Tak hanya di timnas Indonesia, tim Liga Kompas U-14 juga sudah mendidik pemain bermain dengan tiga bek sejajar. Hal itu demi menopang gaya menyerang dari belakang.
29 Des 2024 16:30 WIB · Olahraga
Dalam satu tahun terakhir, tim Indonesia yang dimulai U-17, U-20, U-23, hingga senior kompak menggunakan pakem formasi tiga bek tengah sejajar. Hasilnya, sejumlah capaian bersejarah terukir selama 2024. Tim-tim Liga Kompas Gramedia U-14 Powered by BRI musim 2024-2025 pun tak ketinggalan mulai beradaptasi untuk mengikuti tren itu.
Serupa dengan tim nasional, tim-tim di Liga Kompas U-14 menggunakan pola beragam dengan taktik tiga bek tersebut. Ada tim yang menerapkan taktik 3-4-3, lalu ada pula menggunakan 3-5-2.
Permainan dengan tiga bek sejajar membuat setiap tim setidaknya memiliki keunggulan kuantitas pemain di lini pertahanan. Demi mengantisipasi transisi positif lawan, tiga pemain sudah bersiaga di sepertiga pertahanan tengah lapangan untuk meredam serangan lawan.
Kemudian, lima pemain akan menjaga garis pertahanan terakhir saat lawan mengurung pertahanan. Bantuan dua pemain sayap untuk turun membantu trio bek tengah membuat pertahanan sebuah tim kian berlapis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/2762479fe49faee74438244c733577b6-WhatsApp_Image_2024_12_29_at_15.38.49.jpeg)
Keunggulan formasi tiga bek itu tidak hanya hadir dalam situasi bertahan. Pada proses membangun serangan dari belakang, salah satu dari tiga bek itu akan memiliki peran sebagai ball-playing defender yang menjadi pemain pemulai serangan timnya. Ia akan menentukan distribusi bola dalam permulaan serangan.
Dua rekan bek tengah lainnya bisa membuka ruang untuk menjadi opsi operan. Keduanya pun bisa mengamankan zona pertahanan ketika bek yang menguasai bola fokus membantu serangan hingga menyentuh wilayah para gelandang.
Betapa krusialnya peran bek tengah yang menginisiasi serangan itu tak heran sejumlah tim menempatkan kapten mereka di posisi itu. Persigawa, tim yang selalu menang di tiga pekan awal Liga Kompas U-14 2024-2025, mengandalkan Dek Mang Pamungkas di posisi penting itu.
Pada gim pekan ketiga, Minggu (29/12/2024), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, melawan Bina Taruna, Dek bermain di sisi tengah dalam formasi trio bek dan ban kapten melilit di lengan kirinya. Persigawa jalani sepak mula dengan formasi 3-5-2.
Dek menjadi sosok penting bagi perjalanan Persigawa pada awal musim ini yang tampil sempurna dan baru kemasukan dua gol. Ia mampu melakukan koordinasi pertahanan dengan baik bersama dua rekannya di lini belakang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/67b0f2cf68a0880ecefacc8771bec2de-WhatsApp_Image_2024_12_29_at_15.40.05.jpeg)
Ketika bola dikuasi oleh timnya, Dek yang menjadi pemulai serangan. Berbeda dengan mayoritas tim lain di Liga Kompas U-14 musim ini, Persigawa adalah tim yang sabar membangun serangan melalui operan pendek dari zona pertahanan. Kedisiplinan gaya bermain itu tak lepas dari peran Dek yang bernomor punggung 15. Performa itu membantu Persigawa unggul 2-1.
”Bermain dengan tiga bek memudahkan ketika bermain menyerang seperti kami alami di babak pertama. Kami punya keunggulan di lini tengah,” kata Dek.
Dalam perjalanan laga, formasi 3-5-2 yang dijalankan Persigawa juga bisa berevolusi menjadi 4-3-3 ketika menerapkan taktik serangan balik di babak kedua. Alih-alih berduel dengan lini tengah Bina Taruna yang lebih baik setelah turun minum, Pelatih Persigawa Al Ajri fokus memanfaatkan sayap-sayap cepat mereka untuk melakukan fast-break.
Sayang, taktik reaktif itu tidak berjalan karena mayoritas pemain Persigawa telah kelelahan menghadapi tekanan Bina Taruna dan sengatan panas matahari.
”Situasi serba sulit di babak kedua. Kami berusaha menjaga fokus untuk mempertahankan keunggulan,” ucap Dek.
Bermain dengan tiga bek memudahkan ketika bermain menyerang seperti kami alami di babak pertama. Kami punya keunggulan di lini tengah.
Muhammad Azzam Khorul Azmi, bek BMIFA, juga menjadi sosok penting bagi raihan kemenangan kedua timnya di Liga Kompas U-14 musim ini. Ia menjaga gawang BMIFA nirbobol berkat kemenangan mutlak 3-0 atas Pelita Jaya Soccer School (SS).
BMIFA dan Pelita Jaya tampil sama-sama dengan formasi tiga bek. BMIFA turun dengan taktik dasar 3-5-2, sedangkan Pelita Jaya menurunkan 3-4-3.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/3e66cb7b8455d7228f63e5771970ff09-WhatsApp_Image_2024_12_29_at_15.35.00.jpeg)
Kedisiplinan pertahanan BMIFA yang dikomando Azzam menjadi pembeda pertandingan. Tiga bek BMIFA tidak pernah keluar dari posisi mereka seharusnya. Azzam dan dua rekannya bergerak seirama dalam bertahan dan menyerang.
Azzam merasa lebih nyaman bermain dengan tiga bek dibandingkan taktik duet bek tengah. Pasalnya, Azzam yang berposisi di sisi tengah mendapatkan bantuan dari dua temannya, begitu pun sebaliknya.
”Kami merasa aman karena bisa saling back-up satu sama lain. Dalam situasi tertentu, dua bek tengah bisa saling membantu untuk mengantisipasi penyerang lawan yang mengancam,” ujar Azzam yang mengenakan nomor punggung 18.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/df13f62ce4acd91c071177a47469ba56-WhatsApp_Image_2024_12_29_at_15.35.31.jpeg)
Pelatih Pelita Jaya SS Elly Idris juga menggunakan formasi tiga bek sebagai fondasi timnya di Liga Kompas U-14 musim ini. Ia mengotak-atik formasi dengan 3-4-3 atau 3-5-2.
”Saya menerapkan formasi menyesuaikan kualitas pemain yang kami miliki. Saya anggap formasi tiga bek itu yang ideal untuk kami meski masih banyak hal yang mesti kami tingkatkan agar bermain semakin baik di laga selanjutnya,” tutur Elly yang pernah menangani Persita Tangerang dan eks pemain timnas Indonesia era 1980-an hingga awal 1990-an.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/ae715cc6ce8fc8d0f71115c7d84f638e-WhatsApp_Image_2024_12_29_at_15.36.30.jpeg)
Meskipun baru berjalan tiga pekan, Liga Kompas U-14 2024-2025 sudah menampakkan diri sebagai kompetisi usia dini untuk mempersiapkan pemain demi menjadi opsi bagi tim Indonesia yunior.
Penulis:
muhammad ikhsan maharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto