Carlos Alcaraz melaju ke babak keempat ATP Masters 1000 Indian Wells. Dia bermain agresif sejak perebutan poin pertama melawan Denis Shapovalov.
11 Mar 2025 15:29 WIB · Olahraga
INDIAN WELLS, SENIN — Dua babak dilewati Carlos Alcaraz dengan penampilan solid. Petenis Spanyol itu masih mempertahankan peluang menjuarai ATP Masters 1000 Indian Wells tiga kali beruntun.
Salah satu performa solid itu diperlihatkan ketika dia melawan Denis Shapovalov pada babak ketiga di Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat. Dalam pertandingan yang berlangsung Senin (10/3/2025) malam waktu setempat atau Selasa siang waktu Indonesia, Alcaraz menang dengan skor 6-2, 6-4.
Kemenangan itu cukup penting bagi Alcaraz pada babak-babak awal turnamen. Apalagi, performa Shapovalov konsisten sepanjang Februari. Dia menjuarai ATP 500 Dallas dan mencapai semifinal ATP 500 Acapulco. Alcaraz pun mengulang kemenangan atas Shapovalov yang didapat pada pertemuan pertama mereka pada babak ketiga Grand Slam Perancis Terbuka 2023.
Di lapangan keras Indian Wells Garden, Alcaraz langsung mematahkan servis Shapovalov, kemudian unggul 5-0 melalui forehand-forehand mematikan. ”Saya harus sangat fokus pada awal pertandingan, harus tampil dengan kuat karena Denis bermain bagus pada awal musim ini. Jadi, saya sudah mengantisipasi pertandingan yang sulit,” kata Alcaraz.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/5ac1354f-217d-4405-a6d7-df06f7a9e60d_jpg.jpg)
Meski Alcaraz menang dua set, statistik pertandingan memperlihatkan deretan angka cukup berimbang dengan Shapovalov. Perbedaan ada pada kemampuan Alcaraz memanfaatkan kesempatan saat mendapat break point. Dia memenangi empat dari delapan break point, sementara Shapovalov hanya sekali mencuri servis Alcaraz dari empat kesempatan.
Selain tampil solid sejak perebutan poin pertama, Alcara mengatakan, kunci kemenangannya pada babak kedua adalah suasana hati yang lebih tenang. ”Hari ini, saya lebih rileks dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Namun, rasa gugup di awal penampilan itu sebenarnya bagus dan itu dirasakan semua petenis. Kuncinya adalah bagaimana cara mengontrolnya,” tutur Alcaraz dalam laman resmi ATP.
Kemenangan atas petenis Kanada itu menjadi yang ke-14 beruntun bagi Alcaraz dalam turnamen Masters 1000 dan dia hanya kehilangan dua set dari jumlah kemenangan tersebut. Jika petenis Spanyol berusia 21 tahun ini bisa mempertahankan penampilannya yang agresif hingga akhir turnamen, dia akan menyamai prestasi Roger Federer dan Novak Djokovic sebagai juara Indian Masters tiga kali beruntun.
Federer mencetak hattrick juara pada 2004-2006 dari total lima gelar di Indian Wells. Djokovic juga mempunyai lima gelar dari Indian Wells dengan tiga di antaranya didapat pada 2014-2016.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/8a0ad633-e76c-44b7-a0e2-c21a66fd6a02_jpg.jpg)
Untuk menempati posisi yang sejajar dengan para legenda itu, Alcaraz harus mengalahkan Grigor Dimitrov, yang mengalahkan sesama petenis senior, Gael Monfils, pada babak keempat. Jika memenangi tantangan itu, tantangan berikutnya akan datang dar Francisco Cerundolo atau Alex de Minaur. Setelah itu, calon kuat penantangnya di semifinal adalah di antara dua petenis tuan rumah, yaitu Taylor Fritz atau Ben Shelton.
Pada paruh atas undian, tiga petenis non-unggulan akan tampil pada babak keempat, Selasa waktu setempat. Tallon Griekspoor, yang mengalahkan unggulan teratas, Alexander Zverev, pada babak kedua, akan berhadapan dengan petenis kualifikasi, Yosuke Watanuki.
Ketika tunggal putra telah kehilangan Zverev, Casper Ruud, Novak Djokovic, dan Andrey Rublev dari jajaran 10 unggulan teratas, hampir semua unggulan sepuluh besar tunggal putri akan tampil pada babak keempat.
Lolosnya delapan unggulan ke pekan kedua dilengkapi kemenangan unggulan teratas, Aryna Sabalenka, pada babak ketiga. Petenis nomor satu dunia itu mengalahkan Lucia Bronzetti, 6-1, 6-2, untuk bertemu petenis lucky loser, Sonya Kartal, di babak keempat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/d2f563b4-7d73-4c9a-ba30-9483fa21d617_jpg.jpg)
Sebelum Sabalenka tampil, kemenangan unggulan pada paruh atas undian juga didapat Cori ”Coco” Gauff (unggulan ke-3), Madison Keys (unggulan ke-5), dan Jasmine Paolini (unggulan ke-6). Sehari sebelumnya, mereka yang memastikan diri lolos ke babak keempat adalah Iga Swiatek (unggulan ke-2), Jessica Pegula (unggulan ke-4), Elena Rybakina (unggulan ke-7), Zheng Qin Wen (unggulan ke-8), dan Mirra Andreeva (unggulan ke-9). Bahkan, Rybakina akan bertemu Andreeva pada pertandingan Selasa.
Ketika Sabalenka bisa menang dengan mudah, Keys harus bermain selama 2 jam 48 menit untuk mengalahkan Elise Mertens dengan skor 6-2, 6-7 (8), 6-4 pada babak ketiga. Padahal, salah satu andalan tuan rumah itu mendapat dua match point saat servis ketika unggul 5-3 pada set kedua. Dia juga gagal mengonversi dua match point lain saat tiebreak meski bisa tetap menang pada set ketiga.
”Pertandingan tadi menggambarkan bagaimana caranya bertahan. Saya bermain dengan penampilan yang tidak sesuai harapan. Mungkin karena ekspektasi saya begitu tinggi,” ujar Keys.
Ekspektasi tinggi itu muncul karena untuk pertama kali Keys bertanding dengan status sebagai juara Grand Slam. Petenis berusia 30 tahun ini menjuarai Australia Terbuka dalam final kedua di arena Grand Slam setelah dikalahkan Sloane Stephens pada Amerika Serikat Terbuka 2017. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar Alexey