Peringatan ke-24 tragedi serangan teroris 9/11 di Amerika.
11 Sep 2025 11:11 WIB · Internasional
Ribuan relawan bergantian bekerja sama mengemas makanan ke dalam kotak-kotak di atas kapal USS Intrepid yang telah diubah menjadi Museum Laut Udara dan Luar Angkasa di New York, Amerika Serikat, Rabu (10/9/2025). Jutaan makanan akan dibagikan ke warga di New York untuk memperingati Tragedi 9/11. Bagi sebagian masyarakat, tragedi serangan teroris terhadap World Trade Center atau WTC tahun 2001 di New York menimbulkan luka yang mendalam. Ribuan warga menjadi korban dalam tragedi itu.
Gerakan ini diawali dua sahabat David Paine dan Jay Winuk. Mereka mengajak orang lain untuk ikut serta dalam proyek sukarela dan pelayanan dalam rangka peringatan rutin serangan 11 September 2001. Tujuan mereka sederhana, mengubah hari penuh tragedi yang tak terbayangkan menjadi hari untuk berbuat baik.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/11/653af31a-d6e3-46d2-98ce-87e59629b6e9_jpg.jpg)
Tahun ini, kegiatan nasional dimulai hari Rabu (10/9/2025) ketika ribuan relawan mulai mengemas makanan untuk warga New York yang membutuhkan dalam suasana meriah di atas kapal USS Intrepid. Satu per satu mereka mengisi kantong plastik kecil dengan berbagai bahan makanan. Beras, sayuran kering, kacang lentil, garam, dan bumbu-bumbu lainnya dijadikan dalam satu kantong. Sementara seorang DJ memainkan lagu-lagu ceria.
Bagi Winuk, salah satu pendiri dan Wakil Presiden Eksekutif 9/11 Day, lembaga nirlaba yang menyelenggarakan acara tersebut, kegiatan ini adalah sebuah ritual. Awalnya ia bahkan tidak menyangka bahwa ajakannya akan disambut positif masyarakat.
Winuk kehilangan saudaranya, Glenn Winuk, pemadam kebakaran yang meninggal saat bertugas di hari tragedi itu. ”Hari ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengenang dan menghidupkan kembali perasaan dan perilaku kita semua sesaat setelah serangan,” kata Paine, Presiden 9/11 Day. Ia dengan saenang hati menerima ajakan Winuk saat itu. Gerakan ini diawali dengan keinginan untuk saling membantu.
Acara yang berlangsung dua hari ini bertujuan mengemas lebih dari 2 juta makanan bagi bank makanan lokal. Acara ini salah satu dari 25 proyek layanan sukarela berskala besar yang diselenggarakan di seluruh Amerika, termasuk di Atlanta, Boston, Chicago, Los Angeles, dan Seattle.
Secara keseluruhan, 9/11 Day memperkirakan sekitar 30 juta orang Amerika akan berpartisipasi dalam banyak bentuk pelayanan. Selain mengemas makanan, para relawan juga akan berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan makanan dan pakaian, bersih-bersih taman dan lingkungan, bank darah, dan kegiatan komunitas lainnya. Bagi mereka, tindakan kebaikan yang lebih kecil pun tetap berarti, seperti menyapa orang asing di jalan atau membukakan pintu untuk seseorang.
Yang menggembirakan, gerakan ini juga diikuti oleh puluhan juta penduduk yang lahir setelah serangan tahun 2001. Ini adalah salah satu cara menyatukan negara dengan cara yang sangat sederhana. Hal itu seperti dikatakan John Danyliouk (25 tahun) yang menjadi salah satu relawan. Ini adalah keterlibatan Danny dalam program ini. Ia tahu kejadian 9/11 saat ibunya bercerita tentang trauma yang dialami saat tinggal di Manhattan saat itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/11/677350b0-4b6a-4553-8001-c63f9f19de25_jpg.jpg)
Mengubah peringatan 9/11 dari hari tragedi menjadi keinginan untuk berbuat baik menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk terlibat dalam program mulia ini. (AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto