Abdullah Husain dinobatkan Pemain Terbaik Bulan Ini edisi perdana Liga Kompas 2024-2025. Mimpi Husain menyamai jejak karier idolanya, Rizky Ridho.
19 Jan 2025 18:51 WIB · Olahraga
Komitmen Liga Kompas Powered by BRI untuk melahirkan talenta untuk tim kelompok umur Indonesia terus terjaga di musim 2024-2025. Setelah satu bulan berjalan yang melewati empat pekan, talenta unggul pesepak bola muda pun mulai bermunculan.
Salah satu nama yang mencuri perhatian Tim 11, para pemandu bakat, ialah performa bek tengah Young Warrior, Abdullah Husain Putra Ryansyah. Husain dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulan Ini edisi Desember 2024.
Pemain bernomor punggung lima itu adalah sosok kunci bagi performa Young Warrior bisa konsisten berada di papan atas, tepatnya peringkat ketiga.
Dalam empat pekan awal, Young Warrior sempat menjadi salah satu dari tiga tim yang mampu tampil sempurna meraih kemenangan. Catatan itu dicapai bersama dua tim lain, yakni Persigawa dan Babek Soccer School.
Dalam empat pertandingan itu, Husain tampil dengan peran multiguna untuk timnya. Ia mengemban tugas sebagai kapten. Itu menunjukkan jiwa kepemimpinannya.
Pada laga pekan keenam, Minggu (19/1/2025), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Husain kembali menunjukkan kepemimpinannya di garis pertahanan Young Warrior.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/19/b28ef64f-a9c1-47fd-b3a4-89be0eb9ce5f_jpg.jpg)
Kondisi itu membuat lawan mereka, Pelita Jaya Soccer School, gagal menciptakan peluang emas selama permainan berdurasi 2 x 30 menit. Laga itu dimenangi Young Warrior, 2-0.
”Kami melihat ada sikap sebagai pemimpin dan mentalitas yang kuat dimiliki Husain. Ia memiliki potensi menjadi pemain besar di masa depan,” ucap Dede Sulaeman, salah satu anggota Tim 11 Liga Kompas.
Husain mengakui kemampuannya mengatur pertahanan serta ketenangan merupakan modalnya nyaman untuk bermain sebagai tembok pertahanan. Meskipun bukan tipe bek berpostur tinggi menjulang karena hanya memiliki postur sekitar 1,68 meter, Husain bisa mengimbangi itu dengan penempatan posisi dan kecepatan yang mumpuni untuk meredam penyerang lawan.
”Saya berusaha untuk terus meningkatkan ketenangan dan pemahaman taktik untuk semakin baik menjadi bek,” kata Husain seusai laga.
Husain telah menunjukkan tipe sebagai bek modern. Ia membantu timnya tampil kokoh dengan kehadirannya.
Dalam lima laga Husain bermain, Young Warrior hanya kemasukan tiga gol. Pada pertandingan melawan Pelita Jaya, Young Warrior mencatatkan nirbobol. Bahkan, pemain lawan tidak mampu menghasilkan satu pun tembakan mengarah ke gawang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/19/6184676c-d168-45de-a881-804685e47809_jpg.jpg)
Ketika Husain absen pada laga pekan kelima, 12 Januari lalu, Young Warrior gagal menang. Mereka kebobolan tiga kali pada pertandingan yang berakhir 3-3 kontra Cipta Cendikia.
Tidak hanya memberikan jaminan pertahanan kokoh bagi timnya, Husain juga mengemban tugas krusial bagi serangan Young Warrior. Ia adalah inisiator dari proses awal serangan Young Warrior yang mengandalkan build-up lewat bola-bola pendek dari lini belakang.
Tak heran, Husain adalah pemain Young Warrior yang paling sering menyentuh bola dan menciptakan operan. Ia akan menentukan arah serangan timnya, baik mengawali ancaman dari lini tengah maupun mengandalkan serangan dari kedua sisi sayap.
Selain itu, Husain juga mengakhiri kebuntuan timnya menghadapi Pelita Jaya. Ia mencetak gol sundulan memanfaatkan situasi tendangan bebas di awal babak kedua, yakni pada menit ke-43.
Kemenangan Young Warrior dikunci oleh sepakan gelandang pengganti, Muhammad Gumilang Alfahriza, pada menit ke-57.
”Saya senang bisa mencetak gol untuk menbantu tim menang. Semoga kami bisa terus menang di laga-laga selanjutnya,” kata Husain.
Husain bertekad, kesempatan bermain di Liga Kompas edisi 2024-2025 dapat mengasah kemampuannya dalam setiap pertandingan. Menurut Husain, kekurangan yang masih wajib dibenahinya adalah ketenangan ketika menguasai bola.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/15/73cf3e30-9d9b-4c48-a362-cb14b786085f_jpg.jpg)
Pada pertandingan menghadapi Pelita Jaya, ia sempat melakukan satu kesalahan operan pada awal babak pertama. Meskipun seiring berjalannya pertandingan penampilannya kian paripurna, Husain tak ingin lagi membuat kesalahan.
”Saya menyadari betapa penting peran saya untuk meredam serangan lawan dan memulai permainan tim. Saya berharap bisa meminimalkan melakukan kesalahan,” katanya.
Dede menambahkan, Husain berpeluang menjadi pemain belakang berkarakter lengkap di masa mendatang. Kata Dede, Husain memiliki segalanya untuk menjalani peran pemain belakang yang sesuai dengan perkembangan sepak bola saat ini.
”Dia masih memiliki waktu untuk berkembang, terutama dari postur tubuhnya. Kuncinya, ia tidak boleh berpuas diri dan harus tetap bekerja keras untuk mencapai potensi maksimalnya,” tutur Dede, mantan pemain tim nasional Indonesia.
Husain pun memiliki mimpi besar. Mimpinya adalah mengikuti jejak karier gemilang idolanya di level klub dan timnas Indonesia.
”Saya ingin seperti Rizky Ridho,” ucapnya menutup obrolan singkat dengan Kompas.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto