Laga Tottenham versus Manchester City akan mempertemukan kelemahan dari dua sisi sekaligus. Meskipun begitu, ada satu faktor yang bisa menjadi pembeda di laga nanti.
31 Jan 2026 13:29 WIB · Olahraga
AP
LONDON, SABTU — Sulit mencari tim mana yang lebih diuntungkan dalam kunjungan Manchester City ke Stadion Tottenham Hotspur. Manajer City Pep Guardiola datang bersama sejarah pertemuan terburuk versus Tottenham, sementara tim tuan rumah seolah alergi bermain di kandang.
Tottenham dan City hanya memiliki waktu beristirahat tiga hari setelah menang dalam laga pamungkas babak grup Liga Champions. Kedua tim itu akan langsung berhadapan dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Minggu (1/2/2026) pukul 23.30 WIB.
City patut khawatir dalam lawatan nanti. Saat sedang butuh poin untuk mengejar pemuncak klasemen Arsenal, mereka justru harus bertemu lawan yang paling dibenci Guardiola. Tottenham merupakan tim yang paling sering menang atas City di liga selama era Guardiola (8 kali).
Rekor buruk Guardiola kembali terbukti dalam pertemuan pertama di Stadion Etihad, Agustus 2025. City takluk 0-2 dari tim asuhan pelatih Thomas Frank. Itu merupakan kekalahan satu-satunya City di kandang musim ini. ”Tim mereka cukup cair (dalam menyerang dan bertahan),” kata asisten pelatih City, Pepijn Lijnders.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/12320c88c64703dae80f00a399bef266-wires_photo_2026_01_25T010659.950.jpg)
Konferensi pers City diwakili oleh Lijnders karena Guardiola sedang ada urusan personal. Sehari sebelumnya, manajer asal Spanyol itu sempat menghadiri acara amal untuk Palestina di Barcelona. Guardiola baru kembali pada Jumat waktu setempat dan tetap akan memimpin pertandingan.
Menariknya, tim asuhan Guardiola selalu mampu membawa poin penuh dalam dua kunjungan terakhir di liga. Catatan itu semakin membebani Frank mengingat rekor kandang Tottenham pada musim ini sangat buruk. ”Si Lili Putih” hanya mampu menang dua kali dari 11 pertandingan liga.
Tottenham memiliki rekor kandang terburuk kedua di liga, hanya lebih baik dari tim zona degradasi Wolverhampton Wanderers. Sementara itu, Frank saat ini berstatus pelatih Tottenham dengan rerata poin terendah dalam laga kandang (0,82 poin). Problem itu yang membuat mereka terpuruk di peringkat ke-14.
Memang belum sempurna, tetapi kami lebih konsisten dalam 10 pertandingan terakhir. Kami bermain lebih baik, terutama selama 90 menit penuh.
Salah satu faktor utama dari antiklimaks laga kandang itu adalah energi negatif para penggemar. Frank sudah kehilangan dukungan mayoritas penggemar akibat rentetan hasil buruk selama tujuh bulan kepemimpinannya. Energi buruk dari tribune itu terkirim hingga ke lapangan.
Meskipun begitu, publik Tottenham kemungkinan akan melunak di laga besar nanti. Frank baru saja mengantar tim lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions setelah menang atas Frankfurt. Adapun dalam laga kandang terakhir, Tottenham sukses menaklukkan Borussia Dortmund.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/f792baf02106196fab2352a28a438118-Britain_Premier_League_Soccer_24_.jpg)
Tottenham berhasil menang dua kali dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi setelah terjebak dalam tiga kekalahan beruntun. ”Memang belum sempurna, tetapi kami lebih konsisten dalam 10 pertandingan terakhir. Kami bermain lebih baik, terutama selama 90 menit penuh,” kata Frank.
Terlepas sisi positif dan negatif kedua tim, ada satu faktor yang bisa menjadi pembeda. Itu adalah kedalaman tim dan kebugaran skuad. Baik Tottenham maupun City sama-sama harus melawan waktu karena jarak laga yang sangat mepet. Mereka baru saja bertarung habis-habisan di tengah pekan lalu.
Dari sisi itu, tim tuan rumah jauh lebih dirugikan. Frank tidak punya banyak pilihan karena problem badai cedera. Sembilan pemain mereka masih menepi, termasuk bek andalan Micky van de Ven yang diragukan tampil karena cedera minor. Di laga tandang versus Frankfurt saja, gelandang Joao Palhinha sampai harus dimainkan jadi bek tengah.
City bisa merotasi skuad. Dua pemain baru mereka, yakni Antoine Semenyo dan Marc Guehi, tidak tampil di Liga Champions karena terkendala urusan pendaftaran. Gelandang peraih Ballon d’Or, yakni Rodri, juga disimpan pada tengah pekan lalu karena terkena hukuman kartu merah di laga sebelumnya.
Tiga pemain andalan City itu pun bisa kembali ke daftar starter dengan kondisi yang sangat bugar. Kebetulan, bek Ruben Dias dan gelandang Nico Gonzalez juga sudah sembuh dari cedera. Guardiola memiliki sangat banyak opsi untuk ditampilkan di kandang lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/fe7e4f83b1cf558c4e3ec4d69c91db68-Britain_Premeir_League_Soccer_2_.jpg)
Frank mengatakan, itulah keuntungan tim yang mampu memanfaatkan jendela transfer dengan baik. Dia agak cemburu dengan Guardiola karena kehilangan potensi mendatangkan Semenyo. Tottenham sempat mengincar pemain asal Bournemouth itu, tetapi Semenyo lebih memilih City.
”Para penggemar pasti ingin yang terbaik untuk klub, sama seperti saya, pemilik, staf, dan para pemain. Namun, untuk jendela transfer, itu bukanlah wewenang seorang pelatih. Tentu banyak pemain berkualitas yang kami incar untuk meningkatkan skuad ini,” ucap Frank.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto