Liverpool membutuhkan Wirtz sebagai gelandang serang baru. Namun, kehadiran itu bukan untuk menggantikan Szoboszlai. Wirtz justru akan melengkapi peran Szoboszlai.
10 Jun 2025 07:44 WIB · Olahraga
Liverpool bukan tim yang terbiasa membeli pemain dengan seharga selangit. Namun, untuk gelandang serang tim nasional Jerman Florian Wirtz, mereka dikabarkan rela memecahkan rekor transfer klub. Ada alasan logis di balik ambisi ”Si Merah” mendatangkan pemain 22 tahun tersebut.
Menurut Sky Sports, tawaran terakhir Liverpool ke Bayer Leverkusen mencapai 134 juta euro atau Rp 2,49 triliun. Nilai itu jauh melebihi rekor transfer klub saat memboyong striker Darwin Nunez dari Benfica (85 juta euro). Liverpool juga berpotensi memecahkan rekor transfer Liga Inggris.
Wirtz, pemain terbaik Liga Jerman musim 2023-2024, memang istimewa. Meskipun begitu, harganya menjadi perdebatan. Ada beberapa gelandang dengan profil nyaris serupa yang jauh lebih murah. Salah satunya pemain Olympique Lyon, Rayan Cherki, dengan nilai pasar 45 juta euro.
Menurut The Athletic, Liverpool mendekati Wirtz dan Cherki sekaligus pada jendela transfer musim panas kali ini. Hanya saja, ketertarikan mereka terhadap Cherki menyusut di tengah jalan. Tepatnya setelah Wirtz lebih memilih Liverpool dibandingkan Bayern Muenchen.
Rumor tersebut memperjelas, tim asuhan pelatih Arne Slot itu memang memprioritaskan Wirtz sejak awal. Mereka seolah menginginkan sang pemain berapa pun harganya. Lantas, apa sebenarnya alasan yang membuat Liverpool berani berinvestasi sangat besar hanya untuk satu pemain?
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/10/8cacccc45776ef721b64ca859749cbbd-Germany_Portugal_Nations_League_Soccer.jpeg)
Musim lalu, di awal era Slot, Liverpool lebih sering menggunakan formasi 4-2-3-1. Satu posisi yang paling banyak dirotasi adalah penyerang tengah. Mulai dari Diogo Jota dan Nunez yang terbiasa di posisi itu sampai Luis Diaz yang merupakan pemain sayap dicoba bergantian.
Terlihat jelas, Slot belum menemukan sosok paling tepat untuk memimpin lini depan. Pemain di posisi tersebut pula yang dicari pada jendela transfer musim panas kali ini. Pertanyaannya, mengapa Liverpool justru mengincar Wirtz yang berposisi asli gelandang serang?
Formasi Liverpool memang melibatkan seorang penyerang tengah. Namun, tugas sang ujung tombak bukan sebagai striker murni yang menunggu di kotak penalti. Jota atau Diaz lebih fleksibel bergerak, membantu ke lini tengah atau sisi sayap. Mereka berperan menjadi ”penyerang palsu”.
”Si Merah”, di lapangan, lebih condong ke formasi 4-2-4 atau 4-4-2. Penyerang tengah menjalani peran mirip seperti gelandang serang yang biasanya diisi Dominik Szoboszlai. Pendekatan tersebut membuat kehadiran Wirtz terasa sangat masuk akal.
Leverkusen bermain dengan formasi 3-4-2-1 dan 3-5-2. Wirtz berperan sebagai gelandang serang atau penyerang di sisi kiri dalam kedua formasi tersebut. Saat diturunkan sebagai penyerang, perannya tidak banyak berubah. Dia lebih sering beroperasi di luar dibandingkan di dalam kotak penalti.
Slot berkata pada September lalu, Szoboszlai harus meningkatkan kualitas produk akhir sebagai gelandang serang. Liverpool memerlukan gol dari semua pemain depan karena tidak punya penyerang murni. ”Kami harus lebih melibatkannya dalam mencetak gol atau kreasi peluang,” ujarnya.
Kontribusi gol Szoboszlai meningkat dua kali lipat di Liga Inggris musim 2024-2025 (6 gol). Namun, angka itu masih jauh di bawah pemain ”nomor 10” di tim-tim lain, seperti Matheus Cunha (Wolverhampton Wanderers) ataupun Cole Palmer (Chelsea) yang mampu menghasilkan 15 gol.
Wirtz menawarkan kelebihan dalam produk akhir tersebut. Dia selalu menghasilkan dua digit gol dan asis di Liga Jerman dalam dua musim terakhir. Totalnya adalah 21 gol dan 25 asis dalam 63 pertandingan. Wirtz adalah sosok ”nomor 10” yang dibutuhkan Liverpool.
Lalu, apakah Wirtz akan menggantikan peran Szoboszlai? Kemungkinan besar tidak. Kehadiran Wirtz justru akan melengkapi peran Szoboszlai. Mereka sangat berpotensi menjadi duet di lini serang. Adapun posisi terbaik Wirtz lebih condong di kiri, sementara Szoboszlai di kanan.
Tugasnya juga berbeda. Wirtz difokuskan dalam kreasi atau penyelesaian peluang. Posisinya lebih di depan, tetapi sering menjemput bola layaknya ”penyerang palsu”. Szoboszlai akan lebih banyak bergerak ke kotak penalti dari lini tengah. Tenaga dan energi besar Szoboszlai sangat diandalkan.
”Wirtz merupakan pemain yang lugas (dalam menciptakan peluang). Dia bisa mempercepat tempo permainan hanya dengan satu sentuhan. Itu yang membuatnya ideal berada di Liverpool. Serangan mereka mengandalkan kecepatan dan sangat vertikal,” kata Toni Kroos, mantan gelandang timnas Jerman, dalam tulisan opini di The Athletic.
Sistem Liverpool sangat mengandalkan transisi serangan balik kilat. Mereka memanfaatkan kecepatan dari para pemain, khususnya Mohamed Salah, untuk mengeksploitasi lubang di pertahanan lawan. Semakin cepat serangan, semakin besar kemungkinan gol. Itu yang membuat mereka bisa tetap berbahaya tanpa penyerang murni.
Menurut data The Analyst, tim asuhan Slot mencatat nilai peluang terbesar di liga musim lalu dengan 76,36 xG (expected goals). Nilai itu di luar tendangan penalti. Tidak ada satu pun tim lain yang mencatat lebih dari 66,01 xG. Bayangkan jika Wirtz yang memiliki efisiensi tinggi di depan gawang bergabung dengan Liverpool. Kombinasi itu akan sangat mematikan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/10/239763739a5204f8a2d1f30bd8af876b-wires_photo_2025_06_10T024737.435.jpg)
Belum lagi, Wirtz memiliki karakter berdaya juang tinggi yang sangat cocok dengan ”DNA” Liverpool. Dia selalu siap berlari membantu pertahanan tim saat kehilangan bola. Adapun ”Si Merah” dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan blok tinggi paling intens di liga.
”Saya punya fisik kuat untuk menghadapi banyak duel. Saya selalu mengerahkan segalanya di setiap laga untuk menang. Jadi, saya selalu berlari (saat di luar penguasaan) demi membantu kesuksesan tim. Saya akan terus berlari sampai tidak mampu lagi,” tutur Wirtz dalam wawancara bersama Werkself Magazin.
Liverpool tidak punya pilihan selain mendatangkan Wirtz. Hanya dengan cara itu, kualitas skuad mereka dijamin akan meningkat signifikan. Mereka sebagai juara bertahan harus lebih kuat dari musim lalu sebab tim-tim rival juga sangat serius pada musim panas dan sudah siap mencuri takhta tersebut. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari