”Comeback” Anisimova Hasilkan Gelar Juara

Amanda Anisimova meraih gelar pertama dari ajang WTA 1000. Dia bertahan dalam persaingan level tinggi di Doha, Qatar.

16 Feb 2025 10:43 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

DOHA, SABTU—Amanda Anisimova menempati ranking kedua dunia tunggal putri yunior pada usia 15 tahun dan menjuarai Grand Slam Amerika Serikat Terbuka kategori yang sama, setahun kemudian. Pada level senior, dia pernah membuat kejutan, lalu beristirahat dari kompetisi karena tertekan, dan kembali hingga akhirnya menjuarai turnamen WTA 1000 Doha.

Anisimova menjadi juara di Doha, Qatar, setelah menghentikan kejutan yang dibuat Jelena Ostapenko. Dalam final di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Sabtu (15/2/2025), Anisimova mengalahkan Ostapenko dengan skor 6-4, 6-3.

Kemenangan tersebut menghentikan kejutan yang dibuat Ostapenko dalam perjalanan menuju final. Juara Grand Slam Perancis Terbuka 2017 ini mengalahkan unggulan keempat, Jasmine Paolini pada babak ketiga.

Tak hanya itu, dia juga menyingkirkan juara WTA Doha dalam tiga tahun terakhir, Iga Swiatek, pada semifinal dengan skor telak 6-3, 6-1. Ostapenko pun menjadi satu-satunya petenis yang lima kali menang atas pemilik lima gelar juara Grand Slam itu tanpa terkalahkan.

Qatar Open Tennis

Lawan yang dikalahkan Anisimova menuju laga puncak tak kalah berat, yaitu unggulan kesembilan, Paula Badosa, pada babak kedua, lalu Leylah Fernandez (finalis AS Terbuka 2021) di babak ketiga. Pada semifinal, Anisimova mengalahkan Ekaterina Alexandrova, petenis yang menyingkirkan unggulan teratas, Aryna Sabalenka, dan Jessica Pegula.

Gelar juara dari Doha ini menjadi yang pertama bagi Anisimova pada level Super 1000, setelah dia kalah pada final level yang sama di Kanada 2024. Meski masih kesulitan menembus persaingan level elite secara konsisten, Anisimova setidaknya telah memperlihatkan upayanya untuk berkompetisi lagi di arena profesional.

Petenis Amerika Serikat ini menjalani persaingan profesional sejak berusia 15 tahun pada 2016 meski masih tergolong yunior (18 tahun ke bawah) dari sisi usia. Dia menjadi tunggal putri ranking kedua yunior pada tahun tersebut.

Sepekan setelah berulang tahun yang ke-16 pada 2017, Anisimova menjuarai AS Terbuka yunior dengan mengalahkan Cori Gauff (berusia 13 tahun) 6-0, 6-2 di final. Catatan ini memperlihatkan potensi Anisimova untuk bersinar pada level persaingan lebih tinggi.

APTOPIX Qatar Open Tennis
Quote

Ternyata, waktu yang saya lalui tidak lama, tetapi, saya memang membutuhkan waktu untuk istirahat dan fokus kembali pada diri sendiri.

Potensi tersebut diperlihatkan ketika mencapai semifinal Perancis Terbuka 2019 dengan menyingkirkan Sabalenka pada babak kedua dan juara bertahan, Simona Halep, pada perempat final.

Namun, perjalanan untuk semakin baik setelah momen di Roland Garros, Paris, tersebut ternyata terlalu sulit bagi Anisimova. Oleh karena tak bisa mengatasi tekanan hingga mengalami gangguan kesehatan mental, Anisimova memutuskan beristirahat bertanding sejak Mei hingga akhir 2023. Dia kembali pada 2024 dengan pencapaian terbaik final WTA 1000 Kanada.

Usai mengalahkan Ostapenko dalam final di Doha, Anisimova bercerita bahwa pada masa istirahat, dia berencana kembali ke tur profesional dengan target bisa menjuarai turnamen level tinggi. “Saat itu, saya membuat rencana waktu memulai lagi latihan dan kembali ke pertandingan. Ternyata, waktu yang saya lalui tidak lama, tetapi, saya memang membutuhkan waktu untuk istirahat dan fokus kembali pada diri sendiri. Saya ingin, saat kembali berkompetisi, saya benar-benar menikmatinya,” tutur Anisimova dalam laman resmi WTA.

Petenis 23 tahun itu juga menyebut bahwa banyak kerja keras dan momen penuh tangis sebelum menerima trofi juara di Doha. “Jadi, pekan ini adalah momen yang luar biasa. Sangat spesial bagi saya,” kata Anisimova yang akan naik ke ranking ke-18 dunia dari posisi ke-41 setelah menjuarai WTA Doha.

Qatar Open Tennis

Setelah ini, Anisimova harus membuktikan konsistensinya dengan tampil pada turnamen WTA 1000 lainnya, yaitu di Dubai, Uni Emirat Arab, 16-22 Februari. Dia akan berhadapan dengan sesama petenis AS, McCartney Kessler, pada babak pertama. Jika menang, lawan berikutnya adalah Gauff yang menjadi unggulan ketiga dan mendapat bye di babak pertama.

Seperti di Doha, petenis top dunia bersaing di Dubai. Ini menjadi kesempatan bagi mereka yang tersingkir pada babak-babak awal di Doha, seperti Sabalenka, Gauff, Zheng Qin Wen, dan Emma Navarro.

Sinner Dilarang Bertanding

Persaingan tenis putra tak diikuti petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, pada periode 9 Februari hingga 4 Mei. Petenis italia itu mendapat sanksi larangan bertanding selama tiga bulan terkait kasus dua kali doping yang dilakukan antara Maret-April 2024.

Sinner mendapat hasil positif pada dua kali tes karena adanya zat doping, clostebol dalam tubuhnya. Berkali-kali, tiga kali juara Grand Slam ini mengatakan bahwa tidak secara sengaja melakukan doping. Clostebol masuk ke tubuhnya karena obat yang digunakan fisioterapis, yang memijatnya, untuk mengobati luka di tangannya.

Setelah terlepas dari sanksi pada 2024, kasus tersebut dibahas kembali tahun ini karena Badan Antidoping Dunia (WADA) mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, WADA mencabut pengajuan banding dan menerima penjelasan Sinner. Kesepakatan akhirnya dicapai kedua pihak bahwa Sinner tak boleh bertanding selama tiga bulan.

Italy's Jannik Sinner celebrates with the Norman Brookes Challenge Cup trophy after defeating Germany's Alexander Zverev during their men's singles final match on day fifteen of the Australian Open tennis tournament in Melbourne on January 26, 2025. (Photo by WILLIAM WEST / AFP) / -- IMAGE RESTRICTED TO EDITORIAL USE - STRICTLY NO COMMERCIAL USE --

Atas sanksi tersebut, Sinner akan absen pada empat turnamen ATP Masters 1000, yaitu Indian Wells, Miami, Monte Carlo, dan Madrid. Dia pun tak akan jadi bermain di ATP 500 Dubai, 24 Februari-1 Maret, meski telah berada di sana.

Sanksi bagi Sinner habis tepat sebelum dimulainya turnamen lapangan tanah liat di negaranya sendiri, ATP Masters 1000 Roma pada 7-18 Mei. Selain itu, petenis berusia 23 tahun ini bisa tampil pada Grand Slam kedua, Perancis Terbuka, 25 Mei-8 Juni. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .