Menjadi unggulan teratas turnamen Indian Wells Masters, Alexander Zverev tersingkir pada babak kedua. Hasil itu menghapus peluang menjadi petenis nomor satu dunia.
08 Mar 2025 15:30 WIB · Olahraga
INDIAN WELLS, JUMAT — Alexander Zverev memiliki peluang terbesar menempati puncak peringkat dunia tenis tunggal putra ketika Jannik Sinner absen dari Tur ATP selama dua pekan. Namun, Zverev menyia-nyiakan kesempatan itu dengan selalu kalah pada babak-babak awal turnamen.
Salah satu kekalahan di awal itu dialami dalam turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells, California, Amerika Serikat, 5-16 Maret 2025. Sebagai salah satu dari 32 unggulan—Zverev menempati unggulan pertama—petenis Jerman tersebut berhak langsung tampil pada babak kedua karena mendapat bye di awal. Namun, Zverev langsung tersingkir setelah dikalahkan Tallon Griekspoor dengan skor 6-4, 6-7 (5), 6-7 (4) pada pertandingan Jumat (7/3/2025) siang waktu setempat atau Sabtu dini hari waktu Indonesia.
Kekalahan tersebut memperpanjang hasil buruk Zverev setelah dikalahkan Sinner pada final Grand Slam Australia Terbuka 2025 pada Januari lalu. Pada turnamen ATP kelas bawah dan menengah, Zverev hanya mencapai perempat final ATP 250 Buenos Aires dan ATP 500 Rio de Janeiro, serta babak kedua ATP 500 Acapulco.
Hasil-hasil tersebut tak cukup untuk menggeser Sinner di puncak peringkat. Padahal, Sinner tak bisa tampil dalam turnamen selama dua bulan dan Zverev memiliki peluang besar menggantikan posisinya.
Sinner tak bisa bermain karena mendapat sanksi skors sejak 9 Februari hingga 4 Mei karena kasus doping, setahun lalu. Dengan demikian, Sinner pun kehilangan poin ranking dari semifinal Indian Wells Masters dan saat menjuarai Miami Masters 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/08/366d81535ed9d72887d61ebf0ade0e29-MTS_SPO_TEN_WTA_BNP_PARIBAS_OPEN_DAY_3_128059816.jpg)
Pada awalnya, saya memang berpikir berada di posisi itu (ranking teratas), tetapi sekarang tidak lagi karena saya bermain sangat buruk.
Zverev sebenarnya menjadi petenis dengan laju paling pesat ketika bersaing dengan kompetitor seangkatannya, seperti Stefanos Tsitsipas dan Andrey Rublev, pada program ATP Next Gen untuk petenis berusia 21 tahun ke bawah. Dia menjuarai tiga turnamen ATP Masters 1000 dan Final ATP dalam rentang usia 20-21 tahun.
Namun, kemampuannya cenderung stagnan dengan hanya mengandalkan permainan dari baseline. Prestasi petenis yang saat ini berusia 27 tahun tersebut tersalip dua petenis yang lebih muda, yaitu Sinner (23 tahun) dan Carlos Alcaraz (21).
Sinner memiliki tiga gelar Grand Slam dan Alcaraz dengan empat gelar. Posisi teratas dalam ranking dunia pun dicapai. Zverev sebenarnya berkali-kali mendapat kesempatan menjuarai Grand Slam, tetapi selalu kalah dalam tiga final.
Pada 2025, Zverev memiliki salah satu peluang besar dan ”mudah” dalam karier, yaitu menjadi petenis nomor satu dunia tanpa harus menjuarai Grand Slam lebih dulu. Akan tetapi, dia tetap tak bisa mencapainya.
”Pada awalnya, saya memang berpikir berada di posisi itu (ranking teratas), tetapi sekarang tidak lagi karena saya bermain sangat buruk. Jadi, saya harus mencari jalan keluar dulu tentang permainan karena untuk menjadi nomor satu dunia, saya harus menjuarai turnamen,” tutur Zverev dalam laman resmi ATP.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/08/3e4e67caef7bc5ae8f28c23010d0b4eb-MTS_SPO_TEN_WTA_BNP_PARIBAS_OPEN_DAY_3_128059936.jpg)
Dia mengakui, latihan setelah final Australia Terbuka tak seintens sebelumnya. Untuk itu, Zverev akan memanfaatkan waktu setelah tersingkir di Indian Wells dengan latihan lebih keras untuk turnamen berikutnya, Miami Masters, pada 16-30 Maret.
Bagi Griekspoor, kemenangan atas Zverev menjadi yang pertama setelah lima kali kalah secara beruntun, empat di antaranya terjadi pada 2024. ”Faktor mental sangat berpengaruh. Saya berulang kali berjuang melawan dia, memiliki kesempatan menang, tetapi hilang. Saya pun bangga dengan performa saya hari ini,” kata petenis Belanda itu.
Selain Zverev, kekalahan pada babak kedua juga dialami unggulan keempat, Casper Ruud. Petenis Norwegia ini disingkirkan Marcos Giron 6-7 (4), 6-3, 2-6. Sementara Tsitsipas, Taylor Fritz, dan Daniil Medvedev melaju ke babak ketiga.
Alcaraz, sebagai pemegang gelar juara dalam dua tahun terakhir, akan memulai penampilan pada Sabtu waktu setempat dengan melawan Quentin Halys. Pada hari yang sama, Novak Djokovic berhadapan dengan Botic van de Zandschulp.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/08/52ad7fe12d739566fbb8fa5580137977-MTS_SPO_TEN_WTA_BNP_PARIBAS_OPEN_DAY_3_128060496.jpg)
Pada persaingan tunggal putri di tempat yang sama dalam level WTA 1000, Iga Swiatek memulai langkah untuk mempertahankan gelar dengan mengalahkan petenis senior, Caroline Garcia, 6-2, 6-0. Meski angka tersebut memperlihatkan skor telak, Swiatek mengatakan bahwa kemenangan tersebut didapat dengan tak mudah.
”Pertandingan pertama selalu sulit dan saya tak tahu harus berekspektasi apa dari permainan Caro. Saya senang akhirnya bisa bermain solid dari awal hingga akhir,” kata Swiatek.
Unggulan keempat, Jessica Pegula, juga memulai penampilan dengan baik saat melawan Magda Linette dan menang dengan skor 6-4, 6-2. Sementara petenis 17 tahun, Mirra Andreeva, mengalahkan Varvara Gracheva 7-5, 6-4 setelah tertinggal 0-4 pada set kedua.
Pada persaingan ganda putri, petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi, memenangi babak pertama bersama petenis Hongaria, Fanny Stollar, pada Kamis waktu setempat. Mereka mengalahkan wakil tuan rumah, Ashlyn Krueger/Pegula, 4-6, 6-1, 11-9.
Bagi Aldila, WTA Indian Wells menjadi turnamen pertama pada 2025 karena kondisi kesehatan tak memungkinkan tampil sejak awal tahun. Dia mengalami tuli mendadak pada Desember 2024 sehingga mengganggu keseimbangan geraknya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/11/21/0788c619-80ca-473f-8190-17359b19bc42_jpg.jpg)
Dengan kondisi tersebut, Aldila melewatkan Grand Slam Australia Terbuka. Setelah menjalani pengobatan, di antaranya dengan terapi hiperbarik, Aldila baru bisa menjanai Tur WTA pada Maret.
”Kemenangan ini sangat berarti bagi saya, terutama setelah saya harus menunda tur pada 2025 karena kondisi kesehatan di akhir 2024. Hasil ini juga meyakinkan saya bahwa saya sudah siap untuk mengejar prestasi lebih baik pada 2025,” tutur Aldila, yang akan melawan Tereza Mihalikova/Olivia Nicholls pada babak kedua. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto