Aipda Robig Langsung Tembak Tiga Siswa SMKN 4 Semarang Tanpa Peringatan

Aipda Robig tidak memberikan tembakan peringatan sebelum menembak ke arah tiga pelajar SMKN 4 Semarang. Penetapan tersangka terhadapnya menunggu kelengkapan bukti.

28 Nov 2024 22:18 WIB · Nusantara

Oleh Kristi Dwi Utami

 

SEMARANG, KOMPAS — Ajun Inspektur Dua Robig Zaenudin disebut tidak memberikan tembakan peringatan, melainkan langsung menembak ke arah tiga pelajar SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah. Hingga Kamis (28/11/2024), Robig belum ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menyebut, penembakan dilakukan oleh Robig saat anggota Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Semarang itu mencoba melerai kelompok remaja yang sedang tawuran di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (24/11/2024) dini hari. Akibat penembakan tersebut, Gamma Rizkynata Oktafandy (17) meninggal dunia. Adapun dua anak lain, yakni Satria dan Adam selamat, tetapi menderita luka akibat penembakan tersebut.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jateng Komisaris Besar Artanto mengatakan, Robig melepaskan tembakan dua kali ke arah tiga korban. Sebelum menembak ke arah korban, Robig tidak memberikan tembakan peringatan.

Salah satu siswa merekam karangan bunga ucapan duka atas meninggalnya Gamma Rizkynata Oktafandy (17) yang diletakan sepanjang tembok sekolah di SMK Negeri 4, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 26-11-2024

Saat ditanya seberapa terancam posisi Robig hingga harus melepas tembakan, Artanto mengatakan belum bisa menyimpulkan. Hal itu akan diketahui setelah yang bersangkutan disidang etik dan disidik.

”Jadi kami menyebut yang bersangkutan melakukan tindakan eksesif atau tindakan berlebihan. Artinya, dia tidak perlu sebenarnya melakukan tembakan itu terhadap orang yang tawuran. Itu akan menjadi fokus penyelidikan dari Bidang Profesi dan Pengamanan terhadap yang bersangkutan,” kata Artanto, Kamis malam.

Kendati dinilai telah melakukan tindakan berlebihan, Robig belum ditetapkan sebagai tersangka, tetapi masih berstatus sebagai terperiksa. Robig baru akan ditetapkan sebagai tersangka setelah kasusnya naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Bunga ucapan duka atas meninggalnya Gamma Rizkynata Oktafandy (17) yang diletakan sepanjang tembok sekolah dari warga dan siswa di SMK Negeri 4, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 26-11-2024

Polisi masih berupaya mengumpulkan alat-alat bukti lain supaya bisa menetapkan Robig sebagai tersangka. Salah satu bukti yang dimaksud adalah hasil otopsi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Dwi Subagio menuturkan, otopsi terhadap jenazah Gamma akan dilakukan dalam waktu dekat.

”Nanti kami merencanakan ekshumasi atau gali kubur, tapi masih diproses kapan waktunya. Menunggu informasi dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jateng. Tujuannya, kami ingin mengetahui penyebab kematian korban,” ujar Dwi.

Sebelumnya, keluarga Gamma membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Jateng pada Selasa (26/11/2024). Dalam kesempatan tersebut, mereka melaporkan Robig atas dugaan pelanggaran Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan atau Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

Tulisan kecaman dari pserta aksi terhadap tindakan polisi yang menembak siswa SMK Negeri 4 Semarang di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (28/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 28-11-2024

Tak hanya diproses secara hukum pidana, Robig juga akan diproses secara etik. Secepatnya, Robig akan disidang kode etik. Sidang itu bakal dilakukan setelah Bidpropam Polda Jateng menyelesaikan pemberkasan terhadap kasus tersebut.

Demonstrasi

Harapan agar kasus penembakan terhadap tiga pelajar SMKN 4 Semarang itu diusut tuntas disuarakan ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Semarang melalui demonstrasi di depan Polda Jateng, Kamis petang. Massa aksi juga mendesak agar Robig dihukum seberat-beratnya.

”Aksi ini menjadi akumulasi kemarahan rakyat dan mahasiswa. Seharusnya, polisi menjadi penegak hukum, pengayom, dan pengaman masyarakat. Tapi, nyatanya malah melakukan tindakan menyakitkan terhadap masyarakat,” ucap Koordinator Aksi Kamisan Semarang Amin Muktafa.

Meninggalnya Gamma Rizkynata Oktafandy (17) yang ditembak polisi menumbuhkan gerakan dukungan dari mahasiswa serta pelajar di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (28/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 28-11-2024

Amin menuturkan, peristiwa yang terjadi pada para pelajar SMKN 4 Semarang itu telah meresahkan masyarakat. Polisi didesak supaya tidak sewenang-wenang dalam menggunakan senjata.

Quote

Seharusnya, polisi menjadi penegak hukum, pengayom, dan pengaman masyarakat, tetapi nyatanya malah melakukan tindakan menyakitkan terhadap masyarakat.

Massa aksi juga mengaku keberatan dengan polisi yang menuduh tiga pelajar tersebut sebagai pelaku tawuran maupun anggota geng. Menurut kesaksian teman, keluarga, dan tetangga para korban, ketiganya merupakan anak yang patuh aturan dan tidak suka melakukan kegiatan-kegiatan negatif, seperti tawuran.

Muhammad Safali dari Lembaga Bantuan Hukum Semarang menuturkan, pihaknya turut mengawal kasus penembakan tiga pelajar tersebut. Beberapa waktu terakhir, LBH Semarang turun ke lapangan untuk melakukan investigasi.

Salah satu peserta aksi solidaritas atas meninggalnya Gamma Rizkynata Oktafandy (17) yang ditembak polisi di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (28/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 28-11-2024

”Kami mendapatkan beberapa pengakuan mengenai kejadian tersebut. Tetapi, kita saat ini belum belum merilisnya begitu,” kata Safali.

Kronologi yang diperoleh versi LBH Semarang, ketiga pelajar itu ditembak bukan karena sedang tawuran, melainkan karena kendaraan mereka menyerempet kendaraan Robig. Robig yang marah langsung menembak para pelajar tersebut.

Dalam aksi Kamis petang, sejumlah pelajar dari Semarang dan sekitarnya juga hadir. Pelajar SMAN 2 Mranggen, Satrio Evandrio, misalnya, menghadiri demonstrasi itu sebagai bentuk solidaritas sesama pelajar.

Aksi teatrikal yang mengkritik tindakan represif polisi hingga menyebabkan siswa SMK Negeri 4 Semarang meninggal ditembak di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (28/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 28-11-2024

”Saya datang bersama teman-teman untuk menuntut penegakan keadilan. Dengan adanya (kegiatan) ini, semoga keadilan untuk para korban tetap ditegakkan,” tuturnya.

Profesional

Peristiwa penembakan tersebut turut menyita perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Anggota Kompolnas, M Choirul Anam, menuturkan, pengusutan kasus penembakan itu harus dilakukan secara profesional dan transparan.

Kompolnas juga menekankan kepada polisi untuk lebih bijak dalam menangani berbagai masalah, termasuk tawuran. Polisi diminta lebih mengutamakan penanganan masalah dengan cara-cara humanis.

Aktivis menggelar spanduk yang menuntut keadilan meninggalnya Gamma Rizkynata Oktafandy (17) yang ditembak polisi saat menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (28/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 28-11-2024

”Jauhi tindakan kekerasan, apalagi kalau ini sifatnya remaja. Tindakan humanis jauh lebih penting. Tidak hanya satu pola dan model, pendekatan kekerasan, karena ini tidak menyelesaikan berbagai hal,” kata Anam.

Anam juga berharap ada pengendalian penggunaan senjata yang melekat pada personel Polri. Anggota yang memegang senjata disebut Anam harus benar-benar dites psikologinya. Selain itu, secara administratif, penggunaan senjata juga perlu dikendalikan.

”Dalam konteks administrasi pengendalian, perlu ditekankan, kapan (senjata api) boleh dibawa dan kapan tidak. Kalau ini bisa dilakukan, saya kira angka kekerasan atau pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh kepolisian akan berkurang,” imbuhnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum