Affan Kurniawan (21) sedang berjuang mencari makan dengan mengendarai motor di jalanan. Naas, tulang punggung keluarga itu tewas dilindas kendaraan aparat.
29 Agt 2025 13:55 WIB · Metropolitan
Isak tangis keluarga Affan Kurniawan (21) pecah di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Di bawah terik matahari siang, jasad Affan, seorang pengemudi ojek daring atau online, dimakamkan. Affan tewas akibat dilindas kendaraan taktis Brimob dalam kericuhan unjuk rasa di depan Gedung DPR sehari sebelumnya.
Suasana pemakaman begitu pilu. Sang ibu, Erlina, dengan langkah gontai, hanya bisa duduk di pinggir makam sembari menangis. Sesekali ia menggelesot perlahan, berusaha mendekat agar bisa melihat jasad putranya untuk terakhir kali.
Sementara itu, ayah Affan, Zulkifli, tak sanggup turun ke liang lahat. Setelah tanah merah mulai menimbun tubuh anaknya yang sudah berbalut kain kafan, ia baru memberanikan diri maju untuk menaburkan bunga.
Di sekitar makam, ratusan pelayat yang mayoritas adalah rekan sesama pengemudi ojek online (ojol) ikut menyaksikan kepergian Affan. Mereka bersuara lantang menuntut keadilan.
Affan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang memikul tanggung jawab besar di usia mudanya. Ayahnya bekerja serabutan, sementara ibunya mengurus rumah tangga.
Kakaknya pun turut menjadi pengemudi ojol, sedangkan adik perempuannya masih duduk di bangku SMP. Dalam kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas, Affan menjelma menjadi tulang punggung keluarga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/b270a8ade65448af3711b7ddf17879be-20250829AGS_16.jpg)
Sehari-hari ia mengendarai motor berjaket hijau khas ojek online, menembus panas dan hujan Jakarta demi membawa pulang uang untuk kebutuhan keluarga.
”Affan itu pekerja keras. Dia selalu berusaha membantu keluarganya, meski usianya masih muda. Anaknya baik banget, enggak pernah macem-macem atau kena masalah,” tutur Fachrudin, paman Affan, Jumat (29/8/2025).
Bagi keluarga, kabar duka datang begitu tiba-tiba. Fachrudin masih mengingat jelas momen saat ia mendengar berita kematian Affan.
”Beberapa menit setelah saya shalat Maghrib, saya keluar rumah dan dapat informasi bahwa almarhum meninggal karena kecelakaan saat demo. Semua kaget sekali,” ujarnya.
Teman Affan, Hafidz, menuturkan bahwa saat insiden terjadi, almarhum sebenarnya sedang mengantar orderan makanan untuk pelanggan. Ia bukan peserta aksi demonstrasi yang sedang berlangsung di sekitar DPR.
Affan sempat terjebak kemacetan imbas kerusuhan. Ia berhenti di tepi Jalan Pejompongan untuk mencari jalur alternatif. Namun, naas, sebuah rantis Brimob melaju kencang dan menabraknya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/3241e988a095e052cef996f51e76f27c-20250829AGS_7.jpg)
Affan sempat dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.
”Dia enggak ikut demo, lagi mau nyeberang, tapi kena mobil Brimob yang ngebut, jadi kelindes. Saya ada di TKP. Teman-teman langsung bawa ke rumah sakit, tapi di perjalanan enggak ketolong,” kata Hafidz.
Bagi Hafidz, Affan bukan sekadar teman sesama pengemudi. Mereka kerap nongkrong dan mangkal bersama, menunggu orderan masuk di sudut-sudut jalan Jakarta.
”Affan itu suka bercanda, baik anaknya,” kenang Hafidz.
Sebelum dimakamkan, jenazah Affan dishalatkan terlebih dahulu di rumah duka keluarga di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat. Dari sana, ambulans yang membawa jenazah melaju menuju TPU Karet Bivak dengan diiringi konvoi panjang ratusan pengemudi ojol.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/1dd491fadfc5b71fb5ba3e925ea77f73-20250829AGS_17.jpg)
Jenazah Affan tiba di lokasi sekitar pukul 10.10 WIB lalu dimakamkan di Blok AA1, Blad 1060, Petak 0930 pada pukul 10.30 WIB.
Pemakaman Affan juga dihadiri sejumlah tokoh publik yang memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri, anggota DPR Rieke Diah Pitaloka, serta perwakilan dari manajemen GoTo (Gojek Tokopedia).
Kapolda Metro Jaya berjanji kasus kematian Affan Kurniawan akan diusut secara profesional dan transparan.
Asep mengatakan, sejak Kamis (28/8/2025) malam, dirinya bersama Kapolri telah menemui ayah korban, yakni Zulkifli, untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan langsung kepada keluarga.
”Kami dari tadi malam dengan Bapak Kapolri sudah bertemu dengan orangtua korban, Bapak Zulkifli, dan menyampaikan dukacita yang mendalam atas musibah ini. Bagaimana pun almarhum adalah saudara kita semua,” ujar Asep.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/eee3c33a9906d2e6e9ff218824eed15e-WhatsApp_Image_2025_08_29_at_11.27.27.jpeg)
Pada Jumat (29/8/2025), Asep turut menghadiri pemakaman Affan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di hadapan keluarga dan ratusan pelayat, ia kembali menyampaikan permintaan maaf.
”Saya memohon maaf, kami akan perbaiki. Saat ini saya dan pimpinan Polda Metro mohon maaf kepada masyarakat Jakarta. Masalah ini mudah-mudahan bisa kita kelola dengan baik. Saya masih akan melakukan pengamanan wilayah agar masyarakat jangan sampai terganggu, baik buat pengguna jalan maupun lainnya,” tutur Asep.
Polda Metro Jaya akan melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap pola pengamanan aksi massa agar kejadian serupa tidak terulang. Saat ini, tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat telah diamankan dan sedang diperiksa oleh Divisi Propam Polri.
”Kadiv Propam sudah menyampaikan bahwa tujuh orang sampai saat ini sedang dalam pemeriksaan dan sudah ditahan. Ke depan, semua proses akan berjalan secara transparan, obyektif, dan dapat dipantau oleh semua pihak,” katanya.
Asep juga menyampaikan bahwa Polda Metro Jaya akan mengusut kasus ini secara profesional, sekaligus memperbaiki pola pengamanan aksi demonstrasi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/a42afd7506304de1f5a07d384c3b8701-20250829AGS_8.jpg)
Pihaknya bersama keluarga korban juga sepakat untuk menjaga komunikasi. Semua urusan pengurusan jenazah, kata Asep, telah ditanggung penuh kepolisian.
Sementara itu, anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, mengajak seluruh pengemudi ojek online untuk tetap tenang dan menahan emosi setelah insiden tewasnya Affan.
Rieke menegaskan, kematian Affan seharusnya menjadi momentum untuk meneruskan perjuangan bagi aturan yang lebih adil bagi para pengemudi online di Indonesia.
”Kita serahkan proses hukum kepada kepolisian dan pastikan penyebab kepergian Affan diusut tuntas. Saya yakin Presiden Prabowo juga tidak akan tinggal diam,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Rieke mengimbau agar seluruh pengemudi ojol di Indonesia menggelar doa bersama selama tujuh hari ke depan.
”Setelah itu, mari kita bergandengan tangan kembali melanjutkan perjuangan panjang ini. Ingat komitmen kita, jangan sia-siakan pengorbanan Affan,” kata Rieke.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/9dd9dd489a9948856c9324f64559bf89-20250829DNU4.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga telah mendatangi keluarga korban di rumah duka, Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sekitar pukul 06.00 WIB. Pramono menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Affan.
”Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, Affan Kurniawan bin Zulkifli. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya serta menempatkannya di surga terbaik. Insya Allah kami hadir memberi perlindungan dan support kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Pramono.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban, mulai dari pemulasaran jenazah hingga pemakaman.
”Kami berkomitmen untuk membantu sepenuhnya agar keluarga tidak terbebani. Kami telah menyiapkan termasuk untuk pemakaman saudara Affan di Bivak Karet yang difasilitasi oleh Pemerintah Jakarta,” ujar Pramono.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/037a74d43037166194c01ac70abe8e33-20250829DRA008.JPG)
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, selain satu korban tewas, terdapat 38 orang luka-luka yang kini tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Rinciannya, 1 orang dirawat di RSCM, 12 orang di RS Pelni, 8 orang di RSPP, 5 orang di RS Bhakti Mulia, 2 orang di RS Budi Kemuliaan, 1 orang di RS Patria IKKT, 5 orang di RSAL Mintohardjo, 1 orang di RS Eka Permata Hijau, 1 orang di RSUD Tarakan, serta 2 orang di RSKD Duren Sawit.
”Seluruh biaya perawatan korban ditanggung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.
Pemprov DKI menegaskan akan terus melakukan koordinasi lintas pihak untuk menjaga kondisi tetap terkendali. Upaya ini dilakukan guna memastikan hak-hak masyarakat terlindungi dan penanganan seusai insiden berjalan secara menyeluruh.
Selain itu, Pramono mengajak seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban seusai kejadian.
”Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian dengan cara damai. Jakarta adalah rumah kita bersama dan kita harus menjaganya agar tetap harmonis dan tertib,” kata Pramono.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/a4b2a3e51ff1f58dea9ab98fdbbdb54c-20250829YGA01.jpg)
Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) mengutuk keras tindakan represif aparat Brimob saat mengamankan aksi demonstrasi masyarakat di depan Gedung DPR, Kamis.
Ketua SPAI Lily Pujiati menegaskan, kekerasan aparat tidak bisa ditoleransi. Pihaknya menuntut Kapolri segera mengambil langkah tegas agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
”Kami menuntut Kapolri segera menghentikan tindakan represif agar tidak ada lagi korban. Kapolri juga harus bertanggung jawab atas tewasnya satu korban dan luka-lukanya rekan kami,” katanya.
Atas tragedi tersebut, SPAI menyerukan kepada seluruh pengemudi ojol untuk tetap bersatu dan memperkuat solidaritas dalam mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menekankan pentingnya penyelesaian yang adil dan transparan agar kepercayaan masyarakat tidak semakin luntur.
Selain itu, SPAI juga meminta dukungan publik untuk ikut memantau perkembangan kasus ini. Menurut Lily, pengawasan masyarakat sangat penting agar tidak terjadi lagi tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa ataupun luka-luka dalam penanganan aksi demonstrasi.
”Kami juga mohon dukungan masyarakat dalam memantau peristiwa ini agar tindakan kekerasan yang merugikan rakyat tidak terulang kembali,” ujarnya.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra