Tampil pertama kali di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Amri/Nita lolos ke perempat final. Mereka mengalahkan juara All England pada babak ketiga.
20 Agt 2026 18:54 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
NEW DELHI, KAMIS — Pertama kali lolos ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah bermain ketika sektor ganda campuran pelatnas diterpa berbagai masalah. Dengan tekad memanfaatkan kesempatan yang didapat sebaik mungkin, Amri/Nita melaju ke perempat final.
Tiket perempat final didapat setelah menyingkirkan juara All England asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, pada babak ketiga di Stadion Indira Gandhi, New Delhi, India, Kamis (20/8/2026). Amri/Nita menang dengan skor 21-5, 21-18.
Kemenangan tersebut membuat Indonesia kembali menempatkan wakil ganda campuran di perempat final Kejuaraan Dunia dalam rentang sembilan tahun. Pada Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow, Skotlandia, ganda campuran bahkan membawa pulang gelar juara, yaitu dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjadi gelar juara dunia untuk kedua kali bagi mereka setelah tahun 2013. Pada sektor yang sama, Indonesia juga menempatkan Praveen Jordan/Debby Susanto.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/24/7b2e4ce1-843a-4957-8f0a-9e51ecee4936_jpg.jpg)
Ketika era berganti, ganda campuran tidak hanya gagal menambah gelar juara dunia. Nomor ini juga tak bisa mempertahankan reputasi Indonesia di level atas dunia begitu tak ada lagi Tontowi/Liliyana dalam persaingan.
Setelah Kejuaraan Dunia 2017, tak ada satu pun ganda campuran Indonesia yang bisa melaju ke perempat final. Hasil terbaik setelah itu adalah babak ketiga yang dicapai penerus Tontowi/Liliyana, seperti Praveen/Melati Daeva Oktavianti, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Paris 2025.
Menjelang persaingan Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, 17-23 Agustus, sektor ganda campuran bahkan diterpa masalah. Pelatih dan asisten pelatih pelatnas utama, Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo, diberhentikan oleh PP PBSI karena dinilai tak mampu menaikkan level nomor tersebut di tingkat dunia.
Kasus pelanggaran integritas yang diselidiki Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menambah sorotan negatif pada sektor tersebut. Meski PBSI menyebut tak ada kaitan antara pelanggaran itu dan keputusan penarikan atlet dari Kejuaraan Dunia, keikutsertaan dua wakil dibatalkan. Mereka adalah Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Jafar/Felisha.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/07abb7b6e15c24b6b072bf27ef454445-WhatsApp_Image_2026_08_20_at_17.24.38.jpeg)
Ganda campuran akhirnya diwakili debutan, yaitu Amri/Nita, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, dan pasangan senior, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja. Di antara mereka, hanya Amri/Nita yang masih bertahan dan akan berhadapan dengan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan) di perempat final.
”Alhamdulillah bisa masuk ke perempat final dalam debut Kejuaraan Dunia. Untuk besok, kami akan bersiap lagi, mempelajari kelebihan dan kekurangan calon lawan. Diskusi dengan Nita dan pelatih untuk strateginya,” kata Amri.
Kemenangan di Kejuaraan Dunia membalas kekalahan Amri/Nita dari Ye/Chan pada pertemuan di Taiwan Terbuka 2025. Dari pengalaman tersebut, Amri/Nita berusaha menekan lebih dulu pada setiap perebutan poin untuk menghindari serangan lawan, terutama smes Ye yang berpostur 185 cm.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/cee26e1e4783ad75ecd05d25a458fbee-WhatsApp_Image_2026_08_20_at_17.24.37.jpeg)
Namun, ada catatan yang akan mereka bawa ke perempat final, yaitu ketika lawan mengubah permainan saat Amri/Nita mendapat match point 20-8. Pasangan Indonesia ranking ke-20 dunia itu kesulitan mengantisipasi variasi servis Chan sehingga lawan merebut 10 poin beruntun. ”Itu bukan hal yang bagus dan kami harus mengealuasinya,” kata Amri.
Meski perjalanan masih panjang dan akan semakin sulit, Amri/Nita setidaknya bisa memanfaatkan kesempatan debut dalam Kejuaraan Dunia dengan tidak tersingkir di awal. Sejak masa latihan di pelatnas, Cipayung, Jakarta, mereka menyatakan tekad memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Meski terjadi pergantian pelatih dan adanya kasus pelanggaran integritas oleh atlet ganda campuran, Amri/Nita menyatakan bahwa program latihan mereka tak terganggu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/280eb6f2394c9a8b1e5d2b2ee86248a9-WhatsApp_Image_2026_08_20_at_17.24.37_1_.jpeg)
Setelah Rionny dan Amon tak lagi melatih dan pelatih pengganti, yaitu Nova Widianto, belum bertugas, latihan Amri/Nita dan pemain pelatnas utama dipimpin pelatih pelatnas pratama, Muhammad Rijal dan Hendra Mulyono. Amri dan kawan-kawan pun didampingi Rijal di New Delhi.
”Tidak ada target besar bagi kami setelah Jafar/Felisha mundur. Pelatih mengajak kami dan semua atlet untuk bersama-sama menaikkan kembali prestasi ganda campuran,” kata Nita.
Sebelum Amri/Nita menang, Indonesia mendapat dua tiket perempat final melalui dua wakil ganda putri. Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum menang atas unggulan kedua asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, yang tak bisa menyelesaikan pertandingan karena cedera pada salah satu pemain. Rachel/Febi menang 21-9, 6-11.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/d24c9c71dda672ce61a64386accaae75-WhatsApp_Image_2026_08_20_at_15.00.42.jpeg)
Sementara itu, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyingkirkan unggulan kelima yang juga finalis Kejuaraan dunia 2025, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia), 20-22, 21-18, 21-12. Febriana/Meilysa pun membalas kekalahan yang terjadi pada pertemuan terakhir di perempat final All England.
”Alhamdulillah hari ini berjalan dengan baik. Apa yang sudah direncanakan bisa terlaksana. Mereka memang rasanya belum kembali ke performa terbaik tapi kualitas mereka tidak diragukan lagi. Tadi adalah laga yang tidak mudah bagi kami,” komentar Meilysa merujuk pada Tan yang didera cedera punggung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/38ec42df254ec27b74fe5f0ae86c763b-WhatsApp_Image_2026_08_20_at_16.55.19.jpeg)
Sementara itu, Rachel mengatakan, kemenangan atas Fukushima/Matsumoto didapat dengan cara yang tidak mereka inginkan. Dia pun berharap tidak ada cedera serius pada mereka.
Selain melalui kemenangan dari tiga wakil yang bermain pada sesi awal, Indonesia juga memiliki peluang menambah perempat finalis dari tunggal dan ganda putra. Jonatan Christie, Alwi Farhan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani memainkan babak ketiga pada Kamis malam.
Debut ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, di Kejuaraan Dunia berlangsung singkat setelah tersingkir pada babak kedua, Rabu malam. Mereka hanya bermain satu babak setelah mendapat bye di babak awal ketika berhadapan dengan Junaidi Arif/Yap Roy King (Malaysia) dan kalah 16-21, 19-21 dalam pertandingan selama 36 menit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/0e4dc194cfdb3164383e4de9eee70a9a-WhatsApp_Image_2026_08_19_at_23.43.58.jpeg)
Raymond/Nikolaus mendapat kesempatan bermain di Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya sejak bersaing di arena BWF World Tour pada pertengahan 2025. Pada 2026, mereka mencapai babak-babak akhir turnamen besar, yaitu semifinal All England dan final Indonesia Terbuka, tetapi tampil buruk dalam tiga ajang terakhir. Sebelum tersingkir pada babak kedua Kejuaraan Dunia, Raymond/Nikolaus kalah pada babak pertama Jepang Terbuka dan babak kedua China Terbuka.
”Pada beberapa turnamen terakhir hasilnya kurang baik, menurun drastis, tetapi kami mau pelan-pelan naik lagi,” kata Nikolaus.
Nikolaus juga menyebut bahwa mereka sering kali kehilangan poin secara beruntun dalam posisi unggul, seperti yang terjadi pada gim pertama. Ganda putra ranking ke-12 itu unggul 16-13, tetapi kehilangan delapan berikutnya secara beruntun hingga kehilangan tersebut. ”Kami sering seperti itu, tetapi belum ketemu formula untuk memperbaikinya,” lanjut Nikolaus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/4ebc488c23e7fbf2afb9671bf7eb1bcb-WhatsApp_Image_2026_08_19_at_23.43.59.jpeg)
Dalam masa persiapan menuju India, pelatih ganda putra pelatnas Antonius Budi Ariantho menuturkan, Raymond/Nikolaus harus bisa bermain lebih variatif, tidak hanya bermain dengan ritme cepat karena sudah bisa diantisipasi lawan. Raymond juga mengatakan, mereka berlatih semaksimal mungkin dengan berbagai variasi permainan, tetapi performa dalam pertandingan tidak sesuai harapan.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Yuliana Karim