penerbangan

Dari Lockerbie sampai 9/11, Jejak Teror Penerbangan Amerika

Pengamanan dalam dunia penerbangan terus berkembang merespons perkembangan zaman.

09 Sep 2026 15:00 WIB · Internasional

AFP/SETH MCALLISTER

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Hari itu, 21 Desember 1988, pesawat Boeing 747-100 dengan nomor register N739PA atau yang dikenal dengan penerbangan Pan Am 103 terbang rutin seperti biasanya, dari London menuju New York, Amerika Serikat. Saat berada di atas Lockerbie, Skotlandia, sebuah bom menghancurkan pesawat jumbo yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan AS.

Pesawat meledak di ketinggian 31.000 kaki dan menewaskan seluruh 259 orang di dalamnya. Ledakan ini juga menyebabkan 11 orang tewas di darat. Rumah-rumah hancur, sebaran puing-puing pesawat menyebabkan kerusakan di area yang sangat luas.  Total korban jiwa dalam tragedi ini mencapai 270 orang. 

<p>Polisi berjalan di samping hidung Pan Am penerbangan 103 di sebuah lapangan dekat kota Lockerbie, Skotlandia yang meledak dan menewaskan total 270 orang, Rabu, 21 Desember 1988.</p><p><strong>AP/MARTIN CLEAVER</strong></p><p>Rumah-rumah hancur dan lubang di tanah di desa Lockerbie, Skotlandia, setelah jatuhnya pesawat Pan Am 103 pada Desember 1988.</p><p><strong>AP/MARTIN CLEAVER</strong></p><p>Seorang pria melihat batu peringatan untuk mengenang para korban pemboman Pan Am penerbangan 103, di taman peringatan dekat Lockerbie, Skotlandia Jumat 21 Desember 2018.</p><p><strong>AP/SCOTT HEPPELL</strong></p>

Polisi berjalan di samping hidung Pan Am penerbangan 103 di sebuah lapangan dekat kota Lockerbie, Skotlandia yang meledak dan menewaskan total 270 orang, Rabu, 21 Desember 1988.

AP/MARTIN CLEAVER

Rumah-rumah hancur dan lubang di tanah di desa Lockerbie, Skotlandia, setelah jatuhnya pesawat Pan Am 103 pada Desember 1988.

AP/MARTIN CLEAVER

Seorang pria melihat batu peringatan untuk mengenang para korban pemboman Pan Am penerbangan 103, di taman peringatan dekat Lockerbie, Skotlandia Jumat 21 Desember 2018.

AP/SCOTT HEPPELL

Belakangan para penyelidik mengatakan bahwa sebuah alat peledak yang disembunyikan di dalam pemutar kaset menjadi penyebab ledakan berasal. Hasil pemeriksaan juga mengungkapkan fakta bahwa sebuah koper yang diperiksa di Bandara Malta dipindahkan ke penerbangan Pan Am 103 tanpa penumpang yang menyertainya.

Dua pelaku yang merupakan perwira intelijen Libya, Abdelbaset al-Megrahi dan  Lamin Khalifah Fhimah menjadi tersangka utama. Serangan ini memicu perubahan paling signifikan dalam keamanan penerbangan sejak awal tahun 1970.  

Otoritas penerbangan nasional Amerika Serikat (FAA) memerintahkan maskapai penerbangan AS di bandara-bandara di Eropa dan Timur Tengah untuk melakukan pemeriksaan sinar-X atau pemeriksaan fisik terhadap semua bagasi terdaftar. Selain itu mereka juga melakukan pemeriksaan acak tambahan, dan memastikan bahwa bagasi  yang terdaftar adalah milik penumpang yang terbang.

Penyelidik kecelakaan memeriksa bagian hidung dari penerbangan Pan Am 103 yang jatuh di sebuah lapangan dekat Lockerbie, Skotlandia, 23 Desember 1988.


AP/Dave Caulkin
Asap masih mengepul dari Pentagon pada 11 September 2001 di Washington, setelah sebuah pesawat yang dibajak menabrak fasilitas, pusat saraf militer Amerika Serikat. 

AFP/STEPHEN JAFFE

Selain meningkatkan keamanan dan menetapkan perjanjian berbagi intelijen, FAA juga memberlakukan kontrol kargo yang lebih ketat, serta mengembangkan standar pelatihan untuk pemeriksa swasta, dan meneliti teknologi deteksi bahan peledak. Badan tersebut juga menyimpulkan serangan dengan alat peledak sebagai ancaman paling berbahaya bagi pesawat terbang dan orang-orang di dalamnya.

Serangan 9/11

Tiga belas tahun kemudian, sebuah serangan menggunakan pesawat udara kembali terjadi. Selasa, 11 September 2001, sekelompok orang membajak empat pesawat dalam waktu yang hampir bersamaan. Dua pesawat jet melakukan serangan bunuh diri dengan menabrak menara kembar Word Trade Centre. Pesawat pertama menabrak Menara Utara pada pukul 08.46 waktu setempat, disusul pesawat kedua yang menabrak Menara Selatan pada pukul 09.03.

<p>Asap mengepul dari salah satu menara World Trade Center dan api serta puing-puing meledak dari menara kedua di New York, 11 September 2001.</p><p><strong>AP/CHAO SOI CHEONG</strong></p><p>Menara selatan World Trade Center runtuh menyebabkan debu dan asap ke jalan-jalan pada 11 September 2001, di New York.</p><p><strong>AFP/AARON MILESTONE</strong></p><p>Menara kembar World Trade Center mengepulkan asap setelah pesawat yang dibajak menabrak mereka pada 11 September 2001.</p><p><strong>AFP/HENNY RAY ABRAMS</strong></p>

Asap mengepul dari salah satu menara World Trade Center dan api serta puing-puing meledak dari menara kedua di New York, 11 September 2001.

AP/CHAO SOI CHEONG

Menara selatan World Trade Center runtuh menyebabkan debu dan asap ke jalan-jalan pada 11 September 2001, di New York.

AFP/AARON MILESTONE

Menara kembar World Trade Center mengepulkan asap setelah pesawat yang dibajak menabrak mereka pada 11 September 2001.

AFP/HENNY RAY ABRAMS

Dua menara kembar itu segera terbakar, dan dalam waktu kurang dari dua jam, bangunan setinggi 110 lantai itu runtuh, rata dengan tanah. Debu menciptakan bola raksasa menyelimuti area di sekitar lokasi.

Pesawat ketiga menghancurkan bagian barat Pentagon yang menjadi markas besar militer AS di luar ibu kota negara. Dan pesawat keempat jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania. Ini menjadi serangan paling brutal dan paling matikan di dunia. Korban tewas akibat serangan serempak ini mencapai 3.000 jiwa.

Usai serangan ini pemeriksaan di bandara Amerika dan di seluruh dunia diperketat. Badan keamanan transportasi Amerika Serikat (TSA) dan maskapai penerbangan meminta penumpang untuk melepas sepatu mereka secara sukarela selama pemeriksaan keamanan. Pelepasan sepatu menjadi wajib kurang dari lima tahun kemudian.

Foto arsip 11 September 2001 ini menunjukkan seorang pria berdiri di reruntuhan, setelah runtuhnya Menara Pusat Perdagangan Dunia pertama di Kota New York. 

AFP/DOUG KANTER
Sebuah balok baja yang ditemukan dari Menara Selatan World Trade Center terlihat sebelum acara "Steel Across America" menjelang peringatan 25 tahun serangan 11 September di Ellipse di dekat Gedung Putih, Selasa (8/9/2026).

AFP/Gomez/GETTY IMAGES
Bunga dan catatan terlihat pada nama korban di National September 11 September Memorial & Museum di New York pada Selasa (8/9/2026).

AFP/Ryan MURPHY

TSA juga membatasi cairan dan gel dari luar di pesawat komersial. Namun perubahan tersebut terjadi setelah pihak berwenang Inggris mengumumkan bahwa mereka telah menggagalkan rencana penggunaan bahan peledak cair yang disembunyikan dalam botol minuman untuk menghancurkan tujuh pesawat penumpang trans-Atlantik. 

Pihak berwenang menduga para pelaku berencana untuk merakit dan meledakkan alat-alat tersebut dalam serangan bunuh diri. TSA segera melarang hampir semua cairan, gel, dan aerosol untuk dibawa oleh penumpang setelah pemeriksaan keamanan. Badan tersebut segera mengganti larangan tersebut dengan aturan "3-1-1" yang membatasi penumpang hanya boleh membawa wadah berukuran 3,4 ons atau kurang yang harus muat dalam satu kantong plastik bening berukuran satu liter.

<p>Pesawat komersial kedua yang dibajak mendekati World Trade Center sesaat sebelum menabrak gedung Menara Kembar WTC yang mengepulkan asap karena ditabrak pesawat lain sebelumnya pada 11 September 2001.</p><p><strong>AFP/HENNY RAY ABRAMS</strong></p><p>Seorang petugas polisi dan yang lainnya berjalan di atas Park Row dari St Kapel Paulus beberapa blok dari lokasi World Trade Center, di jalan-jalan yang tertutup puing-puing di Kota New York tak lama setelah dua menara runtuh.</p><p><strong>AFP/STAN HONDA</strong></p><p>Sebuah ambulans, tertutup puing-puing yang terbakar setelah runtuhnya Menara World Trade Center pertama pada 11 September 2001 di New York.</p><p><strong>AFP/DOUG KANTER</strong></p>

Pesawat komersial kedua yang dibajak mendekati World Trade Center sesaat sebelum menabrak gedung Menara Kembar WTC yang mengepulkan asap karena ditabrak pesawat lain sebelumnya pada 11 September 2001.

AFP/HENNY RAY ABRAMS

Seorang petugas polisi dan yang lainnya berjalan di atas Park Row dari St Kapel Paulus beberapa blok dari lokasi World Trade Center, di jalan-jalan yang tertutup puing-puing di Kota New York tak lama setelah dua menara runtuh.

AFP/STAN HONDA

Sebuah ambulans, tertutup puing-puing yang terbakar setelah runtuhnya Menara World Trade Center pertama pada 11 September 2001 di New York.

AFP/DOUG KANTER

Serangan terus terjadi

Tiga bulan dan 11 hari setelah peristiwa 9/11, Richard Reid naik pesawat American Airlines Penerbangan 63 dari Paris ke Miami dengan bahan peledak yang disembunyikan di sepatunya. Pria Inggris itu mencoba menyalakan bahan peledak tersebut di tengah penerbangan namun gagal. Penumpang dan awak pesawat lainnya berhasil melumpuhkannya.

Pada Hari Natal tahun 2009, seorang penumpang di penerbangan Northwest Airlines Flight 253 mencoba meledakkan bahan peledak yang disembunyikan di pakaian dalamnya saat pesawat mendekati Detroit. Alat tersebut gagal dan pemuda itu, yang belakangan mengaku sebagai anggota al-Qaeda yang dilatih di Yaman, mengalami luka bakar parah. Umar Farouk Abdulmutallab kemudian mengaku bersalah atas percobaan penghancuran pesawat.

Detektor logam di pos pemeriksaan yang digunakan saat itu tidak dapat mendeteksi bahan peledak plastik di bawah pakaian Abdulmutallab. TSA sudah menguji pemindai seluruh tubuh di beberapa bandara, dan bencana yang berhasil dihindari tersebut meyakinkan pihak berwenang untuk mempercepat pengembangan teknologi tersebut.

<p>Presiden Donald Trump berjalan menuju Air Force One, Jumat (4/9/2026).</p><p><strong>AP/JULIA DEMAREE NIKHINSON</strong></p><p>Potret para petugas yang merespon awal serangan dan kemudian kehilangan nyawa mereka selama serangan 9/11, dipajang menjelang peringatan 25 tahun serangan 11 September di Ellipse, Selasa (8/9/2026).</p><p><strong>AFP/ALEX WROBLEWSKI</strong></p><p>Puing-puing World Trade Center pada 11 September 2001 di New York.</p><p><strong>AFP/ALEXANDRE FUCHS</strong></p>

Presiden Donald Trump berjalan menuju Air Force One, Jumat (4/9/2026).

AP/JULIA DEMAREE NIKHINSON

Potret para petugas yang merespon awal serangan dan kemudian kehilangan nyawa mereka selama serangan 9/11, dipajang menjelang peringatan 25 tahun serangan 11 September di Ellipse, Selasa (8/9/2026).

AFP/ALEX WROBLEWSKI

Puing-puing World Trade Center pada 11 September 2001 di New York.

AFP/ALEXANDRE FUCHS

Pemindai gelombang radio dengan kaki terpisah dan tangan terangkat telah menjadi ritual yang familiar bagi sebagian besar penumpang pesawat. Pemeriksaan keamanan masih terus berkembang.

Pada Juli 2025, pemerintahan Trump mengakhiri persyaratan pemeriksaan sepatu yang membuat penumpang harus berjalan tertatih-tatih melewati pemeriksaan keamanan tanpa alas kaki atau hanya mengenakan kaus kaki. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan