan Israel dan AS pada Sabtu. Serangan yang disebut sebagai pembuka dari serangan besar-besaran yang direncanakan.

Belakangan, media Pemerintah Iran mengumumkan kematian pria berusia 86 tahun itu pada Minggu pagi. Pengumuman itu disampaikan setelah serangan udara gabungan AS dan Israel yang menargetkan situs militer dan pemerintahan Iran. 

Perjalanan Khamenei

Khamenei lahir di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran, pada 1939. Anak kedua dari delapan bersaudara ini terlahir dan dibesarkan dalam keluarga religius ulama Syiah. 

Masa muda Khamenei dikenal sebagai seorang orator ulung. Ia juga bergabung dengan para pengkritik Mohammmad Reza Pahlevi, raja Iran yang akhirnya digulingkan oleh revolusi Islam pada tahun 1979.  

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tiba untuk memberikan suara untuk pemilihan parlemen, di Teheran, Iran, 10 Mei 2024.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara kepada pers setelah memberikan surat suaranya dalam pemilihan presiden putaran kedua di Teheran pada 28 Juni 2024.
Sebuah foto yang dirilis kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 6 Maret 2023 menunjukkan Khamenei menyirami pohon yang baru ditanam di taman seusai upacara yang menandai minggu Sumber Daya Alam di Teheran.
Presiden Iran Ayatollah Ali Khamenei berdiri dengan seragam militer pada Oktober 1981.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menghadiri pertemuan dengan anggota parlemen di Teheran, Iran, 21 Juli 2024.

Namanya makin berkibar saat pemimpin Revolusi Islam 1979 Ayatollah Ruhollah Khomeini mengangkatnya sebagai pemimpin shalat Jumat di ibu kota Teheran. Khamenei akhirnya terpilih sebagai presiden Iran pada Oktober 1981 dan kembali terpilih pada tahun 1985.

Pada 1989, Khamenei dipilih oleh para pemuka agama sebagai penerus Ayatollah Ruhollah Khomeini yang meninggal pada usia 86 tahun. Dengan ideologi yang berapi-api, Khamenei dengan cepat mengubah Republik Islam. Ia mendirikan pemerintahan Muslim Syiah yang bertugas menyebarkan kemurnian agama Isalm.

Dalam perjalanannya, Khamenei memerintah jauh lebih lama dibandingkan Khomeini. Ia membangun Garda Revolusi, paramiliter yang menjadi bagian penting dalam menopang pemerintahannya.

Seseorang yang memegang ponsel yang menampilkan Post Truth Social oleh Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).

Garda tersebut menjadi raksasa militer dan bisnis serta menjadi pasukan paling elite di negara itu dan berpengaruh di seluruh sektor ekonomi Iran. Kemarahan atas kematian Mahsa Amini pada tahun 2022, yang ditahan karena tidak mengenakan jilbab wajibnya dengan benar saat ditahan dipenjara polisi, telah menimbulkan perlawanan terhadap pembatasan sosial di negeri itu.

Israel dan Iran juga terlibat saling serang secara langsung pada tahun 2025. Pertempuran berlangsung selama 12 hari dan berakhir ketika ada campur tangan Amerika Serikat.

Represi politik dan perekonomian yang lesu akhirnya memicu gelombang protes yang menjadi gerakan melawan pemerintahan Khamenei pada pergantian tahun lalu. Pada awal Januari, ratusan ribu orang berunjuk rasa di kota-kota di seluruh negeri. Banyak yang meneriakkan, ”Matilah Khamenei.”

Penduduk Iran menyambut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei saat tiba di Semnan, Iran, 8 November 2006.
Presiden Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Pakistan Muhammad Zia-ul-Haq, dan Perdana Menteri Mohammad Khan Junejo mendengarkan lagu kebangsaan pada 13 Januari 1986 setelah kedatangan Khamenei di Islamabad, Pakistan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengunjungi manuver militer oleh tentara, di provinsi barat daya Khouzestan, Iran, dekat perbatasan dengan Irak, 8 Desember 2004.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berbicara di bawah potret mendiang pendiri revolusioner Ayatollah Khomeini, dalam sebuah upacara pertemuan sekelompok pejabat, di Teheran, Iran, 8 Maret 2025.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (tengah) berbicara setelah memberikan persetujuan resminya kepada Presiden Mahmoud Ahmadinejad (kanan) dan disaksikan mantan Presiden Mohammad Khatami, dalam sebuah upacara di Teheran, 3 Agustus 2005.
Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor pemimpin tertinggi Iran, komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Jenderal. Qassem Soleimani (kanan) menyapa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei saat menghadiri upacara keagamaan, di Teheran, Iran, 27 Maret 2015.
Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor pemimpin tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (tengah), ditemani oleh komandan angkatan bersenjata, mengunjungi pameran pencapaian kedirgantaraan Garda Revolusi, di Iran, 19 November 2023.

Khamenei menanggapi dengan tindakan keras paling mematikan yang pernah terjadi dalam hampir 50 tahun pemerintahan ulama. Pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah kerumunan, menewaskan ribuan orang.

Kini, kematian Khamenei yang telah diamini media pemerintahannya menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Republik Islam.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji