Alcaraz Tak Ingin Mengulang Momen Final ATP 2023

Carlos Alcaraz untuk kedua kalinya tampil dalam turnamen Final ATP. Sebelum mewujudkan target juara, Alcaraz fokus memenangi laga pertama.

11 Nov 2024 12:41 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani - [email protected]

TURIN, SENIN — Carlos Alcaraz bertekad menambah gelar dari panggung besar pada 2024 dengan trofi juara dari turnamen Final ATP di Turin, Italia, 10-17 November. Dia tak ingin momen awal Final ATP 2023 terulang pada tahun ini.

Alcaraz kembali ke Final ATP setelah menjalani debut pada 2023. Meski lolos ke semifinal sebagai peringkat teratas Grup Merah, dia mengawali turnamen di pengujung musim ini dengan kekalahan. Langkah Alcaraz pada ajang yang hanya diikuti delapan petenis terbaik sepanjang musim ini pada akhirnya dihentikan Novak Djokovic, petenis yang kemudian menjadi juara untuk ketujuh kalinya.

Perjalanan petenis Spanyol itu pada tahun ini akan dimulai dengan melawan Casper Ruud pada persaingan di Grup John Newcombe dalam Pala Alpitour, Senin (11/11/2024). Di grup yang sama, Andrey Rublev akan melawan Alexander Zverev, petenis yang mengalahkan Alcaraz pada laga pembuka Final ATP 2023.

Sementara persaingan di Grup Ilie Nastase dimulai pada Minggu dengan kemenangan bagi petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dan Taylor Fritz. Fritz mengalahkan juara Final ATP 2020, Daniil Medvedev, dengan skor 6-4, 6-3, sementara Sinner menang atas debutan turnamen, Alex de Minaur, 6-3, 6-4.

Petenis AS, Taylor Fritz, melancarkan servis saat melawan Daniil Medvedev pada penyisihan Grup Ilie Nastase turnamen Final ATP. Di Turin, Italia, Minggu (10/11/2024), Fritz menang 6-4, 6-3.

Kedelapan petenis itu bersaing dengan format round robin untuk memperebutkan posisi dua besar di grup masing-masing sebagai syarat lolos ke semifinal. Fase selanjutnya akan berlangsung antara juara dan peringkat kedua dari grup berbeda.

Quote

Saya senang melihatnya bermain, tetapi tidak begitu senang saat harus melawannya.

Alcaraz mengatakan, dia datang ke Turin pada tahun ini dengan persiapan yang lebih baik. ”Pendekatan dan motivasi pun berbeda. Motivasi saya lebih besar karena tahu, jika bisa tampil lebih baik, saya bisa mendapat hasil lebih baik dibandingkan tahun lalu,” kata Alcaraz dalam laman resmi turnamen tersebut.

Petenis berusia 21 tahun itu menjadi petenis kedua yang lolos ke Final ATP 2024 setelah Sinner dengan bekal empat gelar juara. Tiga gelar didapat dari ajang besar, yaitu ATP Masters 1000 Indian Wells serta Grand Slam Perancis Terbuka dan Wimbledon. Alcaraz sebenarnya lolos ke Final ATP 2022, tetapi dia mengundurkan diri karena mengalami cedera otot perut.

Peluang Alcaraz untuk mengawali Final ATP tahun ini dengan kemenangan cukuplah besar karena dia selalu menang dalam empat pertemuan dengan Ruud. Selain itu, performa petenis peringkat ketujuh dunia itu tak begitu baik. Dia 49 kali menang dan 23 kali kalah sebelum tampil di Turin dan hanya dua kali menang dari sepuluh pertandingan terakhir.

Petenis Spanyol, Carlos Alcaraz, memukul bola saat menghadapi Nicolas Jarry (Chile) pada babak kedua tunggal putra ATP Masters 1000 Paris 2024, Rabu (30/10/2024) dini hari waktu Indonesia. Alcaraz menang atas Nicolas Jarry dengan skor 7-5, 6-1.

Ruud bahkan berpendapat bahwa perjalanan Alcaraz layak disandingkan dengan petenis legenda meski dia baru enam tahun bersaing di arena tenis profesional. ”Saya senang melihatnya bermain, tetapi tidak begitu senang saat harus melawannya. Sangat sulit untuk mengantisipasi permainannya karena Carlos bisa memukul dengan cara apa pun,” kata Ruud, tiga kali finalis Grand Slam dan Final ATP 2022.

Berkebalikan dengan Alcaraz, Zverev tak lolos dari penyisihan grup pada Final ATP 2023 karena hanya menempati peringkat ketiga di bawah Alcaraz dan Medvedev. Ketiga petenis itu sama-sama dua kali menang dari tiga laga, tetapi Zverev hanya berada di urutan ketiga karena dia kalah dari Medvedev.

Quote

Awal yang baik bagi saya untuk turnamen besar seperti ini, apalagi saya tidak tampil dalam turnamen resmi selama empat pekan.

ATP memberlakukan peraturan untuk menentukan posisi petenis dalam setiap grup berdasarkan urutan jumlah kemenangan, lalu jumlah pertandingan yang diikuti. Jika ada dua petenis memiliki statistik sama pada dua indikator awal, penentunya adalah hasil pertandingan di antara mereka.

Adapun ketika tiga petenis memiliki statistik sama, penentuan posisi ditentukan oleh faktor lain secara berurutan, yaitu persentase set yang dimenangi, persentase gim kemenangan, lalu posisi dalam ranking ATP.

Reaksi petenis Jerman Alexander Zverev saat melawan petenis AS Taylor Fritz pada laga babak keempat turnamen Wimbledon di All England Club, London, Senin (8/7/2024). *Germany's Alexander Zverev reacts as he plays against US player Taylor Fritz during their men's singles tennis match on the eighth day of the 2024 Wimbledon Championships at The All England Lawn Tennis and Croquet Club in Wimbledon, southwest London, on July 8, 2024. (Photo by HENRY NICHOLLS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE

Zverev tiba di Turin pada tahun ini dengan kepercayaan diri lebih tinggi karena dia menempati peringkat kedua dunia setelah menjuarai Roma dan Paris Masters serta menjadi finalis Perancis Terbuka. Petenis Jerman itu pun berada dalam kondisi lebih bugar dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang baru pulih dari cedera engkel parah.

Cedera itu dialami saat menjalani semifinal Perancis Terbuka, Mei 2022, melawan Rafael Nadal hingga membuat Zverev harus absen dari turnamen selama tujuh bulan.

”Pada 2023, saya tidak berada pada level kompetitif saat tampil di turnamen besar. Saya pun merasa jauh dari kemenangan (menjadi juara). Tahun ini, bisa tampil pada final Grand Slam dan menjuarai ATP Masters 1000 rasanya sangat memuaskan,” kata Zverev, juara Final ATP 2018 dan 2021.

Dukungan Penonton untuk Fritz

Pada pertandingan yang berlangsung pada hari pertama turnamen, Sinner merasa bangga bisa tampil di hadapan publiknya sendiri. Petenis Italia ini tampil juga pada Final ATP 2021 dan 2023 ketika turnamen telah digelar di Turin, tetapi dia membawa status berbeda pada tahun ini.

Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, mengembalikan servis dari Alex de Minaur pada penyisihan Grup Ilie Nastase turnamen Final ATP di Turin, Italia, Minggu (10/11/2024). Sinner menang dengan skor 6-3, 6-4.

Sinner bermain sebagai petenis Italia pertama yang berstatus nomor satu dunia dan datang dengan tujuh gelar juara, termasuk Grand Slam Australia dan AS Terbuka. Stadion pun selalu riuh setiap Sinner mendapat winner, terutama saat mencetak as.

”Awal yang baik bagi saya untuk turnamen besar seperti ini, apalagi saya tidak tampil dalam turnamen resmi selama empat pekan. Saya senang bisa bermain dengan level seperti tadi dan mendapat dukungan meriah dari penonton,” ujar petenis berusia 23 tahun itu.

Pesaing terberat Sinner di Grup Ilie Nastase sebenarnya adalah Medvedev, tetapi petenis peringkat keempat dunia itu kalah dari Fritz yang untuk kedua kalinya lolos ke Final ATP. Tak dapat menahan emosi karena penampilannya yang buruk, Medvedev pun membanting raket hingga mendapat peringatan dari wasit.

Quote

Saya senang bisa bermain dengan level seperti tadi dan mendapat dukungan meriah dari penonton.

”Saya marah dan frustrasi. Penyebab kekalahan tadi adalah diri saya sendiri, bukan orang lain,” katanya.

Petenis Rusia itu akan mendapatkan kembali peluang untuk melaju ke semifinal jika bisa mengalahkan Sinner dan Rublev. Itu pun nasibnya bisa tergantung pula pada hasil petenis lain. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra