Tunggal putra Indonesia tak tersisa di Indonesia Terbuka 2025. Saat Alwi Farhan memberi perlawanan ketat peringkat tiga dunia, performa Jonatan Christie menurun.
05 Jun 2025 19:56 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Langkah pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, dihentikan tunggal putra nomor tiga dunia, Anders Antonsen, pada babak kedua Indonesia Terbuka 2025. Meski kalah, pengalaman pada debut di turnamen level tertinggi jadi bekal berharga Alwi menatap turnamen selanjutnya.
Pengalaman mengalahkan Antonsen pada pertemuan sebelumnya belum cukup bagi Alwi Farhan untuk meraih hasil serupa ketika kembali berhadapan, Kamis (5/6/2025). Sempat memaksakan hingga gim ketiga, Alwi akhirnya takluk dari tunggal putra Denmark itu 16-21, 21-18, 14-21.
”Pada set ketiga, saya kalah start dan akhirnya saya kurang bisa lepas dari tekanan. Ketika mau menyusul, (poinnya) terlalu jauh. Dia juga temponya agak lebih tinggi,” kata Alwi selepas laga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Setelah kalah pada gim pertama, Alwi secara perlahan menemukan pola permainan yang pas baginya pada gim kedua. Pemain berusia 19 tahun ini bermain lebih sabar meladeni Antonsen yang minim melakukan kesalahan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/bf523458-df92-4467-b9a9-ac09f580a287_jpg.jpg)
Alwi mencoba memainkan tempo, mengatur tenaga karena ketika berhadapan dengan pemain top dunia seperti Antonsen, fisik pasti akan terkuras. Juara dunia yunior 2023 ini mengejar ketertinggalan tujuh poin, menyamakan skor, lalu membalikkan keadaan 15-14.
Meski Antonsen kemudian memberikan perlawanan ketat setelah itu, Alwi mampu menutup gim kedua dengan kemenangan. Namun, pada gim ketiga, hal serupa gagal ditampilkan Alwi.
Alwi tertinggal terlalu jauh hingga sulit mengejar lagi. Dia sempat dua kali menggagalkan match point Antonsen. Akan tetapi, pada akhirnya dia tumbang.
Pada pertemuan pertama di fase penyisihan Piala Sudirman, awal Mei lalu, Alwi menang 21-17, 15-21, 21-17. Alwi mengawali titik balik Indonesia yang sempat kehilangan partai pertama dari Denmark dan akhirnya menang dengan skor 4-1.
Laga di Istora yang sama-sama berlangsung ketat menunjukkan Alwi tetap menunjukkan semangat pantang menyerah. Dalam debutnya di Indonesia Terbuka maupun di turnamen dengan level Super 1000, tertinggi dalam struktur BWF World Tour, Alwi mampu bertahan hingga satu jam 17 menit, hanya kurang semenit dari durasi pertemuan pertama.
Dengan mentalitas yang sama, Alwi tak mau terganggu dengan deretan prestasi Antonsen yang berstatus finalis Kejuaraan Dunia 2019 dan pemilik delapan gelar juara BWF World Tour. Antosen juga dua kali menembus final Indonesia Terbuka serta pernah menjuarai Malaysia Terbuka, turnamen yang levelnya sama dengan Indonesia Terbuka.
Alwi mengatakan, pertemuan pertama dan kedua sama-sama berlangsung sulit dan berat. Meski akhirnya kali ini kalah, Alwi mencoba merefleksikan hasil itu sebagai bagian dari proses dalam perjalanan karier. Dia berjanji bangkit lebih kuat pada turnamen selanjutnya.
”Memang tidak mudah, selalu banyak jatuh bangun. Tapi, saya rasa saya harus kuat. Saya harus bisa memperbaiki apa yang menjadi kekurangan saya,” ujar Alwi.
”Kurang lebih ada satu bulan untuk persiapan lagi. Saya pasti akan maksimalkan di turnamen berikutnya. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus saya kerjakan, tapi ini bagian proses. Saya akan kembali lebih kuat dan bangkit lagi,” tuturnya yang belum tahu akan berlaga di turnamen mana selanjutnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/b5d65cee-aaaf-47bf-9303-8cf45634dd04_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/f699b5f4-f7a2-4ee1-a850-f0b9dee4524f_jpg.jpg)
Alwi menjadi tunggal putra pelatnas bulu tangkis yang memiliki posisi tertinggi. Sebelumnya ada Jonatan Christie di ranking kelima, tetapi memutuskan berlatih di luar pelatnas sejak 15 Mei. Dengan kekalahan Alwi, tidak ada tunggal putra yang tersisa di Indonesia Terbuka.
Chico Aura Dwi Wardoyo terhenti sejak babak pertama. Adapun Jonatan, sama seperti Alwi, tersingkir pada babak 16 besar. Sebelumnya di Singapura Terbuka pekan lalu, Jonatan juga kalah pada babak tersebut.
Berbeda dengan Alwi yang memperlihatkan perlawanan ketat saat melawan Antonsen, performa Jonatan menurun pada gim kedua dan ketiga saat berhadapan Lee Cheuk Yiu. Jonatan, yang menjadi unggulan kelima, kalah dari pemain Hong Kong tersebut 21-12, 12-21, 10-21.
Seperti ketika bermain tiga gim melawan Jia Heng Jason Teh pada babak pertama, Jonatan bercerita bahwa dia sulit beradaptasi dengan embusan dan arah angin di lapangan. Menurut Jonatan, embusan angin yang terasa di Lapangan 1 pada babak pertama dengan di Lapangan 2 saat dia melawan Lee.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/47d690a5-05d6-4524-9cf1-f484fac71d22_jpg.jpg)
Situasi tersebut dirasakan juga oleh lawan, tetapi Jonatan tak bisa mengantisipasi dengan baik. Pada gim ketiga, dia membuat kesalahan dalam pukulan-pukulan mudah, salah satunya smes yang membuat kok tak begitu menukik dan jatuh jauh di luar garis pinggir lapangan. Unforced error Jonatan memberi banyak poin bagi Lee.
Perempat final yang dicapai Putri Kusuma Wardani menjadi perjalanan terjauhnya dalam Indonesia Terbuka setelah tersingkir pada babak kedua 2023 dan babak pertama 2024. Tahap itu menambah hasil terbaik Putri dalam beberapa turnamen.
Pada Januari, Putri mencapai perempat final turnamen Super 1000 lainnya, Malaysia Terbuka. Itu pun menjadi hasil terbaik atlet berusia 22 tahun tersebut sejak menjalani debut di Malaysia Terbuka pada 2022. Perempat final Indonesia Masters, semifinal Thailand Masters, dan semifinal Swiss Terbuka juga menjadi perjalanan terjauh Putri pada setiap turnamen.
Di Indonesia Terbuka, Putri mendapat tiket perempat final setelah mengalahkan unggulan kedelapan, Supanida Katethong, 17-21, 21-9, 21-8. Putri menambah kemenangan atas pemain Thailand itu pada tahun ini setelah menang dalam babak pertama All England. Dalam debut pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu, Putri kalah pada babak kedua.
Tunggal putri nomor dua Indonesia setelah Gregoria Mariska Tunjung itu mencapai performa cukup stabil sejak September 2024 dan berlanjut hingga tahun ini. Meski demikian, dia belum benar-benar mencapai tahap konsisten pada turnamen BWF World Tour Super 500 ke atas.
Saat melawan pemain dengan prestasi di bawah dia, Malvika Bansod, pada babak pertama Indonesia Terbuka, Putri menang setelah lawannya mengundurkan diri karena cedera. Itu pun dalam posisi tertinggal 16-21, 15-16. Dia kesulitan menghadapi uletnya permainan lawan meski atlet India itu baru memiliki gelar juara di level international challenge.
Kesempatan untuk menaikkan level permainan setelah dua babak di Indonesia Terbuka ada pada laga melawan Akane Yamaguchi di perempat final, Jumat. Apalagi, dua pertemuan melawan Yamaguchi, yang berakhir dengan kekalahan bagi Putri, berlangsung 2023. Salah satunya terjadi pada babak pertama Indonesia Terbuka.
Putri menilai, meskipun performa pemain Jepang itu tak sesolid beberapa tahun lalu, Yamaguchi tetap menjadi atlet yang sulit dikalahkan. Pada periode 2021-2023, Yamaguchi menjadi juara dunia 2021 dan 2022. Atlet berusia 27 tahun itu mengumpulkan 10 gelar juara BWF World Tour, salah satunya dari All England 2022.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/30014a77-5578-4a53-9747-dee0ae0fd406_jpg.jpg)
”Menghadapi Akane tidak akan mudah. Saya harus siap sejak awal dan harus bisa mengantisipasi serangan dengan akurasi pukulan yang sangat bagus,” ujar Putri.
Pada perempat final lain, tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, akan berhadapan dengan Pornpawee Chochuwong. Sementara itu, persaingan sesama pemain China akan terjadi antara Chen Yu Fei dan Han Yue.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul