Perjuangan LKG BRI Indonesia di Piala Gothia 2025 dimulai, Senin (14/7/2025) ini. Ambisi pemain tampil tanpa cela di tiga gim babak penyisihan.
13 Jul 2025 20:29 WIB · Olahraga
GOTHENBURG, KOMPAS — Tim LKG BRI Indonesia memanfaatkan masa adaptasi cuaca dan lapangan selama Minggu (13/7/2025). Mulai Senin (14/7/2025), persaingan di Piala Gothia 2025 dimulai yang diawali dengan laga perdana babak penyisihan dan upacara pembukaan.
”Laskar Kera Sakti” menjalani laga pertama Grup 29 Boys15 (B15) Piala Gothia 2025 dengan menghadapi tim tuan rumah, AFC Eskilstuna, Senin pukul 16.50 WIB, di Lapangan Kviberg 14, Kvibergsvagen, kota Gothenburg.
LKG BRI Indonesia akan menjalani dua pertandingan di Arena Kviberg yang memiliki 22 lapangan. Kawasan itu merupakan pusat pertandingan terbanyak di Piala Gothia 2025, sebab tidak ada kompleks pertandingan lain yang memiliki lebih dari 10 lapangan.
Selain laga perdana, LKG BRI Indonesia juga akan menjalani gim pamungkas Grup 29 di Kviberg, tepatnya lapangan 15.
Jika lolos ke babak gugur sebagai juara Grup 29, Laskar Kera Sakti akan menjalani dua laga awal fase gugur juga di Kviberg. Gim babak 64 besar akan berlangsung di Lapangan Kviberg 25, kemudian babak 32 besar bakal digelar di Lapangan Kviberg 21. Dua pertandingan itu digelar pada Kamis (17/7/2025).
Dalam proses adaptasi, 18 pemain LKG BRI Indonesia mengunjungi kompleks Lapangan Kviberg, Minggu. Mereka melakukan pengenalan lapangan dengan berjalan mengitari lapangan serta melakukan latihan santai dengan bola.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/13/3a7e77b973ca1946ae9c7d5184faed32-IMG_6141.jpeg)
Pengenalan lapangan tidak hanya dilakukan untuk Lapangan Kviberg 14 untuk laga pertama, tetapi juga dilaksanakan untuk tiga lapangan lain yang berpotensi besar menjadi tempat berlaga para pemain terbaik Liga Kompas U-14 Powered by BRI musim 2024-2025.
”Sudah tidak sabar untuk bermain. Lapangan bagus. Semoga kami bisa tampil baik dan meraih kemenangan di sini (Kviberg),” ujar gelandang bertahan M Hazwan Haidar di sela berjalan di Arena Kviberg.
Hazwan pun bertekad untuk bermain tanpa cela. Tim pelatih memberi Hazwan catatan karena menerima kartu kuning pada pertandingan uji coba menghadapi Dewa United U-16 dan Persija Jakarta U-15.
”Saya akan bermain lebih hati-hati agar tidak merugikan tim,” ucap Hazwan yang berasal dari Persigawa.
Hal serupa juga disampaikan Fazil Darvesh, kiper. Ia berdiri di setiap gawang pada empat lapangan yang dikunjungi skuad Laskar Kera Sakti di Kviberg.
Fazil dan kiper lainnya, Fikri Pratama Gunawan, juga melompat untuk mengetes ketinggian gawang. Mereka berusaha menjangkau mistar gawang.
”Permukaan lapangan di sekitar gawang membantu kami untuk bisa beraksi menjaga gawang,” ucap Fazil yang membela Oneway Soccer School di Liga Kompas U-14 2024-2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/13/9422fdfe50644b886771efb45a8f2a41-IMG_6124.jpeg)
Selain Arena Kviberg, LKG BRI Indonesia juga mendatangi lokasi pertandingan kedua, yaitu Lapangan Vallhamra, Savedalen, Gothenburg.
Berbeda dengan Arena Kviberg yang bisa dijangkau dengan trem, menuju Vallhamra harus menggabungkan perjalanan dengan trem dari pusat kota ke daerah permukiman warga yang berjarak sekitar 25 menit.
Pelatih Kepala LKG BRI Indonesia Tb Wahyudin Syah menambahkan, anak asuhannya juga telah menjalani latihan kondisi pada Minggu pagi waktu setempat. Para pemain diberi menu latihan berlari di arena lapangan seputar asrama tim di Gomlestadsskolan, sekolah dasar di Gothenburg.
Ia menuturkan, kondisi seluruh pemain cukup baik. Wahyu yakin semua pemain siap tempur untuk menjalani pertandingan pertama.
”Tidak ada kendala yang dihadapi pemain satu hari menjelang pertandingan di Piala Gothia 2025. Semoga seluruh persiapan selama ini bisa dieksekusi dengan baik oleh pemain di pertandingan sesungguhnya,” kata Wahyu.
Selain sejumlah tim juga melakukan uji coba Lapangan Kviberg, wasit dan asisten wasit Piala Gothia 2025 juga melakukan pembekalan akhir di Lapangan Kviberg. Puluhan perangkat pertandingan mendapat pembekalan berbeda.
Para wasit umumnya diberikan pemahaman untuk penempatan posisi hingga melakukan simulasi pengambilan keputusan di pertandingan. Adapun asisten wasit diuji untuk ketepatan mereka mengangkat bendera, lalu ketepatan pemosisian mereka mengikuti arah bola dalam laga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/13/b6160d7a34e4c191db70bd333f9ffd34-IMG_6094.jpeg)
Selain itu, para pemain juga mempersiapkan diri untuk menyajikan nuansa Indonesia pada upacara pembukaan yang bakal berlangsung di Stadion Ullevi, Senin pukul 20.00 waktu setempat atau Selasa (15/7/2025) pukul 00.00 WIB.
Kostum adat Bali yang dikenakan akan dilengkapi dengan menyanyikan lagu-lagu populer saat ini di Indonesia. Sejumlah lagu yang bakal dinyanyikan pemain pada parade upacara pembukaan di antaranya ”Gemu Fa Mi Re”, ”Rungkad”, dan ”Stecu Stecu”.
Parade itu akan dimulai dengan seluruh kontingen peserta berasal dari 74 negara di kawasan Heden yang menjadi pusat aktivitas Piala Gothia 2025. Kantor penyelenggara, pusat media, area informasi, toko cendera mata, arena hiburan, restoran, hingga lapangan pertandingan tersedia di Heden.
Para kontingen akan berjalan kaki sekitar 600 meter dari Heden menuju Stadion Ullevi. Upacara pembukaan akan disiarkan secara langsung di aplikasi Piala Gothia.
”Kalau dari jadwal, Senin agenda kami sudah padat. Namun, kami sangat bersemangat jadi peserta di Piala Gothia 2025 untuk membawa nama Indonesia,” kata Milito Setiawan Sitompul, gelandang bertahan yang berasal dari Babek Soccer School, juara Liga Kompas U-14 2024-2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/13/d06210808bd340d94466f83413917e3c-IMG_6024.jpeg)
Pada Minggu, persiapan akhir juga tengah dilakukan di kawasan Heden. Lapangan SKF Arena ditutup untuk penataan akhir tribune stadion dan pembersihan lapangan jelang hari pertama laga.
Sekitar belasan tenda milik sponsor Piala Gothia 2025 sudah membuka dan bisa dikunjungi oleh pengunjung. Kafe yang menyediakan kopi dan makanan ringan juga sudah dibuka.
Penulis:
Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, SwediaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto