Jalan Terjal Wakil Inggris, Hukum Besi Ketidakpastian Liga Champions

Menempatkan banyak wakil di posisi delapan besar fase liga, tim-tim Inggris nyatanya tidak terhindar dari skenario bertemu lawan berat di 16 besar Liga Champions.

29 Jan 2026 15:21 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LIVERPOOL, KAMIS — Pemikiran Arne Slot pada September 2025 jadi relevan menjelaskan nasib yang dialami para wakil Inggris. Sekalipun sukses menyegel lima dari delapan tim teratas fase liga, para wakil Inggris tetap berpotensi menemui lawan berat pada fase gugur. Situasi ini tercipta berkat format baru Liga Champions yang dirancang memberikan kejutan sejak fase liga hingga final.

Manajer Liverpool tersebut mengeluhkan nasib timnya yang tetap harus bertemu lawan berat pada 16 besar meski berhasil memuncaki klasemen akhir fase liga. Pada edisi musim lalu tercipta final ideal yang prematur kala Liverpool bertemu dengan Paris Saint-Germain. Liverpool pada akhirnya tersingkir dan PSG keluar sebagai juara di akhir musim.

Sebagai tim yang finis teratas pada fase liga, Slot berpikir Liverpool akan mendapat keuntungan dengan bertemu lawan ringan pada fase gugur. Akan tetapi, format baru Liga Champions membuat sejumlah tim raksasa seperti PSG, Real Madrid, Manchester City, dan Bayern Muenchen kewalahan lolos secara otomatis lewat jalur delapan peringkat teratas. Adapun PSG lolos ke fase gugur setelah mengatasi Brest pada babak playoff 16 besar sehingga mendapat undian melawan Liverpool.

”Jika dalam tenis Anda adalah unggulan nomor 1, lebih baik menghadapi unggulan nomor 24 daripada nomor 12, tetapi itu adalah peringkat berdasarkan tahun. Sekarang kita berada dalam format baru di mana beberapa tim berada di posisi tinggi di klasemen liga karena mereka mendapatkan undian yang beruntung dan beberapa tim berada di posisi rendah karena mereka mendapatkan undian yang sangat sulit. Jauh dari kenyataan untuk mengatakan bahwa menjadi unggulan satu atau dua adalah sebuah keuntungan. Anda mungkin beruntung, Anda mungkin juga sangat tidak beruntung,” tutur Slot kala itu.

Pelatih Liverpool Arne Slot memberikan instruksi kepada para pemainnya saat laga Liga Champions melawan Qarabag di Anfield, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.

Pernyataan Slot itu menegaskan tidak ada jaminan bagi tim yang finis teratas pada fase liga akan melewati fase gugur dengan mudah. Pemikiran itu relevan kembali menilik klasemen akhir fase liga Liga Champions musim ini.

Lima wakil Inggris, yaitu Arsenal, Liverpool, Tottenham Hotspur, City, dan Chelsea, berhasil menghindari fase playoff berkat finis di posisi delapan besar liga. Hanya Newcastle United yang gagal mengikuti jejak kelima tim itu untuk lolos secara otomatis tanpa melalui playoff.

Finis di posisi ideal tidak menjamin para wakil Inggris itu mendapatkan lawan mudah di fase gugur. City, misalnya, masih berpotensi bertemu antara Inter Milan atau Real Madrid. Dalam bagan fase gugur, City berada pada tempat yang sama dengan Real, Inter, Benfica, dan Bodo/Glimt. Salah satu dari keempat tim yang mengikuti playoff sudah dipastikan jadi lawan City di fase gugur.

”Ini seperti roller coaster bagi semua tim. Bagi semua tim lain yang berjuang untuk lolos ke delapan besar, ini benar-benar perjalanan yang menegangkan. Lihatlah Bodo/Glimt 10 hari yang lalu, apa yang terjadi. Kemudian apa yang terjadi hari ini dengan Real Madrid yang tidak mampu menang (atas Benfica). Liga Champions tidak seperti beberapa tahun yang lalu. Ini benar-benar sangat sulit,” kata Manajer City Pep Guardiola setelah mengantarkan timnya menang 2-0 atas Galatasaray pada laga pamungkas fase liga di Stadion Etihad, Manchester, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.

Format baru memang membawa semacam hukum besi ketidakpastian di Liga Champions. Dengan sistem di mana setiap tim bertemu tujuh lawan berbeda dan disatukan dalam satu klasemen besar, persaingan menjadi sangat ketat sejak awal.

Striker Manchester City Erling Haaland menyundul bola saat melawan Galatasaray pada laga Liga Champions di Manchester, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.

Tidak ada jaminan tim besar bisa finis dengan mudah di peringkat delapan besar teratas. Akibatnya, musim ini pun sejumlah tim raksasa, seperti Juventus, Atletico Madrid, PSG, dan Newcastle, juga harus berjibaku pada laga playoff demi merebut satu tiket ke 16 besar. Sebagaimana Slot utarakan sebelumnya, dengan adanya para raksasa pada fase playoff, kemungkinan delapan tim teratas menemui lawan berat akan terus ada.

Liverpool bukan pengecualian. Finis pada peringkat ketiga setelah menang 6-0 atas Qarabag, Liverpool berpotensi bertemu Juventus, Atletico, Club Brugge, atau Galatasaray di fase gugur. Di atas kertas, Atletico dan Juventus punya kesempatan lebih besar menjadi lawan Liverpool selanjutnya. Demikian pula dengan Spurs yang berada pada tempat yang sama dengan Liverpool meski sudah bersusah payah finis di peringkat keempat.

”Tidak ada pertandingan yang mudah. ​​Jadi, kami berada di sini dengan 17 poin, finis di urutan keempat di babak penyisihan grup,” ucap Manajer Spurs Thomas Frank.

Nasib lebih berat dialami Chelsea yang menang susah payah 3-2 atas Napoli pada laga terakhir fase liga. Meski berhasil merangsek dari peringkat delapan ke peringkat enam, Chelsea kemungkinan akan bertemu antara AS Monaco, Qarabag, PSG, atau Newcastle pada fase gugur. Secara materi pemain, Newcastle dan PSG lebih difavoritkan lolos playoff untuk menjadi calon lawan Chelsea berikutnya.

Italy Soccer Champions League

Hanya Arsenal yang kemungkinan akan bertemu lawan yang relatif ringan. Pada kasus Arsenal, ucapan Slot tidak terbukti. Finis pada posisi teratas klasemen memudahkan jalan Arsenal yang kemungkinan akan menghadapi antara Atalanta, Bayer Leverkusen, Olympiakos, atau Borussia Dortmund.

Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres merasa percaya diri timnya akan mampu melewati babak 16 besar dengan mulus. Pada laga pamungkas fase liga, Arsenal membekap Kairat Almaty 3-2.

”Kami mengakhirinya di posisi pertama, seperti yang kami inginkan. Jadi, ini adalah fase grup yang bagus bagi kami. Sekarang kami menantikan fase gugur,” kata Gyokeres. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji