Tiket final four Proliga 2025, yang awalnya seolah dalam genggaman, terlepas dari Livin’ Mandiri. Ini juga memastikan laga final akan tanpa Wilda Siti Nurfadhilah.
26 Feb 2025 18:47 WIB · Olahraga
Lengkap sudah daftar tim yang berhak melaju ke babak empat besar atau final four Proliga 2025 pada April mendatang. Dalam daftar itu, tak ada nama Jakarta Livin’ Mandiri. Hanya ada Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Electric PLN, dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia. Laga pamungkas pada babak reguler yang merupakan penentu nasib menjadi akhir dramatis bagi Livin’ Mandiri pada musim ini.
Para pemain Livin’ Mandiri tertunduk lesu setelah Bandung bjb Tandamata mencetak poin ke-25, menuntaskan set keempat sekaligus memastikan kemenangannya. Dalam laga hari ketiga pekan ketujuh Proliga 2025 di GOR PSCC Palembang, Minggu (23/2/2025), itu, Livin’ Mandiri kalah 1-3 (22-25, 25-23, 21-25, 21-25).
Padahal, Jakarta Livin’ Mandiri hanya butuh satu kemenangan terakhir untuk mengantar mereka ke babak empat besar untuk pertama kalinya. Pada klasemen hari pertama pekan ketujuh, Jakarta Livin’ Mandiri menempati peringkat keempat dengan total 18 poin.
Dengan sama-sama hanya memiliki satu pertandingan untuk dimainkan, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia membuntuti di posisi kelima dengan 16 poin. Setelah menang atas Yogya Falcons, Petrokimia menyalip dengan enam kemenangan dan 19 poin. Namun, untuk lolos ke perempat final, mereka menggantungkan nasib pada laga terakhir Livin’ Mandiri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/26/9da89356110f1717549e05dd862892d2-WhatsApp_Image_2025_02_23_at_20.26.25_1_.jpeg)
Petrokimia berharap Livin’ Mandiri kalah meski menghadapi tim yang sebenarnya tidak lagi punya peluang untuk lolos ke final four. Ternyata, harapan Petrokimia itu menjadi kenyataan. Sebaliknya, mimpi Livin’ Mandiri terpaksa kandas.
Asisten pelatih Livin’ Mandiri, Risco Herlambang, mengakui, anak-anak asuhnya terlalu terbebani. Beban itu tak mampu diatasi dengan baik sehingga malah menjadi bumerang bagi para pemain.
Strategi tidak berjalan baik, para pemain juga akhirnya banyak melakukan kesalahan sendiri. ”Beban anak-anak harus menang, harus menang. Itu yang membuat kami kalah,” ujar Risco.
Di sisi lain, Bandung bjb Tandamata bermain lebih lepas. Tak ada beban yang mereka tanggung karena tim sudah dipastikan gagal melaju ke babak empat besar sejak sebelum laga kontra Livin’ Mandiri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/26/f6d7aab8980f79f6e3542c5e50062d0f-WhatsApp_Image_2025_02_23_at_20.26.29.jpeg)
Pelatih bjb Tandamata Samsul Jais mengatakan, ia hanya menginstruksikan para pemainnya untuk memberikan performa individu terbaik. Dia bersyukur anak-anak asuhnya mampu mewujudkan itu dan memetik kemenangan.
Kemenangan bjb Tandamata seolah pembalasan ”dendam” mereka atas apa yang terjadi pada Proliga 2024. Saat itu, bjb, yang berstatus sebagai juara bertahan, gagal melaju ke final four kendati unggul poin atas Jakarta Electric PLN. Penyebabnya, jumlah kemenangan bjb lebih sedikit dari Electric PLN.
Berdasarkan regulasi Proliga, jumlah kemenangan menjadi perhitungan utama dalam penentuan posisi di daftar klasemen. Baru setelah itu, perhitungan poin, rasio set, dan rasio kemenangan.
Kendati total poin bjb lebih banyak, mereka hanya mengoleksi enam kemenangan. Bjb tertinggal satu kemenangan dari Electric PLN yang tujuh kali menundukkan lawan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/18/dbe3c958-b6a7-43bd-a9b8-ddfa52db962a_jpg.jpg)
Pada awal putaran kedua, bjb menelan kekalahan tak terduga dari Livin’ Mandiri yang saat itu dihuni pemain-pemain muda dan notabene merupakan tim baru. Bjb juga menjadi satu-satunya tim yang dikalahkan Livin’ Mandiri.
Kini, giliran bjb yang ”berkontribusi” menjegal Livin’ Mandiri ke final four. Hasil ini pun menjadi klimaks dari penurunan performa Livin’ Mandiri yang sebelumnya diprediksi akan menjadi tim kuda hitam karena performa apiknya pada awal musim.
Livin’ Mandiri mengumpulkan empat kemenangan dan mengoleksi 11 poin pada putaran pertama. Penampilan gemilang itu membuat Wilda Siti Nurfadhilah dan kawan-kawan sempat menduduki peringkat kedua klasemen.
Namun, tren positif pada putaran pertama tak berlanjut pada putaran kedua. Terlebih, Livin’ Mandiri melakukan perombakan signifikan pada pelatih dan dua pemain asing. Pelatih asal Korea Selatan, Kim Ki-joong, digantikan oleh Danai Sriwatcharamethakul yang mengantar Jakarta BIN juara Proliga 2024. Adapun dua pemain asing, Liu Yan Han dan Radostina Marinova, digantikan Tara Taubner dan Annie Mitchem karena cedera.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/11/3859ebf2-52fb-40cc-abf0-a4a29227b719_jpeg.jpg)
Setelah perombakan itu, penampilan mereka berubah drastis. Tim yang debut di Proliga pada 2024 ini hanya bisa dua kali menang dari enam pertandingan pada putaran kedua dan akhirnya kalah selisih poin dengan jumlah kemenangan yang sama.
Dengan gagalnya Livin’ Mandiri melaju ke final four, dipastikan partai puncak Proliga kali ini tidak akan menampilkan salah satu middle blocker terbaik Indonesia, Wilda Siti Nurfadhilah. Ini pertama kalinya Wilda absen pada laga final dalam sepuluh tahun terakhir.
Padahal, Proliga 2025 diyakini sebagai musim terakhir Wilda. Hal itu terungkap setelah Wilda mengucapkan rasa syukurnya bisa melalui musim ini dengan Livin’ Mandiri. ”Aku happy banget bisa menghabiskan last season aku dengan tim ini. Jakarta Livin’ adalah tempat yang luar biasa dengan pengurus dan pemain yang luar biasa pula,” tulis Wilda.
Wilda merupakan pebola voli tersukses dengan total tujuh gelar juara Proliga. Tak hanya torehan gelar juara, kesuksesan Wilda juga tecermin dari keberhasilannya selalu membawa tim tempatnya bernaung menuju partai final. Maka, tak heran banyak yang menganggap Wilda sebagai ”jimat” bagi tim yang mengontraknya untuk Proliga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/21/d9618370-7b27-4942-80be-efe67d692a8e_jpg.jpg)
Setelah debut pada 2011 dengan Alko Bandung, Wilda hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk memulai perjalanan yang penuh sejarah di Proliga. Pada musim 2013-2014, Wilda bergabung dengan Manokwari Valeria Papua Barat. Untuk pertama kalinya, dia mencapai final kendati akhirnya gagal meraih gelar juara.
Satu musim berselang, Wilda kembali meraih pencapaian serupa bersama Manokwari Valeria Papua Barat. Langkah mereka untuk membawa pulang gelar juara lagi-lagi dijegal oleh Jakarta Popsivo Polwan.
Beban anak-anak harus menang, harus menang. Itu yang membuat kami kalah.
Setelah itu, hingga delapan edisi kemudian dalam kurun waktu 10 tahun, Wilda tak pernah absen di final. Wilda selalu berhasil mengantarkan timnya ke partai puncak. Dia pun memenangi tujuh dari total 10 final Proliga yang dia lakoni.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar Alexey