Adaptasi Mulus Iga Swiatek Antar ke Semifinal Pertama Wimbledon

Iga Swiatek akan bertemu petenis Swiss, Belinda Bencic, yang juga pertama kali menembus semifinal Wimbledon.

10 Jul 2025 04:37 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

LONDON, RABU — Petenis putri Polandia, Iga Swiatek, mencapai semifinal Wimbledon untuk pertama kalinya berkat adaptasi mulus di lapangan rumput. Swiatek akan bertemu petenis Swiss, Belinda Bencic, yang juga pertama kali menembus semifinal Wimbledon dalam pertemuan perdana mereka di babak empat besar turnamen apa pun.

Iga Swiatek melaju ke semifinal setelah meraih kemenangan 6-2, 7-5 atas unggulan ke-19, Liudmila Samsonova, di All England Club, London, Inggris, Rabu (9/7/2025). Meskipun hanya dua set, kemenangan Swiatek dalam pertandingan yang memakan waktu 1 jam 49 menit itu tak dapat dikatakan mudah.

Swiatek sempat memimpin dengan selisih satu set dan 3-0 di set kedua melawan Samsonova, yang tampil di perempat final Grand Slam pertamanya. Namun, tak lama kemudian, skor berubah menjadi 4-4, lalu 5-5 setelah beberapa servis yang tidak konsisten dari Swiatek.

Namun, Swiatek tampaknya berada di puncak performa pada waktu yang tepat. Mantan petenis nomor satu dunia ini menunjukkan kualitasnya dengan mematahkan servis lawan pada kedudukan 6-5 untuk menuntaskan pertandingan dengan kemenangan.

”Meskipun saya berada di tengah-tengah turnamen, saya sudah merinding setelah kemenangan ini. Saya sangat senang dan sangat bangga pada diri saya sendiri,” kata Swiatek.

TENNIS-GBR-WIMBLEDON

Swiatek adalah juara Grand Slam lima kali dengan empat gelar di antaranya diraih di lapangan tanah liat Perancis Terbuka dan satu lagi di lapangan keras AS Terbuka. Ia juga dua kali menjadi semifinalis di lapangan keras Australia Terbuka.

Lapangan rumput All England Club selalu menjadi tantangan terbesar Swiatek sebagai petenis profesional. Meski pernah meraih gelar juara kategori yunior pada 2018, ia kesulitan meraih pencapaian yang sama saat naik level.

Dalam lima penampilannya di Wimbledon putri sebelum tahun ini, pencapaian terbaik Swiatek adalah perempat final pada 2023. Setahun setelahnya, Swiatek bahkan tersingkir pada babak ketiga.

Di antara empat Grand Slam, hanya di Wimbledon-lah Swiatek tak pernah mencapai semifinal. Untuk itu, petenis berusia 24 tahun ini bersiap lebih matang tahun ini.

Swiatek melakukan adaptasi untuk peralihan dari lapangan tanah liat ke lapangan rumput di WTA 500 Bad Homburg di Jerman, 22-28 Juni. Di turnamen itu, Swiatek keluar sebagai runner-up.

Meski gagal keluar sebagai juara, Swiatek menembus final pertamanya pada ajang apa pun dalam lebih dari setahun. Paceklik gelar ini membuat Swiatek turun dari peringkat pertama dan diunggulkan menjadi peringkat ke-8 di All England Club.

APTOPIX Britain Wimbledon Tennis

Lebih penting lagi, Swiatek mampu beradaptasi dengan mulus di lapangan rumput. Ini jadi modal berharganya saat berlaga di Wimbledon.

”Saya, tentu saja, merasa telah bekerja keras untuk berkembang di lapangan ini. Jadi tahun ini, saya merasa saya bisa terus berlatih dan berlatih dengan diri saya sendiri. Saya akan terus melakukannya,” tutur Swiatek.

”Saya akan memulihkan diri hari ini, berusaha untuk tidak merayakan secara berlebihan, tetapi fokus pada pertandingan berikutnya,” ujarnya lagi.

Pada semifinal Kamis (10/7/2025), Swiatek akan menghadapi Belinda Bencic untuk memperebutkan tiket ke partai puncak. Laga semifinal lainnya mempertemukan unggulan pertama, Aryna Sabalenka, melawan unggulan ke-13, Amanda Anisimova.

Bencic melaju ke semifinal setelah mengalahkan unggulan ke-7 turnamen, Mirra Andreeva (Rusia), 7-6 (3), 7-6 (2). Bencic, yang berusia 28 tahun atau satu dekade lebih tua dari Andreeva, berkompetisi di turnamen besar keduanya sejak kembali berlaga setelah melahirkan anak pertama pada April 2024.

Motivasi petenis dan ibu

Bencic merupakan salah satu dari sembilan ibu dalam undian tunggal Wimbledon, tetapi satu-satunya yang masih bersaing. Bencic absen di Wimbledon tahun lalu karena cuti hamil dan kembali berkompetisi Oktober 2024.

Ini jadi comeback gemilang Bencic dengan mengalahkan Andreeva. Lawan Bencic berusaha menjadi petenis putri berusia 18 tahun pertama yang mencapai semifinal Wimbledon sejak Maria Sharapova pada 2005.

TOPSHOT-TENNIS-GBR-WIMBLEDON

Dalam upayanya itu, Andreeva didukung performa bagus dengan tak pernah kehilangan satu set pun dalam empat pertandingan dan telah bermain satu set dengan skor 4-4. Namun, Bencic juga datang dengan pengalaman lebih banyak dan motivasi lebih besar, terutama setelah gagal melewati babak 16 besar dalam delapan partisipasi sebelumnya.

Kini, Bencic menjadi semifinalis putri dari Swiss pertama di Wimbledon sejak Martina Hingis 27 tahun lalu. Satu-satunya penampilan Bencic di empat besar Grand Slam lainnya berakhir dengan kekalahan di AS Terbuka tahun 2019, dua tahun sebelum ia memenangkan medali emas tunggal di Olimpiade Tokyo.

Bagi Swiatek dan Bencic, laga semifinal tersebut akan menjadi pertemuan perdana mereka di babak empat besar Grand Slam. Swiatek unggul dengan tiga kali kemenangan dari empat pertemuan.

Pertemuan terakhir mereka pun tercipta di Wimbledon 2023 pada babak 16 besar. Saat itu, Swiatek keluar sebagai pemenang.

”Saya sangat bangga. Sebelumnya, saya jarang mengatakannya kepada diri sendiri, tetapi sejak memiliki Bella (putrinya), saya mengatakannya kepada diri sendiri setiap hari. Bukan hanya saya, saya tidak akan bisa melakukannya tanpa keluarga dan tim saya yang luar biasa,” kata Bencic.

”Kami bekerja keras untuk bangkit. Kami menikmati hidup dalam tur dan bermain bagus adalah bonus. Saya biasanya sangat senang bisa bermain lagi karena tubuh saya memungkinkannya,” tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan