Bournemouth dan City seperti sedang bermain tukar peran pada awal musim. Bournemouth menjadi tim papan atas yang stabil, sedangkan City terus dihantui inkonsistensi.
01 Nov 2025 16:11 WIB · Olahraga
AFP
MANCHESTER, SABTU — Bournemouth adalah kejutan terbesar di Liga Inggris saat ini. Alih-alih terpuruk seusai kehilangan sederet pemain penting, mereka justru mampu bersaing di papan atas. Manchester City yang sedang mengalami krisis identitas, akan menguji konsistensi tim kuda hitam itu.
Anomali terpampang di papan klasemen liga setelah sembilan pekan berlalu. Bournemouth, yang berstatus tim medioker, menempati peringkat kedua dengan 18 poin. City, juara liga empat kali dalam lima musim terakhir, terlempar ke luar zona empat besar dengan koleksi 16 poin.
Manajer City Pep Guardiola sampai menggali memori masa lalu untuk memvalidasi realitas aneh tersebut. Jawaban dari segudang tanda tanya itu disampaikan menjelang kunjungan Bournemouth ke markas City, Stadion Etihad, Manchester, Minggu (2/11/2025) pukul 23.30 WIB.
”Saya ingat ketika masih (melatih) di Muenchen dan Barcelona. Saya selalu mendengar rumor bahwa di Inggris, semua tim bisa mengalahkan siapa saja. Mungkin Liverpool dan tim kami mengubah sedikit dinamika itu pada musim-musim sebelumnya, tetapi saya kira Liga Inggris masih sama,” ujar Guardiola.
Bournemouth kehilangan nyaris separuh pemain dari skuad inti musim lalu, antara lain Dean Huijsen dan Milos Kerkez. Namun, ”Si Ceri” justru tampil lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Mereka belum terkalahkan lagi seusai takluk dari Liverpool di laga pembuka, lima menang dan tiga seri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/16/c808c9c1-1380-4e1f-9b7a-a8a8cdd851cd_jpeg.jpg)
Rahasia Bournemouth adalah sistem dinamis ala pelatih Andoni Iraola. Mereka mampu menampilkan permainan kolektif nan agresif, terutama saat tanpa penguasaan bola. Berbicara soal menekan tinggi sampai pertahanan lawan, mereka merupakan salah satu yang terbaik di liga.
Musim ini, Bournemouth memaksa 71 kali high turnover atau merebut bola di 40 meter awal lapangan lawan. Jumlah itu terbanyak kedua di liga. Mereka piawai menjebak lawan karena antisipasi para pemain yang sangat baik. Mereka bisa secepat kilat mengubah pertahanan zona ke satu lawan satu.
Iraola berkata, laga tidak akan mudah walaupun mereka sedang memegang momentum. Bournemouth selalu kalah dalam dua kunjungan terakhir. ”Kami bermain efektif dan efisien sejauh ini, tetapi City adalah salah satu lawan tersulit yang mungkin Anda hadapi di dunia sepak bola,” tuturnya.
City patut waspada. Jebakan Bournemouth lebih efektif saat menghadang tim yang mengandalkan umpan pendek. Di liga saat ini, tidak ada tim yang lebih banyak mengumpan pendek dibandingkan City (2.670 kali). Apalagi, gelandang andalan City, Rodri, masih belum bisa dipastikan tampil penuh.
Tanda tanya Rodri juga menambah kekhawatiran City dari sisi pertahanan. Seperti diketahui, Bournemouth terkenal bukan hanya karena mampu merebut bola di separuh lapangan lawan. Tim tamu juga mampu mengeksekusi serangan secepat kilat seusai merebut bola.
Terbukti, Si Ceri sudah mencatat lima gol dari serangan balik langsung. Tidak ada tim yang melebihi mereka dalam aspek tersebut. Senjata utama mereka dalam skema transisi adalah pemain sayap Antoine Semenyo yang sudah menghasilkan enam gol dan tiga asis di liga sejauh ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/20/32a50bfe-3644-480b-96b3-081f6b243629_jpg.jpg)
Semenyo akan beradu tajam dengan penyerang City Erling Haaland. Kedua pemain itu berada di urutan teratas dalam daftar kontributor gol terbanyak di liga. Haaland, penyumbang 11 gol dan 1 asis di liga, dipastikan bisa kembali tampil seusai mengalami benturan dalam laga pekan lalu versus Aston Villa.
City sangat bergantung kepada Haaland sejak awal musim. Sang striker sudah menyumbang 64,7 persen dari total gol City. Ketergantungan itu menjadi hal buruk ketika Haaland sedang tidak dalam performa terbaik, seperti saat City kalah, 0-1, dari Villa. Mereka minim solusi selain Haaland.
Menurut Iraola, fokus utamanya justru bukan Haaland. ”Ini bukan soal Haaland. Jika dia mencetak dua gol dan kami mencetak tiga gol, saya akan menerimanya. Dia pencetak gol utama mereka dan sedang dalam performa terbaik. Tentu ini tantangan yang harus kami hadapi secara kolektif,” ujarnya.
Terlepas dari tren, peluang City meraup poin penuh tetap lebih besar. Selain bermain di depan pendukung sendiri, mereka juga bisa mengeksploitasi lini belakang Bournemouth yang tidak terlalu solid. Duet bek tengah tim tamu, Bafode Diakite dan Marcos Senesi, sudah kemasukan 11 gol.
Bagi City, laga nanti sangat krusial untuk menjaga kans juara. Mereka sudah tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan bisa semakin jauh jika gagal menang pada pekan ini. ”Apakah kami masih ada dalam persaingan? Saya tidak tahu, tetapi sejak Piala Dunia Antarklub, saya optimistis dengan apa yang bisa dilakukan tim ini,” pungkas Guardiola. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase