Alwi Farhan akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis untuk kedua kali. Dia membawa bekal performa lebih konsisten pada 2026.
06 Agt 2026 11:01 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
JAKARTA, KOMPAS — Alwi Farhan akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis untuk kedua kali. Performa cukup konsisten pada tujuh bulan pertama 2026 membuat atlet tunggal putra Indonesia itu lebih percaya diri menghadapi ajang mayor tersebut.
Kejuaraan Dunia 2026 akan diselenggarakan di New Delhi, India, 17-23 Agustus. Alwi menjadi salah satu dari 11 wakil Indonesia yang namanya tertera dalam undian yang dirilis BWF pada Rabu (5/8/2026) malam.
Berbeda dengan turnamen BWF berkategori Terbuka, peserta Kejuaraan Dunia adalah mereka yang masuk ke dalam daftar lolos berdasarkan daftar peringkat pada tanggal tertentu. Wakil maksimal yang bisa didapat setiap negara adalah empat dari setiap nomor. Alwi lolos bersama seniornya, Jonatan Christie, di tunggal putra.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/c22e620c3b20f4c65387b6c2eac84873-MYE_0645.jpg)
Berstatus sebagai unggulan ke-11, Alwi akan berhadapan dengan Yoo Tae-bin (Korea Selatan) pada babak pertama. Dia berada dalam jalur untuk bertemu juara bertahan asal China, Shi Yu Qi, pada babak ketiga.
Alwi menang pada satu pertemuan sebelumnya dengan tunggal putra ranking teratas dunia itu, pada babak kedua Singapura Terbuka, Juni. Namun, Shi harus menghadapi tantangan berat dulu pada babak pertama, yaitu melawan Ayush Shetty (India) atlet terakhir yang mengalahkan Alwi. Shetty menang pada babak pertama China Terbuka Super 1000, 21-26 Juli. Kekalahan tiga gim pada laga tersebut menjadi penampilan terakhir Alwi sebelum Kejuaraan Dunia.
Meski demikian, sebelum itu, tunggal putra Indonesia berusia 21 tahun tersebut tampil cukup konsisten sejak awal tahun. Bersaing dalam rangkaian turnamen BWF World Tour sejak 2023 dan tampil dalam lebih banyak turnamen dalam dua tahun terakhir, Alwi mencatatkan hasil terbaik pada beberapa turnamen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/06/129406fa419edc03ac28d7287473f7ab-cipayung_alwi.jpg)
Dia menjuarai Indonesia Masters Super 500 pada Januari, perempat final All England dalam debut di turnamen Super 1000 tersebut (Maret), semifinal Singapura Terbuka Super 750, dan juara Australia Terbuka (Juni). Sepekan sebelum kalah di China Terbuka, Alwi mencapai perempat final Jepang Terbuka.
”Tentu saya lebih percaya diri menghadapi Kejuaraan Dunia kali ini. Persiapannya sangat bagus dan saya mempersiapkan diri dengan maksimal, mendorong diri sendiri sampai limit setiap hari,” tutur Alwi saat dijumpai seusai latihan sesi pertama di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, Selasa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/20d9ed86b358ba482a78a46d3aad6a48-MYE_4560.jpg)
Meski percaya diri dengan lebih banyak pengalaman bermain dalam ajang besar dan dengan lawan yang sama seperti turnamen lain, Alwi tetap mengantisipasi faktor nonteknis yang mungkin dirasakan. Berdasarkan pengalaman 2025, hawa kompetisi dalam Kejuaraan Dunia terasa berbeda bagi Alwi dibandingkan turnamen BWF lainnya.
”Kejuaraan Dunia adalah turnamen besar yang sangat bergengsi. Sejak hari pertama tidak ada yang senyum-senyum. Ada rasa takut duluan atau ragu-ragu. Jadi, yang bisa juara adalah atlet yang memang bisa mengatasi faktor-faktor tersebut,” kata juara dunia yunior 2023 tersebut.
Alwi lolos ke Kejuaraan Dunia untuk kedua kalinya setelah Paris 2025. Dia bertahan hingga babak ketiga melalui kemenangan atas Nguyen Hai Dang (Vietnam) dan Lin Chun Yi (Taiwan) sebelum kalah dari Kunlavut Vitidsarn (Thailand) dalam laga ketat dengan skor 18-21, 21-18, 20-22. Pada perempat final, Vitidsarn menang wakil Indonesia lainnya, Jonatan.
Rasa percaya diri berdasarkan performa sebelumnya juga akan dibawa Putri Kusuma Wardani yang mewakili tunggal putri bersama Thalita Ramadhani Wiryawan. Keyakinan itu tumbuh dari performanya di Jepang Terbuka saat Putri mencapai semifinal Jepang Terbuka. Dia mengalahkan atlet ranking kedua dunia, Wang Zhi Yi (China), sebelum kalah tiga gim dari Akane Yamaguchi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/24/54b461809f031a74dea528faafc88023-wires_photo_1_.jpg)
”Pasti kemenangan dari Wang Zhi Yi menaikkan rasa percaya diri saya. Semoga, di Kejuaraan Dunia kali ini bisa mendapat medali yang lebih baik, juara atau finalis,” ujar Putri yang menjadi semifinalis di Paris 2025.
Putri berpeluang bertemu kembali Wang pada panggung Kejuaraan Dunia jika keduanya melaju ke perempat final. Namun, Wang bisa bertemu dulu Pusarla V Sindhu pada babak ketiga.
Sementara itu, wakil Indonesia pada nomor ganda berada pada paruh yang sama dalam undian. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berada di paruh bawah dan sama-sama mendapat bye di babak pertama karena berstatus unggulan. Fajar/Fikri berpeluang bertemu Sabar/Reza di perempat final.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/06/1af26903357f81c286f5989b77a1348d-cipayung_thalita.jpg)
Di ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum juga ada di paruh bawah. Adapun dua wakil ganda campuran mendapat tempat di paruh atas. Mereka adalah Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Wakil Indonesia dalam Undian Kejuaraan Dunia 2026
Tunggal putra: Jonatan Christie, Alwi Farhan
Tunggal putri: Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan
Ganda putra: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Ganda putri: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum
Ganda campuran: Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul