Abnormalitas Penjaga Gawang Derbi Manchester

Guardiola berniat mencoba kiper baru, saat Amorim lebih berhati-hati. Faktor Donnarumma dan Lammens, serta status debutan derbi akan menentukan duel City versus MU.

13 Sep 2025 15:03 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, SABTU — Peran penjaga gawang biasanya sering dikesampingkan. Namun, keabnormalan muncul menjelang laga Manchester City versus Manchester United. Sosok kiper di dua sisi gawang menjadi sorotan terbesar. Akibat perombakan skuad, selain dilema pemilihan pemain, seluruh kiper akan berstatus debutan dalam derbi.

Walaupun sekota, City dan MU nyaris selalu berseberangan. Saat berjaya, City akan menertawakan tim rival. Begitu pun sebaliknya. Berbeda dengan di awal musim ini, kedua tim berbagi rasa gundah soal posisi penjaga gawang. Mereka tidak puas dengan penampilan kiper utama, yaitu Ederson Moraes (City) dan Andre Onana (MU).

Ketidakpuasan itu memicu aktivitas di hari tenggat jendela transfer. Moraes dan Onana dilepas ke klub lain. Lalu, City mendatangkan kiper bintang Paris Saint-Germain Gianluigi Donnarumma. MU merekrut kiper muda tim nasional Belgia Senne Lammens. Semua demi perbaikan dari bawah mistar gawang.

Bagi City dan MU, derbi Manchester seperti datang di waktu yang kurang tepat. Duel berlangsung setelah jeda internasional, pada Minggu (14/9/2025) pukul 22.30 WIB di Stadion Etihad, Manchester. Kedua manajer dihadapkan dengan dilema di posisi kiper, antara mencoba hal baru atau bermain aman dengan penjaga gawang sebelumnya.

Quote

Saya tidak akan meminta Gigi (Donnarumma) melakukan sesuatu yang tidak nyaman untuknya. Kami tidak memintanya jadi seperti Ederson.

Pep Guardiola, Manajer City, terdengar seperti akan memberikan debut untuk Donnarumma. Sebab, saat ditanya soal kiper lainnya, James Trafford, dia langsung membahas soal urgensi kedalaman skuad untuk menghadapi jumlah laga yang sangat banyak di musim ini. ”Saya hanya bisa memainkan satu kiper,” ujarnya.

Donnarumma, yang baru saja meraih trofi Liga Champions, tidak perlu diragukan dari sisi kualitas. Namun, penjaga gawang timnas Italia itu akan bermain di tim dan negara baru dengan laga pertama yang sangat besar. Adaptasi juga menjadi kekhawatiran terbesar Guardiola sebab City selalu mengandalkan Ederson sejak musim 2017-2018.

Kiper Paris Saint-Germain Gianluigi Donnarumma (tengah) melompat untuk melakukan penyelamatan saat melawan Arsenal pada laga kedua semifinal Liga Champions Kamis (8/5/2025) dini hari WIB di Stadion Parc des Princes, Paris. PSG menang 2-1 pada laga itu dan berhak maju ke final.

“Saya tidak akan meminta Gigi (Donnarumma) melakukan sesuatu yang tidak nyaman untuknya. Kami tidak memintanya jadi seperti Ederson. Itu bukan soal membandingkan satu sama lain, melainkan mereka memang berbeda (tipe). Dia sangat besar dan tinggi. Itulah yang akan kami dapat, presensinya yang besar,” kata Guardiola.

Ederson merupakan tipe kiper “penyapu” yang lebih modern. Dia sering berlari keluar kotak penalti untuk membantu para pemain bertahan. Saat penguasaan bola, dia sangat nyaman mengirimkan umpan-umpan lebih berisiko dari belakang. Donnarumma lebih tradisional, tidak sering improvisasi dengan menggunakan kaki.

Berbanding terbalik dengan tuan rumah, pelatih Ruben Amorim lebih berhati-hati. Dia memastikan, kiper Altay Bayindir yang sudah dipercaya sejak awal musim akan kembali tampil di Etihad. Baginya, Lammens yang baru 23 tahun dan berasal dari Liga Belgia, masih butuh waktu adaptasi.

”Kami sangat senang, dia (Lammens) adalah kiper yang sangat potensial, tetapi Altay akan melanjutkan (tugasnya). Ini adalah liga yang berbeda dan negara yang berbeda. Kami berusaha menemukan konsistensi itu, terutama dalam latihan dan (penggunaan) bola. Baru setelah itu, mereka akan bertarung untuk posisi utama,” jelas Amorim.

Menariknya, semua penjaga gawang City ataupun MU akan berstatus debutan di derbi Manchester. Dari keempat kiper yang tersedia, hanya Bayindir yang tidak berstatus pemain baru. Meskipun begitu, selama dua musim di MU, Bayindir belum pernah dipercaya tampil dalam derbi. Adapun derbi selalu lebih intens dibanding laga biasa.

Walaupun sudah kemasukan empat gol dari tiga laga dan belum pernah mencatat nirbobol, penampilan Bayindir cukup solid sejauh ini. Dia bisa memberikan kenyamanan lebih untuk para pemain bertahan MU, apalagi dibandingkan Onana. Namun, kecanggungan Bayindir dalam situasi bola mati berpotensi dieksploitasi City.

Manchester United's Turkish goalkeeper #01 Altay Bayindir clears under pressure from Newcastle United's Italian midfielder #08 Sandro Tonali (L) during the English Premier League football match between Newcastle United and Manchester United at St James' Park in Newcastle-upon-Tyne, north east England on April 13, 2025. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Amorim berharap, ”Setan Merah” memiliki kiper yang bisa diandalkan dalam jangka panjang, seperti sosok legendaris Edwin van der Sar. Onana, dibeli pada musim panas 2023, sebenarnya diproyeksikan untuk menjadi andalan MU selama bertahun-tahun ke depan. Namun, dia hanya bertahan dua musim karena terjebak inkonsistensi.

Selain persoalan kiper, City dan MU sebenarnya juga belum terlalu siap dari penampilan keseluruhan. Kedua tim memulai musim dengan kurang baik. City mengalami dua kekalahan beruntun sebelum jeda internasional, sementara MU baru menang atas tim promosi Burnley dalam tiga laga awal Liga Inggris.

Guardiola menghadapi situasi lebih tidak menguntungkan. Dia akan menghadapi Amorim yang merupakan ”kryptonite” baginya pada musim lalu. Dalam tiga pertemuan terakhir kedua pelatih, Guardiola tidak pernah menang dan kalah dua kali. Amorim mengalahkan Guardiola dengan dua tim, MU (2-1) dan Sporting CP (4-1).

Tim tuan rumah juga diganggu dengan badai cedera. Banyak pemain utama terpaksa menepi, antara lain Omar Marmoush, Rayan Ait Nouri, dan Rayan Cherki. Meskipun begitu, kualitas skuad Erling Haaland dan rekan-rekan masih lebih unggul dibandingkan tim tetangga yang hanya jadi bayangan selama satu dekade terakhir. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase