Israel mendapatkan mayoritas persenjataannya dari AS. Sementara karena mayoritas jet tempurnya tua, Iran mengandalkan pesawat nirawak dan rudal domestik.
13 Jun 2025 18:00 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, JUMAT — Israel mengandalkan pesawat dan bom buatan Amerika Serikat untuk menyerang Iran. Sementara Iran mengandalkan persenjataan buatan dalam negeri untuk membalas Israel.
Hingga Jumat (13/6/2025) WIB, Israel masih terus menyerang Iran. Serangan terbaru dilancarkan ke Bandara Tabriz, Provinsi Azerbaijan Timur.
Media AS, CNN, menganalisis video persiapan serangan ke Iran. Militer Israel, Tzahal, menyiarkan video itu beberapa jam selepas bom-bom Israel meledak di berbagai penjuru Iran.
Dalam video Tzahal terlihat jet tempur F-35, F-16, dan F-15 bersiap di pangkalan. Israel menyebut, 200 pesawat dilibatkan dalam serangan ke Iran. Merujuk data International Institute for Strategic Studies (IISS), jumlah itu setara 60 persen jet tempur Israel.
Israel punya 75 jet F-15 dengan beragam varian. Selain itu, hampir 200 F-16 dimiliki Israel. Berbeda dari negara lain, Israel diberi hak mengembangkan jet tempur yang didapatnya dari AS.
Israel mendapatkan mayoritas persenjataannya dari AS. Bahkan, dana pengembangan aneka persenjataan Israel juga disediakan AS. Selain itu, AS masih menempatkan aneka aset militer untuk melindungi Israel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/20/9547ff45-82e5-4ab4-830e-50f6c37bb99b_jpg.jpg)
CNN melaporkan, AS kini menempatkan 40.000 tentara di Timur Tengah. Dari jumlah itu, 1.300 di Suriah dan 2.500 lain di Irak. Sudah lebih dari 10 tahun, Irak dan Suriah meminta AS menarik pasukannya dan tidak pernah mengizinkan pasukan AS ada di negara mereka.
AS juga menempatkan gugus tempur laut yang bertumpu pada kapal induk USS Carl Vinson. Kapal itu, antara lain, didampingi kapal penjelajah USS Princeton dan kapal perusak USS Sterett.
Aset udara Angkatan Laut AS di kawasan termasuk F-13 dan F/A-18E/F. Selain itu, ada pesawat intai EA-18G Growlers dan E-2D. Ada juga aset angkut CMV-22 Osprey dan helikopter MH-60R/S Seahawk.
AS mengoperasikan berbagai pangkalan di negara-negara Timur Tengah. Rabu lalu, Iran menyebut kegagalan perundingan nuklir AS-Iran akan berujung pada AS mengosongkan pangkalan itu. ”Semua pangkalan itu dalam jangkauan militer Iran dan mereka (militer Iran) tidak akan ragu menyasar semuanya,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Iran.
Pernyataan itu ditanggapi AS dengan memerintahkan hampir semua warga sipilnya meninggalkan negara sekitar Iran. Proses evakuasi belum selesai waktu Iran diserang Israel.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tidak mungkin Israel berani menyerang kalau tidak dibantu AS. ”Tidak mungkin terjadi tanpa koordinasi dan persetujuan AS. Dengan demikian, Pemerintah AS sebagai pendukung rezim (Israel) juga bertanggung jawab atas konsekuensi berbahaya dari eskalasi ceroboh ini,” demikian pernyataan Kemenlu Iran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/13/26bd3f38-1e2b-4638-a0ad-d7a3abc38700_png.png)
Pada Sabtu pagi, kantor berita Petra melaporkan sejumlah pesawat nirawak ditembak di wilayah udara Jordania. Amman beralasan, wilayah udara Jordania tidak boleh jadi ajang pertempuran pihak mana pun.
Jordania mengumumkan menutup ruang udaranya setelah gelombang awal serangan Israel ke Iran selesai. Penutupan ditetapkan kala pesawat nirawak Iran mulai diterbangkan ke Israel.
Rute terdekat Israel-Iran harus melewati wilayah udara Jordania. Setiap negara berhak mengendalikan ruang udara hingga ketinggian 100 kilometer dari permukaan tanah.
Bersama rudal balistik, pesawat nirawak jadi andalan Iran. Aneka jenis persenjataan itu dikembangkan di dalam negeri.
Selain Shahed yang dipakai dalam perang Ukraina, Iran antara lain punya Mohajer, Kaman, Hamaseh, Fotros, dan Raad dalam daftar pesawat nirawak serangnya. Aneka varian Shahed dan Mohajer teruji di sejumlah medan laga.
Merujuk data IISS, Iran juga memiliki rudal-rudal dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer. Rudal jarak menengah Iran termasuk Khorramshahr dan Qassem.
Iran dilaporkan pula memiliki rudal hipersonik dan bisa melaju sampai 13 kali kecepatan suara. Iran menamai varian itu sebagai rudal Fattah.
Rudal Iran, menurut IISS, bisa membawa hulu ledak sampai 1,2 ton. Bahkan, varian terbaru yang diuji pada Rabu lalu bisa membawa hulu ledak sampai 2 ton.
Untuk mencegat rudal dan pesawat nirawak Iran, Israel terutama mengandalkan bantuan AS dan Jordania. Pada Oktober 2024, AS-Jordania menjatuhkan sebagian dari hampir 200 rudal dan pesawat nirawak Iran.
”Iran punya ribuan rudal yang mengancam kami. Kalau bukan karena perlindungan AS, kami sudah habis diserang Iran,” kata Daron Spielman, Juru Bicara Tzahal, kepada FoxNews pada Jumat pagi.
Iran punya setidaknya 289 jet tempur. Walakin, kemampuannya diragukan dan mayoritas sudah tua. (AP/AFP)
Penulis:
Kris MadaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar