Hasil imbang tanpa gol pada laga pertama membuat Al-Ahly dan Palmeiras wajib meraih kemenangan untuk membuka peluang ke babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025.
18 Jun 2025 19:13 WIB · Olahraga
NEW JERSEY, RABU — Tim Mesir, Al-Ahly, dan tim Brasil, Palmeiras, sama-sama hanya bisa membawa pulang satu poin saat mengawali perjalanan di Piala Dunia Antarklub 2025. Penampilan gugup dan inkosisten pada pertandingan perdana seharusnya bukan lagi alasan saat kedua tim bertemu pada laga kedua. Inilah saatnya Al-Ahly atau Palmeiras mencuri kemenangan pertama demi membuka peluang ke babak selanjutnya.
Al-Ahly, peraih 107 gelar domestik di Mesir, akan menantang tim unggulan Amerika Selatan, Palmeiras, pada laga Grup A di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Kamis (19/6/2025) pukul 23.00 WIB. Kemenangan adalah keniscayaan bagi kedua tim jika ingin menciptakan kans ke babak 16 besar.
Baik Al-Ahly maupun Palmeiras mengawali turnamen dengan hasil yang sama, yakni seri tanpa gol. Mereka dilanda gugup dan inkonsistensi yang biasa dialami pada pertandingan pertama turnamen besar.
Al-Ahly bermain imbang dalam pertandingan monoton kontra Inter Miami. Hanya aksi kiper masing-masing yang mengundang decak kagum sekaligus menyelamatkan tim masing-masing.
Adapun Palmeiras ditahan imbang Porto setelah gagal mengonversi beberapa peluang, termasuk peluang terbaik dari pemain belia mereka, Estevao Willian. Padahal, mereka tampil dominan dengan 17 tembakan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/47520374-d211-42e8-9742-58c969fd4979_jpg.jpg)
Dengan hasil imbang tanpa gol itu, empat tim di Grup A sama-sama mengoleksi satu poin. Artinya, tak satu pun dari keempat tim dapat memastikan langkah ke babak berikut pada pertandingan kedua. Namun, pertandingan ini akan menentukan peluang mereka selanjutnya.
Pertandingan Al-Ahly versus Palmeiras menarik bukan hanya karena kedua tim sama-sama akan bersaing ketat untuk mencuri kemenangan pertama. Duel ini juga seharusnya jadi panggung dua tim yang menunjukkan performa apik dalam beberapa tahun terakhir.
Di bawah Pelatih Abel Ferreira, Palmeiras telah memenangi Serie A, divisi teratas kompetisi sepak bola Brasil, pada 2022 dan 2023; Copa do Brasil pada 2020, dan dua Copa Libertadores berturut-turut pada 2020 dan 2021. Tim asal Sao Paulo saat ini berada di posisi keempat di Serie A pada awal musim Maret-Desember 2025.
Palmeiras memiliki fleksibilitas taktis dan mampu menyerang serta bertahan dalam berbagai bentuk. Pertahanan mereka pun kokoh, terbukti dengan rekor nirbobol delapan kali dalam 11 laga terakhir. Ini akan jadi kekuatan mereka melawan Al-Ahly yang berimbang secara rekor dua pertemuan sebelumnya.
”Kami tidak luar biasa dalam satu hal yang sangat spesifik, tetapi kami bagus dalam segala hal,” kata Ferreira kepada FIFA.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/8cc00803-5a53-4619-ab2d-c853f843702d_jpg.jpg)
”Kami bagus dan seimbang dalam hal posisi, sepak bola menyerang. Kami bagus dan seimbang dalam memainkan sepak bola serangan balik, kami bagus dalam bola mati, kami bagus dalam mengurung lawan dan mempersulit mereka dengan struktur pertahanan kami,” ucapnya lagi.
Selain itu, Palmeiras juga diperkuat bakat-bakat muda, seperti Estevao William. Pada laga pertama kontra Porto, Estevao memang belum menunjukkan sinarnya. Namun, pemain kelahiran 2007 itu kemungkinan besar akan berusaha memberikan pengaruh nyata di tim sebagai penampilan terakhirnya sebelum bergabung dengan Chelsea akhir musim ini.
Namun, Al-Ahly juga bukan lawan yang mudah. Penyerang Palmeiras, Paulinho, meyakini, Al-Ahly akan berusaha memberikan perlawanan sekuat mungkin, seperti yang ditunjukkan ketika menghadapi Inter Miami. ”Kami telah melihat sedikit penampilan mereka. Mereka adalah tim yang banyak menghasilkan peluang, yang memiliki pemain cepat dalam menyerang. Mereka memberi banyak masalah bagi Inter Miami,” tutur Paulinho.
Al-Ahly juga secara konsisten tampil baik dalam format tahunan Piala Dunia Antarklub sebelumnya. Tim yang kini diasuh Pelatih Jose Riveiro ini selalu finis ketiga pada empat edisi turnamen dalam satu dekade ini.
Riveiro mengatakan, melawan Palmeiras, timnya harus menghindari membuat kesalahan yang sama seperti yang mereka lakukan dalam pertandingan melawan Inter Miami. Untuk itu, tim kepelatihan berusaha melakukan analisis agar hal serupa tidak terjadi lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra