Bencana di Sukabumi Tewaskan 8 Warga, Berdampak pada 39 Kecamatan

Dampak bencana alam hidrometeorologi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 39 kecamatan dan mengakibatkan 8 korban jiwa.

07 Des 2024 11:41 WIB · Lingkungan

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

BANDUNG, KOMPAS — Banjir bandang disertai tanah longsor terus meluas hingga 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini mengakibatkan 8 warga tewas dan 4 orang lainnya belum ditemukan.

Dari pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi hingga Sabtu (7/12/2024), daerah yang terdampak meningkat dari 34 kecamatan menjadi 39 kecamatan. Bencana yang berlangsung sejak Rabu lalu terjadi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pergerakan tanah.

Banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi selama dua hari. Rata-rata ketinggian air mencapai 1 meter hingga 2 meter.

”Total sebanyak 317 titik bencana di 39 kecamatan. Ratusan titik ini meliputi 137 titik longsor, 76 titik banjir, 21 titik angin kencang, dan 83 titik bencana pergerakan tanah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Barat Bambang Imanuddin di Sukabumi.

Aparat kepolisian dan warga mengevakuasi korban di salah satu lokasi banjir, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2024). Banjir dan longsor melanda 22 kecamatan di daerah tersebut.
Quote

Rata-rata para korban meninggal karena tertimpa longsoran tanah dan tenggelam saat banjir.

Bambang menuturkan, total 8 korban tewas. Enam korban sudah diketahui identitasnya, sedangkan dua korban lainnya masih ditelusuri. Identitas enam korban ini meliputi Daffa, Ade Wahyu, Elma Ayunda, Sahroni, Dadang, dan Euis.

Diketahui warga yang terdampak mencapai 3.153 keluarga atau 4.892 jiwa. Sebanyak 2.859 warga di antaranya mengungsi ke tempat yang aman. Sementara itu, sebanyak 1.254 rumah rusak dan 1.090 rumah terendam banjir.

Ada pula sebanyak 34 ruas jalan yang terputus serta 79 bangunan fasilitas umum yang terdampak, antara lain jembatan saluran air, tempat ibadah, dan sekolah. Sawah seluas 46 hektar juga terdampak bencana banjir.

”Rata-rata para korban meninggal karena tertimpa longsoran tanah dan tenggelam saat banjir. Proses pencarian empat korban lainnya masih berlangsung hingga kini,” katanya.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kunjungi lokasi pengungsian warga Sukabumi yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/12/2024).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyatakan, pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat di Kabupaten Sukabumi selama sepekan. Menurut Ade, bencana ini yang terparah di Kabupaten Sukabumi dalam sepuluh tahun terakhir.

Ia pun menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah membangun posko tanggap darurat di Pendopo Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Palabuhanratu. Para korban yang mengungsi sangat membutuhkan bantuan selimut, bahan makanan dan pakaian yang layak.

”Korban yang terdampak terus meningkat. Kami terus berupaya menyalurkan bantuan ke tempat pengungsian dan sejumlah kecamatan yang terisolasi, seperti Sagaranten,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan