Alwi Farhan melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Alwi menjadi satu-satunya harapan tunggal putra Indonesia tersisa.
20 Agt 2026 21:46 WIB · Olahraga
AP PHOTO/MANISH SWARUP
NEW DELHI, KAMIS — Alwi Farhan melawan Ayush Shetty (India) pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis menjadi persaingan generasi baru tunggal putra level dunia. Alwi tampil solid untuk menghentikan langkah Shetty yang mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah.
Laga yang berlangsung di Stadion Indira Gandhi, New Delhi, India, Kamis (20/8/2026) malam, menjadi persaingan pemain muda (Alwi dan Shetty berusia 21 tahun) yang menjadi harapan terakhir masing-masing negara di sektor tunggal putra.
Senior Shetty yang merupakan pemain nomor satu India, Lakhsya Sen, tersingkir pada babak kedua. Alwi menjadi tumpuan tunggal putra ”Merah Putih” setelah seniornya, Jonatan Christie, disingkirkan Rasmus Gemke (Denmark) pada babak ketiga, kurang dari satu jam sebelum Alwi menang. Jonatan, yang menjadi unggulan ketiga, kalah 21-11, 13-21, 18-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/cc9bb6690e27d95f8878bd6b19848b56-India_Badminton_World_Championships_7_.jpeg)
Kekalahan Jonatan itu dibayar Alwi yang membungkam penonton tuan rumah. Alwi menang dengan skor 21-19, 21-11 untuk berhadapan dengan Chou Tien Chen pada perempat final.
Dalam pertandingan selama 45 menit, Alwi terlihat begitu fokus dan bisa menjaga ketenangan. Tak ada reaksi berlebihan setiap mendapat poin, termasuk ketika menang, dari atlet yang biasanya tampil ekspresif itu.
Ketenangan itu diperlihatkan pada gim pertama ketika Alwi lebih sering tertinggal sebelum interval, juga ketika Shetty menyamakan skor menjadi 19-19 dari ketertinggalan 15-18. Dua poin terakhir didapat Alwi yang bisa melihat celah di lapangan Shetty. Tanpa harus mengerahkan tenaga besar, Alwi melakukan pukulan halus untuk menempatkan kok ke belakang tempat berdirinya Shetty.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/56e2f64c42d07dc92ce6f81c9517d3ea-India_Badminton_World_Championships.jpeg)
Performa atlet Indonesia ranking ke-12 dunia itu kian solid pada gim kedua. Dia membuat stadion sering kali berada dalam kondisi hening ketika tak membiarkan Shetty sekali pun mengunggulinya.
Seusai mendapat poin terakhir, Alwi menghampiri Shetty di area lapangannya untuk memberi pelukan. Dia juga bersalaman dengan Irwansyah, mantan pelatihnya di pelatnas yang menjadi pelatih India sejak awal 2025.
”Saya tidak bisa berbicara banyak, tetapi saya sangat senang bisa menang, revans dari dia. Sudah sampai delapan besar, tetapi masih ada hari esok. Cukup tricky karena saya bisa mendapatkan medali atau malah bisa termakan ekspektasi sendiri. Jadi, saya harus mengontrol semuanya,” kata Alwi yang terhenti pada babak ketiga Kejuaraan Dunia 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/82d26aee379b37b0936ac80481a35b8a-India_Badminton_World_Championships_2_.jpeg)
Koneksi Alwi dan Shetty telah terjadi sejak mereka bersaing di level yunior pada era yang sama. Salah satu pertemuan terjadi pada semifinal Kejuaraan Dunia Yunior 2023 di Spokane, Amerika Serikat, yang dimenangi Alwi dan mengantarkannya menjadi juara dunia.
Naik ke level lebih tinggi, mereka pun bersaing ketat. Sebelum bertemu di Kejuaraan Dunia, Alwi dan Shetty empat kali bersaing dan mereka berbagi dua kemenangan. Alwi memenangi dua dari tiga pertemuan pada 2026, tetapi kalah pada pertemuan terakhir sebelum Kejuaraan Dunia, yaitu pada babak pertama China Terbuka, Juli.
Alwi bercerita, setelah bermain baik selama 2,5 gim di China, dia sering ragu dalam membuat keputusan setelah interval gim ketiga. Dia pun kalah 17-21, 21-5, 17-21. Jeda sekitar dua pekan setelah China Terbuka dan sebelum berangkat ke India dimanfaatkan Alwi untuk memperbaiki kekurangannya. ”Saya mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar tidak menyesal apa pun hasilnya nanti,” kata Alwi di pelatnas, Cipayung, Jakarta.
Alwi menambah wakil Indonesia yang akan bertanding di perempat final, Jumat. Dari tiga pertandingan sesi siang, Indonesia mendapat tiga tiket perempat final dari tiga wakil di ganda putri dan campuran. Mereka adalah Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, Febrina Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/6d4dcba159f728e439b6aa4dc62648f1-India_Badminton_World_Championships_3_.jpeg)
Ganda putra ranking kedua dunia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menyusul langkah rekan-rekan mereka setelah bermain tiga gim melawan pemain Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju. Fajar/Fikri menang 21-15, 14-21, 21-12.
Di perempat final, mereka akan berhadapan dengan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan) yang menghentikan langkah wakil Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dengan skor 11-21, 13-21.
”Walau menang, tadi saya bermain kurang baik. Semoga besok bisa menampilkan yang jauh lebih baik dengan kondisi yang baik juga. Kami akan maksimalkan waktu untuk pemulihan,” kata Fajar.
Kemenangan pada babak ketiga Kejuaraan Dunia mengakhiri empat kekalahan beruntun Gemke dari Jonatan pada enam pertemuan sebelumnya. Hasil ini membuat Jonatan tak pernah bisa meraih hasil lebih baik dari perempat final. Dari enam penampilan, dia tiga kali mencapai perempat final dan kalah, yaitu pada 2019, 2022, dan 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/52cc77803e628e86603da45e373799fd-India_Badminton_World_Championships_4_.jpeg)
Selain itu, kekalahan Jonatan menambah tersingkirnya unggulan lima besar tunggal putra pada fase-fase awal. Sebelumnya, Christo Popov (Perancis/5) dan Shi Yu Qi (China/1) tersingkir pada babak pertama. Selain menjadi unggulan teratas, Shi juga berstatus juara bertahan.
Kejutan juga terjadi pada persaingan tunggal putri ketika finalis Kejuaraan Dunia 2025, Chen Yu Fei (China), disingkirkan Pornpawee Chochuwong (Thailand) pada babak ketiga. Chen kalah 21-15, 23-25, 17-21 meski mendapat empat match point pada gim kedua.
”Pertandingan yang berat, dia lebih sabar dibandingkan saya. Saya pun membuat banyak kesalahan. Hasil ini sulit saya terima dan menyedihkan, saya pun harus bekerja lebih keras,” komentar Chen dikutip dari laman resmi BWF.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/7b58379616d1936ef0c57647ca2a2a4f-India_Badminton_World_Championships_5_.jpeg)
Kekalahan tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menjadi bagian dari kekalahan unggulan sepuluh besar pada babak ketiga. Atlet unggulan keenam itu kalah dari Line Christophersen (Denmark) 18-21, 17-21 hingga Putri pun gagal memenuhi target untuk mendapat medali yang lebih baik dibandingkan perunggu yang didapat di Kejuaraan Dunia Paris 2025.
”Sangat kecewa dengan penampilan hari ini. Saya merasa tertekan saat bermain, padahal tidak berpikir terlalu jauh. Di luar memang Line benar-benar menguasai bola depannya, dia terus mencari serangan yang memang menjadi kekuatannya, tidak yang hanya bertahan. Saya juga banyak mati sendiri dan sulit sekali mencari celah kosong di lapangan dia,” tutur Putri.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra