Dalam kejuaraan keenam setelah ”comeback”, Anthony Sinisuka Ginting akhirnya meraih kemenangan. Anthony melaju ke babak kedua turnamen Korea Terbuka.
24 Sep 2025 10:42 WIB · Olahraga
SUWON, RABU — Delapan bulan setelah memenangi babak pertama turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka, Anthony Sinisuka Ginting merasakan kembali momen kemenangan. Meski baru babak pertama yang dilewati di Korea Terbuka, Anthony telah menunjukkan kesabaran dalam berproses.
Kemenangan itu didapat di Suwon Gymnasium, Suwon, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025). Anthony mengalahkan pemain Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor 21-17, 21-17 dan akan berhadapan dengan Kenta Nishimoto pada babak kedua.
Itu menjadi kemenangan pertama Anthony setelah comeback dari cedera. Atlet tunggal putra berusia 28 tahun itu mengalami cedera bahu kanan yang membuatnya absen dari turnamen sejak Januari hingga Juli. Pada awal 2025, dia hanya tampil di Malaysia Terbuka dan kalah dari Kunlavut Vitidsarn pada babak kedua.
Setelah menjalani pengobatan dan pemulihan yang panjang, Anthony kembali ke turnamen saat digelar Jepang Terbuka, 15-20 Juli. Dia kalah dari Kodai Naraoka 13-21,19-21 pada babak pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/ba2bd6fcd950c5ad319e6ae56e943d33-Ginting3_R32_KoreaOpen2025_PBSI_20250924.jpg)
Memanfaatkan hak untuk tampil dalam turnamen besar dengan ranking sebelum absen dari turnamen karena cedera (protected ranking), Anthony melanjutkan perjalanan ke China Terbuka, Kejuaraan Dunia di Perancis, Hong Kong Terbuka, dan China Masters.
Semua penampilannya berakhir pada babak pertama, tetapi setiap pertandingan yang berlangsung tiga gim setidaknya memperlihatkan upaya keras Anthony untuk menang. Seperti pernah diceritakan pelatih tunggal putra pelatnas Indra Widjaja, tekad Anthony untuk kembali ke persaingan diperlihatkan dari proses pemulihan dan latihan yang dijalani dengan disiplin. Diiringi dengan kondisi yang kian pulih, Indra pun menaruh harapan besar pada Anthony.
Setelah beradaptasi dengan suasana kompetisi dan belajar lagi mengatasi tekanan dalam pertandingan, Anthony bisa merasakan kembali kemenangan. Korea Terbuka, yang berlevel BWF World Tour Super 500, adalah kejuaraan keenam yang diikuti setelah comeback.
Saat melawan Tanaka, Anthony memperlihatkan lagi ciri khas permainannya melalui permainan net, yaitu pukulan yang membuat kok bergulir tipis di net dan dilanjutkan dengan kecepatan dalam melakukan smes silang. Tanaka pun sering kesulitan menghadapi serangan seperti ini.
Meski demikian, Anthony masih tak lepas dari unforced error yang membuat lawan mendapat poin dengan mudah. Pada posisi match point 20-13, Anthony membuat kesalahan secara beruntun hingga Tanaka bisa mendekat meski tak sampai menyalipnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/e061945ab0a7518c1249498848098df5-Ginting7_R32_KoreaOpen2025_PBSI_20250924.jpg)
”Puji Tuhan, sangat bersyukur dengan hasil hari ini, terutama karena saya bisa melewati masa yang kurang enak atau sulit di lapangan. Dalam pertandingan, dengan dibantu pelatih, saya tidak banyak berpikir hal lain, hanya fokus pada apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Itu yang coba terus diyakinkan,” tutur Anthony.
Pada babak kedua yang akan berlangsung Kamis (25/9/2025), Anthony harus berusaha mengurangi kesalahan. Apalagi, Nishimoto adalah pemain yang lebih berpengalaman dibandingkan Tanaka. Anthony unggul 8-5, tetapi Nishimoto menang dalam dua pertemuan terakhir, yaitu pada babak pertama Indonesia Terbuka dan Denmark Terbuka 2024.
Langkah Anthony ke babak kedua diikuti mantan rekan latihannya di pelatnas, Jonatan Christie. Jonatan, yang tampil sebagai pemain independen sejak Juni, mengalahkan Ng Ka Long Angus 21-11, 21-21-17.
Meskipun bertekad ingin tetap berprestasi saat berlatih di luar pelatnas, Jonatan belum mendapat hasil yang baik. Perjalanan terjauhnya dalam empat bulan terakhir adalah ketika mencapai perempat final Kejuaraan Dunia. Adapun pada empat turnamen lain sebelum Korea Terbuka, dia tersingkir pada babak pertama atau kedua.
Tunggal putra Indonesia lainnya yang akan menjalani babak pertama, Rabu, adalah Alwi Farhan dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Alwi akan melawan Leong Jun Hao, sedangkan Chico, yang bermain sejak babak kualifikasi, akan berhadapan dengan Prannoy H.S.
Pada nomor lain, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil memulai penampilan skuad ganda campuran ”Merah Putih”. Namun, penampilan mereka hanya berlangsung 33 menit karena kalah dari unggulan kelima asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, 9-21, 20-22.
Adnan/Indah tak bisa tampil konsisten ketika harus bertanding dalam dua turnamen beruntun atau lebih. Penampilan mereka dalam Tur Asia pada September dimulai dengan semifinal Hong Kong Terbuka dengan mengalahkan dua pasangan peringkat sepuluh besar dunia, yaitu Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dan Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet. Namun, setelah itu, Adnan/Indah tersingkir pada babak pertama China Masters dan Korea Terbuka.
Pada nomor ini, Indonesia pun berharap kepada Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan