Amerika Serikat Merawat Ingatan Serangan 9/11

Peringatan 25 tahun penyerangan teroris terhadap Amerika Serikat.

10 Sep 2026 05:15 WIB · Internasional

AFP/ALEXANDRE FUCHS

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Selasa pagi 11 September 2001, 25 tahun lalu, dunia dikejutkan dengan serangan teroris yang menyerang Amerika Serikat. Pukul 08.46 waktu New York, kelompok teroris Al Qaeda berhasil membajak pesawat Boeing 767 milik maskapai American Airlines. Mereka kemudian melakukan serangan bunuh diri dengan menabrakkan pesawat ke Menara Utara World Trade Centre (WTC). Pesawat meledak dan reruntuhan gedung serta bangkai pesawat berjatuhan ke jalanan yang ramai.

Saat evakuasi sedang  berlangsung, 18 menit kemudian pesawat maskapai United Airlines dibajak dan ditabrakkan ke Menara Selatan WTC. Bola api raksasa terlihat, bersamaan dengan asap yang mulai membakar kedua menara setinggi 110 lantai itu. 

Jerit ketakutan dan kepanikan terjadi di jalanan. Sebagian berupaya melakukan pertolongan, sebagian yang lain berusaha menyelamatkan diri. Dalam waktu kurang dari 2 jam, bangunan megah itu runtuh, rata dengan tanah. 

<p>Sebuah pesawat komersial yang dibajak mendekati World Trade Center sesaat sebelum menabrak gedung WTC pada 11 September 2001 di New York. (AFP/SETH MCALLISTER)</p><p>Asap mengepul dari salah satu menara World Trade Center dan api serta puing-puing meledak dari menara kedua di New York, 11 September 2001. (AP/CHAO SOI CHEONG)</p><p>Asap masih mengepul dari Pentagon pada 11 September 2001 di Washington, setelah sebuah pesawat yang dibajak menabraknya. (AFP/STEPHEN JAFFE)</p>

Sebuah pesawat komersial yang dibajak mendekati World Trade Center sesaat sebelum menabrak gedung WTC pada 11 September 2001 di New York. (AFP/SETH MCALLISTER)

Asap mengepul dari salah satu menara World Trade Center dan api serta puing-puing meledak dari menara kedua di New York, 11 September 2001. (AP/CHAO SOI CHEONG)

Asap masih mengepul dari Pentagon pada 11 September 2001 di Washington, setelah sebuah pesawat yang dibajak menabraknya. (AFP/STEPHEN JAFFE)

Dalam waktu yang tidak berselang lama, pesawat ketiga menghancurkan bagian barat Pentagon yang menjadi markas besar militer AS di luar ibu kota negara. Dan pesawat keempat jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania. Ini menjadi serangan paling brutal dan paling mematikan di dunia. Korban tewas akibat serangan serempak ini mancapai 3.000 jiwa. Penduduk yang awalnya mengira kejadian itu adalah sebuah kecelakaan, akhirnya sadar bahwa Amerika Serikat sedang diserang teroris.

Sebanyak 2.996 orang tewas pada serangan 11 September ini,  termasuk 19 teroris yang membajak empat pesawat. Di WTC, 2.763 orang tewas setelah dua pesawat menabrak menara kembar. Jumlah ini meliputi penumpang pesawat, 343 pemadam kebakaran dan paramedik, 23 polisi, dan 37 petugas yang sedang berusaha mengevakuasi para karyawan di lantai yang lebih tinggi.

Sementara di Pentagon, 189 orang meninggal, termasuk 64 yang berada di American Airlines Flight 77. Pada pesawat yang jatuh di Pennsylvania, 44 orang tewas. 

Menara kembar World Trade Center mengepulKAN asap setelah pesawat yang dibajak menabrak mereka pada 11 September 2001. AFP/HENNY RAY ABRAMS
Personel investigasi memeriksa lokasi kecelakaan United Airlines Penerbangan 93 untuk mencari puing-puing dan bukti, termasuk perekam penerbangan pesawat, 12 September 2001 di Shanksville, Pennsylvania. 

AFP/DAVID MAXWELL
Dua wanita saling berpelukan saat mereka menyaksikan World Trade Center terbakar setelah serangan teroris di gedung pencakar langit kembar di New York, 11 September 2001. AP/Ernesto Mora

Satu serangan, banyak kesedihan

Ketika pesawat-pesawat itu jatuh dan gedung-gedung runtuh pada pagi yang cerah pada September 25 tahun lalu, gelombang kejutan dan kesedihan meluas jauh melampaui pusat kota New York. Kepedihan juga dirasakan di perdesaan Pennsylvania barat, dan hingga ke pinggiran Washington DC.

Dampak serangan itu segera menyebar ke seluruh penjuru Amerika Serikat, di komunitas besar maupun kecil, mengoyak rasa aman dan tempat warga Amerika Serikat di dunia. Kesedihan mereka bukan hanya kehilangan orang yang dicintai, melainkan juga kesedihan orang asing yang berduka atas peristiwa itu. Serangan 11 September tidak meninggalkan seorang pun yang tidak terpengaruh dalam momen kebersamaan yang mengerikan dan tak diinginkan.

<p>Seorang petugas menghadiri acara ”Steel Across America” menjelang peringatan 25 tahun serangan 11 September di Ellipse dekat Gedung Putih pada Selasa (8/9/2026). (AFP/GETTY IMAGES/ANDREW HARNIK)</p><p>Orang-orang mengunjungi Kolam Renang Utara di Peringatan dan Museum Nasional 9/11 pada Selasa (8/9/2026) di Kota New York. (AFP/GETTY IMAGES/MICHAEL M SANTIAGO)</p><p>Seseorang meletakkan tangan mereka pada nama di Kolam Renang Utara di Peringatan dan Museum Nasional 9/11 pada Selasa (8/9/2026). (AFP/GETTY IMAGES/MICHAEL M SANTIAGO) </p>

Seorang petugas menghadiri acara ”Steel Across America” menjelang peringatan 25 tahun serangan 11 September di Ellipse dekat Gedung Putih pada Selasa (8/9/2026). (AFP/GETTY IMAGES/ANDREW HARNIK)

Orang-orang mengunjungi Kolam Renang Utara di Peringatan dan Museum Nasional 9/11 pada Selasa (8/9/2026) di Kota New York. (AFP/GETTY IMAGES/MICHAEL M SANTIAGO)

Seseorang meletakkan tangan mereka pada nama di Kolam Renang Utara di Peringatan dan Museum Nasional 9/11 pada Selasa (8/9/2026). (AFP/GETTY IMAGES/MICHAEL M SANTIAGO)

Seperempat abad kemudian, dampaknya masih terasa. Setidaknya dengan banyaknya pembatasan keamanan dan pengawasan yang ketat. Serangan itu berdampak dan bermakna sangat individu. 

Hal itu tidak bisa terhindarkan. Selama 25 tahun, puluhan juta warga Amerika Serikat muda telah lahir sejak saat itu. Bagi mereka, peristiwa 9/11 adalah sesuatu yang dipelajari dalam perjalanan sekolah. Hanya sedikit dari mereka yang tahu karena cerita orangtua mereka.

Merawat ingatan

Sampai sekarang, Amerika Serikat berupaya menjaga agar ingatan akan trauma tahun 2001 tetap hidup. Ini dirasa penting meskipun trauma itu semakin memudar seiring makin berkurangnya proporsi warga Amerika Serikat yang mengalaminya secara langsung.

Foto arsip 11 September 2001 ini menunjukkan Marcy Borders tertutup debu saat dia berlindung di gedung perkantoran setelah salah satu menara World Trade Center runtuh di New York. AFP/STAN HONDA
Presiden AS George W. Bush dan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld  mengunjungi area kerusakan di Pentagon pada 12 September 2001 setelah sebuah maskapai penerbangan yang dibajak jatuh ke gedung sehari sebelumnya. 

AFP/Paul J. RICHARDS
Sebuah bunga terlihat pada nama korban di monumen 11/9 di New York pada Selasa (8/9/2026). AFP/Ryan MURPHY
Petugas pemadam kebakaran melewati puing-puing setelah runtuhnya salah satu Menara World Trade Center pada 11 September 2001 di New York. AFP/STAN HONDA

Setiap tahun, peringatan peristiwa ini selalu diadakan. Presiden Donald Trump akan menyampaikan belasungkawa di Pentagon, bukan di New York, tempat serangan pesawat penumpang yang dibajak terhadap menara World Trade Center menelan korban jiwa terbanyak dari total 2.977 korban.

Namun, Wakil Presiden JD Vance dan empat pendahulu Trump yang masih hidup, Joe Biden, Barack Obama, dan Bill Clinton, serta George Bush, yang menjabat sebagai presiden pada saat serangan terjadi, semuanya akan hadir di lokasi ”Ground Zero” di Lower Manhattan.

<p>Presiden Donald Trump berjalan menuju Air Force One, Jumat (4/9/2026). (AP/JULIA DEMAREE NIKHINSON)</p><p>Presiden AS George W Bush menyimak pemberitahuan pengawalnya mengenai kecelakaan pesawat New York City pada 11 September 2001, di Sarasota, Florida. (AFP/PAUL J RICHARDS)</p><p>Presiden AS George W Bush berbicara melalui megafon di lokasi World Trade Center yang hancur. (AFP/PAUL J RICHARDS)</p>

Presiden Donald Trump berjalan menuju Air Force One, Jumat (4/9/2026). (AP/JULIA DEMAREE NIKHINSON)

Presiden AS George W Bush menyimak pemberitahuan pengawalnya mengenai kecelakaan pesawat New York City pada 11 September 2001, di Sarasota, Florida. (AFP/PAUL J RICHARDS)

Presiden AS George W Bush berbicara melalui megafon di lokasi World Trade Center yang hancur. (AFP/PAUL J RICHARDS)

Seperti yang selalu dilakukan setiap tahun di Ground Zero, acara dimulai pukul 08.40 pagi, waktu sesaat sebelum pesawat American Airlines yang dibajak menabrak Menara Utara. Para kerabat akan membacakan daftar panjang nama orang-orang terkasih mereka. Pada malam hari, dua pancaran cahaya akan memancar ke langit dari Lower Manhattan, sebagai simbol menara-menara tersebut.

Selain mereka yang tewas pada 11 September, lebih dari 9.400 orang lainnya telah meninggal karena penyakit yang terkait dengan peristiwa 9/11. Persidangan Khalid Sheikh Mohammed, yang diduga sebagai dalang serangan dan letnan utama pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, akan dijadwalkan pada Juni 2028 di pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba. 

Sebuah balok baja yang ditemukan dari Menara Selatan World Trade Center terlihat sebelum acara &quot;Steel Across America&quot; menjelang peringatan 25 tahun serangan 11 September di Ellipse di dekat Gedung Putih, Selasa (8/9/2026). AFP/Gomez/GETTY IMAGES
Edward Fine menutup mulutnya saat dia berjalan melalui puing-puing setelah runtuhnya salah satu Menara World Trade Center pada 11 September 2001 di New York. AFP/STAN HONDA
Menara selatan World Trade Center runtuh menyebabkan debu dan asap ke jalan-jalan pada 11 September 2001, di New York. AFP/AARON MILESTONE
Pejalan kaki melarikan diri dari tempat kejadian saat salah satu Menara World Trade Center runtuh pada 11 September 2001 di New York. AFP/DOUG KANTER

Merawat ingatan dan peringatan ini menandai momen penting bagi AS dan dunia. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase