Indonesia berpeluang meraih gelar juara dari turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka. Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani lolos ke final.
15 Mar 2026 07:04 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BASEL, SABTU — Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani membawa asa Indonesia untuk meraih gelar dari turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka 2026. Capaian ini menjadi final kedua Alwi pada 2026 dan yang pertama bagi Putri.
Pemain tunggal putra dan putri itu membawa harapan setelah Indonesia gagal meraih gelar juara di All England, sepekan sebelum Swiss Terbuka digelar pada 10-15 Maret. Dalam turnamen berlevel Super 1000 itu, Alwi dan Putri terhenti di perempat final.
Meskipun level turnamen Swiss Terbuka lebih rendah (Super 300), atlet nomor satu pelatnas bulu tangkis pada setiap nomor tersebut bisa mencapai tahap yang lebih baik. Apalagi, beberapa rekan mereka mendapat hasil yang sama buruk dengan di All England.
Putri mendapat tiket final pertama pada tahun ini setelah mengalahkan Nozomi Okuhara (Jepang) pada semifinal di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (14/3/2026). Dia menang dengan skor 21-16, 21-13. Capaian ini menjadi kemenangan kedua Putri dari tiga pertemuan dengan juara dunia 2017 itu.
Putri bisa meladeni keuletan Okuhara dengan kesabaran. Dia tak langsung menyerang, tetapi mengatur permainan dengan mengembangkan reli lebih dulu. Ditambah dengan fokus yang tetap terjaga dalam setiap pukulan, Putri bisa melakukan itu hingga Okuhara melakukan kesalahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/809a6372385b5aae3b01ca35b07d9f24-WhatsApp_Image_2026_03_14_at_22.53.54.jpeg)
”Ini menjadi final pertama saya tahun ini, jadi akan tetap fokus, jaga konsistensi, siapa pun lawannya. Saya senang karena lebih banyak terhenti di perempat final pada tahun ini,” kata atlet berperingkat keenam dunia itu.
Swiss Terbuka menjadi turnamen kelima bagi Putri pada tahun ini. Dia mencapai perjalanan terjauh, yaitu perempat final, di Malaysia Terbuka, India Terbuka, dan All England.
Setelah Li unggul jauh, dia melakukan kesalahan pada beberapa poin dan di situ adalah momen kebangkitan saya.
Supanida Katethong (Thailand) menjadi pemain yang akan menjadi lawan Putri di final. Melalui semifinal yang diselingi dua pertandingan lain setelah Putri tampil, pemain Thailand itu mengalahkan Lin Hsiang Ti (Taiwan), 14-21, 21-18, 23-21.
Putri unggul 2-1 atas Katethong dalam persaingan 2025, tetapi lantas kalah dalam pertemuan terakhir yang terjadi dalam semifinal SEA Games Thailand. Saat itu, Putri kalah 18-21, 16-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/4cc32764c74db445bfee7dd2a3640ed5-WhatsApp_Image_2026_03_15_at_06.07.56.jpeg)
Alwi mengikuti langkah Putri melalui kemenangan yang didapat atas unggulan teratas asal China, Li Shi Feng, 21-10, 21-19. Dalam semifinal terakhir yang berlangsung Minggu subuh WIB ini, Alwi memperlihatkan sikap tak mudah menyerah saat tertinggal 6-16 pada gim kedua.
Atlet berusia 20 tahun itu menyalip perolehan poin lawannya dengan merebut 12 poin beruntun dan mempertahankan keunggulan hingga meraih poin 21 lebih dulu.
”Setelah Li unggul jauh, dia melakukan kesalahan pada beberapa poin dan di situ adalah momen kebangkitan saya. Saya bisa merasakan tekanan yang dia rasakan. Jadi, saya tambah sedikit lagi tekanan pada dia hingga saya bisa memegang kendali selama sisa laga,” tutur Alwi.
Final melawan Yushi Tanaka (Jepang), yang mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting, 21-17, 21-12, menjadi final kedua dari lima turnamen bagi Alwi pada 2026. Setelah tersingkir pada babak pertama Malaysia Terbuka, turnamen pertama tahun ini, Alwi mempertahankan performa.
Dia menjuarai Indonesia Masters, mencapai semifinal Thailand Masters, lalu perempat final dalam debut di All England. Tanaka, yang unggul 2-1, tetapi dikalahkan Alwi di perempat final Indonesia Masters, menjadi tantangan terakhir Alwi di Swiss.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/805c601e1a951b6531ca0592bf371c67-WhatsApp_Image_2026_03_15_at_01.39.31.jpeg)
Pada nomor ganda campuran, dari kekalahan saat melawan Cheng Xing/Zhang Chi (China), dengan skor 21-14, 15-21, 13-21, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyoroti kelemahan mereka. Amri mengatakan, ketika berada dalam posisi unggul, mereka bisa kehilangan banyak poin.
”Ini berulang terjadi. Kami harus diskusi, juga dengan pelatih, untuk mencari segera mencari solusi. Kami bersyukur dengan pencapaian dalam dua pekan ini, tetapi tetap kurang puas dalam hati. Kami inginnya mendapat hasil maksimal, bukan hanya bagus,” kata Amri.
Dengan kekalahan Amri/Nita, China menciptakan final pemain senegara di ganda campuran. Cheng/Zhang akan berebut gelar juara dengan Zhu Yi Jun/Li Qian. Gelar lain yang dipastikan menjadi milik China adalah pada nomor ganda putri. Li Yi Jing/Wang Yi Duo akan berhadapan dengan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.
Adapun gelar juara ganda putra diperebutkan oleh Lee Fang Chih/Lee Fang Jee (Taiwan) dengan perwakilan Eropa, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard (Denmark).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/e5b66ca0f3312e3858dce3b093fe93df-WhatsApp_Image_2026_03_15_at_05.44.40.jpeg)
Sementara tunggal putra Indonesia, Anthony, mengatakan bahwa dia banyak melakukan kesalahan, terutama ketika unggul pada gim pertama. Meski demikian, dia bersyukur bisa mencapai semifinal, yang merupakan semifinal pertama sejak Hong Kong Terbuka, September 2024. Setelah itu, dia didera cedera bahu kanan pada 2025.
”Saya sangat bersyukur dengan hasil, performa, dan kondisi sejak babak kualifikasi hingga semifinal. Semua berjalan baik dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dari bekas cedera,” kata Anthony, yang akan meneruskan perjalanan ke Orleans Masters di Perancis, 17-22 Maret.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti