Akses ke Lokasi Longsor Pekalongan Putus, Alat Berat Dikerahkan

Longsor di Pekalongan, Jateng, membuat akses jalan terputus. Akses ke lokasi bencana harus memutar melalui kabupaten tetangga.

21 Jan 2025 17:41 WIB · Nusantara

Oleh Kristi Dwi Utami

SEMARANG, KOMPAS — Akses jalan menuju lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terputus. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengerahkan alat berat untuk membantu membuka jalan dan membantu proses evakuasi terhadap korban.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyebut, bencana tanah longsor yang terjadi di Petungkriyono menjadi perhatian serius dari Pemkab Pekalongan. Selain menimbulkan korban jiwa dan korban luka, bencana itu telah memutus akses jalan. Fadia berharap, pihaknya juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

”Kami ingin segera ke lokasi, tetapi jalannya putus. Tetapi sudah kami atur jalur lain melalui kabupaten tetangga. Insya Allah dari kepolisian dan TNI juga akan ikut membantu ke sana,” kata Fadia dalam keterangannya, Selasa (21/1/2025).

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memberikan keterangan di sela-sela tinjauan di lokasi bencana di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025).

Menurut Fadia, pihaknya telah mengirimkan tim dari dinas-dinas terkait untuk meninjau kondisi di Petungkriyono. Bantuan alat berat juga dikirimkan untuk membantu proses evakuasi di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

”Alat berat sudah kami kerahkan seperti ke daerah Petungkriyono, Kandangserang, dan Lebakbarang. Namun, jumlahnya masih kurang. Dengan keterbatasan anggaran Kabupaten Pekalongan, kami berharap bantuan alat berat dari pemerintah pusat dan provinsi,” ujar Fadia.

Setelah penanganan darurat dilakukan, Fadia menyebut, pihaknya bakal kembali membangun infrstruktur yang rusak menggunakan dana tidak terduga (DTT). ”Kita harus cepat bangun dengan DTT agar tidak putus jalur ekonomi masyarakat dan jalur sekolah para pelajar,” ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, hujan hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (20/1/2025) petang hingga malam mengakibatkan longsor di sejumlah titik, salah satunya di Desa Kasimpar. Di lokasi tersebut, meterial longsor menimbun dua unit rumah dan menyeret sejumlah kendaraan yang sedang melintas.

”Sebanyak 16 orang ditemukan meninggal setelah tertimbun longsoran. Pencarian korban masih dilakukan oleh tim gabungan mengingat masih ada tiga orang yang dilaporkan hilang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa siang.

Sebuah mobil terbawa material longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025). Akibat bencana itu, sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia

Selain korban jiwa, bencana itu juga menimbulkan korban luka-luka. Ada sekitar 10 orang yang dilaporkan menderita luka-luka dan telah dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Abdul menuturkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan hingga tiga hari ke depan. Kondisi itu dapat memicu terjadinya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

”BNPB mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Bagi warga yang tinggal di dekat lereng dan tebing, pantau secara berkala kondisi tanah yang ada di sekitar rumah. Warga juga diharapkan melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan terus menerus selama dua jam atau lebih,” tutur Abdul.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menyebut, bencana tanah longsor terjadi di empat wilayah akibat hujan deras pada Senin kemarin. Empat wilayah yang terdampak longsor adalah Kabupaten Pekalongan, Kendal, Kabupaten Semarang, dan Banjarnegara.

Petugas gabungan, sukarelawan dan warga mencatat identitas korban longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025). Akibat bencana itu, 16 orang dilaporkan meninggal.

Tak hanya longsor, banjir juga dilaporkan melanda 15 kabupaten/kota, meliputi Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Brebes, Pemalang, Kendal, Batang, dan Kabupaten Semarang. Selain itu, banjir juga terjadi di Banjarnegara, Kota Semarang, Kota Surakarta, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, dan Demak.

”Ada 9.179 unit rumah yang terendam banjir di belasan wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 1.590 jiwa dilaporkan mengungsi. Seorang warga di Brebes meninggal setelah hanyut saat banjir,” ujar Bergas.

Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana mengimbau pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya untuk tanggap terhadap bencana. Hal itu karena cuaca ekstrem telah menyebabkan sejumlah wilayah di Jateng dilanda bencana.

”Kita harus betul-betul waspada, antisipasi, dan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan terhadap kemungkinan terjadi (bencana),” ujar Nana.

Petugas gabungan, sukarelawan dan warga mengevakuasi korban meninggal akibat tertimbun longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025). Akibat bencana itu, 16 orang dilaporkan meninggal.

Nana mengimbau kepada kepala daerah di kabupaten kota yang terdampak bencana hidrometeorologi melakukan koordinasi lintas sektoral. Dalam penanganan banjir dan longsor, misalnya, pemerintah di daerah, diharapkan Nana, untuk sigap menyiapkan lokasi pengungsian.

”Kira-kira para pengungsi ini harus kita evakuasi ke mana, ini sudah ada lokasi-lokasi yang sudah kita siapkan. Sinergi lintas sektoral juga penting dilakukan supaya mampu memudahkan penanganan. Utamanya memberikan solusi terbaik bagi masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Nana juga mengimbau agar lahan-lahan yang mengalami alih fungsi untuk dilakukan perbaikan. Penyadaran masyarakat di sekitar wilayah bencana juga diharapkan bisa dilakukan.

Quote

Alat berat sudah kami kerahkan seperti ke daerah Petungkriyono, Kandangserang, dan Lebakbarang. Namun, jumlahnya masih kurang. Dengan keterbatasan anggaran Kabupaten Pekalongan, kami berharap bantuan alat berat dari pemerintah pusat dan provinsi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan