BULU TANGKIS

Kemenangan Para Wajah Baru di Kejuaraan Dunia

Setengah dari 14 wakil Indonesia tampil untuk pertama kali dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Di balik antusiasme, ada rasa gugup yang mereka atasi.

18 Agt 2026 20:47 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

Tampil di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis menjadi kebanggaan bagi para debutan. Momen itu semakin berarti ketika mereka memenangi laga pertama.

Tim Indonesia memiliki tujuh, dari total 14 wakil, dengan status sebagai debutan pada Kejuaraan Dunia yang berlangsung di New Delhi, India, 17-23 Agustus. Empat debutan yang  bermain pada dua hari pertama kejuaraan memenangi babak pertama, sementara wakil lainnya akan memulai penampilan pada babak kedua, Rabu (19/8/2026), karena mendapat bye di babak awal.

Di antara mereka yang mendapat kesempatan bersaing dalam ajang berstatus kejuaraan mayor ini adalah ganda campuran pelatnas pratama, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran. Bimo/Thesya bahkan dinyatakan lolos pada Kamis (13/8/2026), dua hari menjelang keberangkatan tim ke India setelah peserta lain mengundurkan diri.

Bimo Prasetyo berusaha menjangkau pukulan lawan pada babak pertama ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Selasa (18/8/2026). Bimo/Arlya Nabila Thesya Munggaran mengalahkan  Julien Maio/Lea Palermo (Perancis).

Berbeda dengan turnamen Terbuka, Kejuaraan Dunia hanya bisa diikuti atlet yang mendapat undangan dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) berdasarkan daftar peringkat dunia pada tanggal tertentu. Setiap negara berhak diwakili maksimal empat wakil pada tiap-tiap nomor.

Bimo/Thesya memenangi laga perdana mereka dalam Kejuaraan Dunia saat berhadapan dengan Julien Maio/Lea Palermo (Perancis). Pasangan Indonesia dengan ranking ke-46 dunia itu berada di ambang kekalahan ketika tertinggal 16-20 pada gim ketiga. Berusaha fokus pada poin per poin dan untuk tidak membuat kesalahan, Bimo/Thesya menang dengan skor 21-12, 13-21, 22-20.

Kemenangan juga didapat rekan mereka, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, atas Mihajlo Tomic/Andjela Vitman (Serbia) 21-16, 21-14. Marwan/Aisyah menang setelah tertinggal pada awal gim pertama hingga menjelang interval gim kedua.

Quote

Ini pertandingan pertama kami di Kejuaraan Dunia, pasti tegang, tapi sangat antusias. Itu jadi sedikit berpengaruh ke lapangan tadi.

Arlya Nabila Thesya Munggaran bertahan dari serangan lawan pada babak pertama ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Selasa (18/8/2026). Bimo Prasetyo/Thesya melaju ke babak kedua.

Sehari sebelumnya, rekan mereka  di tunggal putri, yakni Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine (ganda putri) juga tak menyia-nyiakan kesempatan perdana tampil di Kejuaraan Dunia. Thalita, yang berusia 18 tahun, menang atas pemain Peru, Ines Lucia Castillo. Adapun Isyana/Rinjani mengalahkan wakil Skotlandia.

Lawan yang dihadapi memang belum begitu menyulitkan. Akan tetapi, menjalani babak pertama kejuaraan besar bukanlah hal yang mudah, termasuk bagi mereka yang lebih berpengalaman. Setiap pemain harus mengatasi rasa tegang di balik antusiasme mereka, juga beradaptasi dengan semua kondisi di lapangan.

”Ini pertandingan pertama kami di Kejuaraan Dunia, pasti tegang, tapi sangat antusias. Itu jadi sedikit berpengaruh ke lapangan tadi. Kami harus bisa lebih mengontrol emosi dan menjaga konsistensi pada pertandingan selanjutnya,” komentar Thesya.

Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine tampil pada babak pertama ganda putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Senin (17/8/2026). Mereka lolos ke babak kedua.

Bimo menilai, atmosfer persaingan Kejuaraan Dunia terasa berbeda dengan turnamen lain. ”Atmosfernya luar biasa. Kami tidak tahu apakah akan punya kesempatan seperti ini lagi. Jadi, kami mau maksimalkan sekarang,” ujar pemain berusia 20 tahun tersebut.

Tunggal putra India, Ayush Shetty, bahkan mendapat momen yang dinilainya begitu spesial. Tampil dalam Kejuaraan Dunia pertama di depan publik sendiri, Shetty mengalahkan pemain nomor satu dunia yang juga juara bertahan, Shi Yu Qi. Pada pertandingan yang berlangsung Senin, Shetty menang dengan skor 21-14, 13-21, 21-19.

”Rasanya luar biasa, sangat spesial. Bermain di rumah sendiri, debut dalam Kejuaraan Dunia, dan melawan atlet nomor satu dunia. Tak ada yang lebih baik dari itu. Ini memberi saya kepercayaan diri untuk terus melaju. Namun, fokus saat ini adalah menjalani babak kedua,” ujar Shetty dalam laman resmi BWF.

India Badminton World Championships

Tak hanya Shi, persaingan terbuka tunggal putra juga membuat unggulan lainnya tersingkir pada babak pertama. Mereka adalah Weng Hong Yang (China/16) dan Christo Popov (Perancis/5). Popov, juara Jepang Terbuka pada dua pekan lalu, disingkirkan Kenta Nishimoto (Jepang), 17-21, 19-21, Selasa. Adapun Weng kalah dari Yushi Tanaka (Jepang), sehari sebelumnya.

Kemenangan para wajah baru di Kejuaraan Dunia itu membawa mereka pada pengalaman yang lebih besar, yaitu melawan pemain unggulan di babak kedua. Marwan/Aisyah akan berhadapan dengan unggulan ketiga asal Denmark, yakni Mathias Christiansen/Alexandra Boeje. Adapun Bimo/Thesya melawan Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara (Jepang/13).

Thalita akan mendapat kesempatan lebih besar, yaitu berhadapan dengan tunggal putri terbaik saat ini, yaitu An Se-young. An, juara dunia 2023 dan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, memiliki empat gelar juara pada tujuh bulan pertama 2026.

Thalita Ramadhani Wiryawan berpose setelah memenangi babak petama tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Senin (17/8/2026).  Thalita mengalahkan Ines Lucia Castillo (Peru).

”Senang bisa bermain di Kejuaraan Dunia yang pastinya berbeda dengan pertandingan lain. Ini lebih bergengsi dan tadi tekanannya terasa. Selain itu, saya juga senang akan bertemu An Se-young. Saya akan mencoba bermain semaksimal mungkin,” kata Thalita.

Thalita, Bimo/Thesya, dan Marwan/Aisyah menyusul debutan lainnya yang akan memulai penampilan pada babak kedua. Mereka yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta Meilysa Trias Puspitasari yang berpasangan dengan Febriana Dwipuji Kusuma yang tampil di Kejuaraan Dunia untuk keempat kali.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto