Di perayaan HUT Ke-17 Gerindra, Prabowo Subianto kembali berterima kasih kepada Joko Widodo atas dukungan terhadap dirinya di Pilpres 2024.
15 Feb 2025 11:49 WIB · Politik & Hukum
BOGOR, KOMPAS — Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan sejumlah elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P turut hadir dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025) pagi.
Pada agenda partai politik yang dipimpin Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto itu, hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan putra sulung Jokowi. Tak hanya itu, putra bungsu dan menantu Jokowi, yakni Kaesang Pangarep dan Bobby Afif Nasution, juga hadir dalam acara tersebut.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo hadir ke Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mengenakan kemeja safari putih dan celana hitam, senada dengan para kader Gerindra yang mengenakan kemeja putih dan celana krem.
Jokowi duduk di barisan depan, tepat di sebelah kanan Prabowo Subianto, Presiden ke-8 RI sekaligus Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Sementara tempat duduk di kiri Prabowo, diduduki oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/15/7e0deb8d5ba455777b1a5ac4e94d0015-IMG_20250215_WA0006.jpg)
Berada di barisan terpisah, tampak pula Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Tak hanya itu, hadir pula Gubernur Sumatera Utara terpilih, Bobby Afif Nasution, yang merupakan menantu Jokowi.
Di antara Jokowi dan anggota keluarganya yang hadir pagi itu, hanya Bobby yang sudah resmi menjadi bagian dari Gerindra. Bobby telah menjadi kader partai tersebut. Dalam perayaan HUT ke-17 Gerindra, Bobby pun menjadi salah satu petugas yang membacakan dokumen ”Jati Diri Partai Gerindra”.
Saat menyampaikan pidatonya, Prabowo secara khusus menyapa Jokowi. Tak hanya itu, ia pun mengungkapkan, keterpilihan dirinya sebagai Presiden ke-8 RI tidak terlepas dari dukungan partai-partai politik (parpol) anggota KIM. Tak hanya itu, ia juga didukung oleh Jokowi.
”Keberhasilan saya itu karena didukung oleh Pak Jokowi,” kata Prabowo yang disambut tepuk tangan para kader Gerindra. Kelompok paduan suara dan grup band pengiringnya pun langsung memainkan lagu dengan lirik berisi ucapan terima kasih pada Jokowi.
Dukungan Jokowi, kata Prabowo, tidak hanya saat Pilpres 2024. Setelah terpilih pun, Jokowi disebut membantunya untuk mempersiapkan transisi pemerintahan.
Contohnya, mendirikan Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum Prabowo dilantik pada 20 Oktober 2024. BGN merupakan institusi yang berperan vital menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis, program prioritas Prabowo-Gibran.
”Karena itu, transisi pemerintahan kemarin berjalan mulus. Bukan hanya di Indonesia, itu transisi pemerintahan yang paling mulus dalam sejarah dunia,” kata Prabowo.
Selain Jokowi dan keluarga, hadir pula para ketua umum dan petinggi parpol ke perayaan HUT ke-17 Gerindra. Tidak hanya para anggota KIM Plus, tetapi juga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), satu-satunya partai politik yang berada di luar pemerintahan. PDI-P diwakili oleh Wakil Bendahara Umum PDI-P Olly Dondokambey dan Ketua DPP PDI-P Said Abdullah.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, kehadirannya tak sebatas representasi dukungan terhadap eksistensi Gerindra, Gerindra dan Prabowo harus bisa sukses membawa Indonesia menjadi negara maju. Oleh karena itu, ia pun sepakat bahwa koalisi pemerintahan yang sudah terbentuk saat ini perlu terus dipertahankan hingga 2029.
Senada dengan Muhaimin, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga mengatakan, memasuki bulan keempat pemerintah memang menghadapi sejumlah dinamika dan tantangan. Akan tetapi, ada pula peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kerja pemerintah.
”Tentunya, itu membutuhkan kerja sama yang kukuh, soliditas dari semua parpol pendukungnya,” kata Agus Harimurti.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
A. Ponco Anggoro