Setelah China Masters, Fajar/Fikri tampil di Korea Terbuka. Meski level turnamen lebih rendah, tantangan tak akan kalah sulit.
23 Sep 2025 20:31 WIB · Olahraga
SUWON, SELASA — Hasil terbaik semifinal yang didapat skuad ganda putra Indonesia dalam turnamen China Masters tak sesuai harapan. Tantangan baru dijalani dalam turnamen Korea Terbuka, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Duet Fajar/Fikri akan tampil pada turnamen keempat setelah debut di Jepang Terbuka pada Juli. Dalam tiga turnamen sebelumnya, mereka mencapai perempat final Jepang Terbuka, menjuarai China Terbuka, dan lolos hingga semifinal China Masters.
Korea Terbuka, yang berlangsung di Suwon Gymnasium, 23-28 September 2025, adalah turnamen berlevel Super 500, lebih rendah daripada tiga turnamen lain yang diikuti Fajar/Fikri. Meski demikian, tantangan bukan berarti lebih mudah, termasuk saat menjalani babak pertama dan babak kedua yang akan dijalani pada Kamis (25/9/2025).
Fajar/Fikri akan berhadapan dengan pasangan Jepang, Kenya Mitsuhashi/Hiroki Okamura, setelah mengalahkan Nur Mohd Azriyn Ayub Azrin/Tan Wee Kiong, 21-18, 21-12, di babak pertama. Prestasi Mitsuhashi/Okamura, pemilik dua gelar juara turamen Super 100, tak setinggi Fajar dan Fikri yang memiliki gelar dari turnamen Super 1000.
Namun, seperti dikatakan Fikri, dia tak boleh lengah melawan pasangan peringkat ke-34 dunia itu. Seperti pemain-pemain Jepang pada umumnya, Mitsuhashi/Okamura adalah pemain yang ulet sehingga memerlukan kerja ekstrakeras untuk menembus pertahanan mereka.
Penyesuaiannya belum maksimal, saya masih agak kesulitan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/23/d67ad4a55a715fe69239f4c80eefa103-FajarFikri3_R32_KoreaOpen2025_PBSI_20250923.jpg)
Cara bermain seperti itu membawa mereka pada kemenangan atas unggulan kedua asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, 18-21, 21-18, 21-18 pada babak awal. Maka, Fikri pun akan mewaspadai Mitsuhashi/Okamura yang akan memiliki kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024.
Alarm waspada patut dinyalakan karena Fajar/Fikri menilai, mereka belum tampil maksimal pada babak pertama. Laju kok yang lebih kencang ketimbang yang digunakan di China Masters membuat mereka masih memerlukan adaptasi untuk bisa mengontrolnya. ”Penyesuaiannya belum maksimal, saya masih agak kesulitan,” kata Fajar.
Selain adaptasi pada semua kondisi di lapangan, persaingan terbuka ganda putra menjadi faktor lain yang harus membuat Fajar/Fikri waspada terhadap pemain dengan prestasi di bawah mereka. Babak pertama pada hari pertama turnamen diwarnai tersingkirnya dua unggulan lain selain Liang/Wang.
Unggulan keenam, Kang Min-hyuk/Ki dong-ju, kalah dari Sun Wen Jun/Zeng Wei Han 22-24, 21-14, 19-21. Pada pertandingan lain, Huang Di/Liu Yang (7) dikalahkan Kim Gi-jung/Kim Sa-rang 22-24, 19-21.
Pasangan Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, sebenarnya memiliki peluang menyingkirkan unggulan pada babak pertama saat melawan Takuro Hoki/Yugo Kobayasahi (4). Rian/Yeremia selalu unggul lebih dulu pada setiap gim, salah satunya 14-7 pada gim pertama, tetapi akhirnya kalah 19-21, 15-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/23/dbf86ca057fdbaafa6be72ed061a1141-FajarFikri4_R32_KoreaOpen2025_PBSI_20250923.jpg)
Hasil tersebut sama seperti yang mereka dapat di China Masters ketika dikalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada babak pertama. Di Korea, Rian/Yeremia bahkan tampil lebih buruk daripada ketika bisa bermain tiga gim dengan skor ketat melawan Goh/Izzuddin.
Rian/Yeremia pun tak bisa memenuhi harapan pelatih ganda putra pelatnas Antonius Budi Ariantho berdasarkan hasil evaluasi skuad ganda putra Indonesia di China Masters. Antonius berharap pemain Indonesia bisa mengurangi kesalahan dan lebih fokus saat menghadapi momen penting.
Selain Fajar/Fikri yang sudah lolos ke babak kedua, tugas itu harus dijalankan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang akan menjalani babak pertama, Rabu. Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan kedelapan itu akan melawan Lee Jong-min/Wang Chan.
Pemain Indonesia lainnya yang akan memulai penampilan pada Rabu di antaranya Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, dan skuad ganda campuran.
Tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, mendapat pengalaman dan pelajaran dari kekalahan pada dua turnamen yang diikuti di Asia pada September. Semifinalis Kejuaraan Dunia Yunior 2024 itu tersisih pada kualifikasi Korea Terbuka dan Hong Kong Terbuka, dua pekan sebelumnya.
Dua turnamen tersebut adalah level tertinggi yang diikuti Zaki pada tahun pertamanya di turnamen BWF World Tour. Sebelumnya, atlet berusia 18 tahun itu bermain di turnamen Super 300 sebagai level tertinggi dengan hasil terbaik perempat final Taiwan Terbuka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/21/da6b31f8167a31d6f1fe77eb08802a35-WhatsApp_Image_2025_07_21_at_16.36.06.jpeg)
”Senang bisa mendapat kesempatan bermain di turnamen Super 500 walau hasilnya belum sesuai yang diinginkan. Dari Hong Kong dan Korea Terbuka, saya mengambil banyak pelajaran. Kalau sudah bermain pada level tinggi, pikiran dan mentalnya harus kuat. Lengah sedikit langsung banyak hilang poin,” kata Zaki setelah dikalahkan sesama pemain Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, 16-21, 21-13, 21-23, pada perempat final kualifikasi.
Chico tampil di Korea Terbuka setelah menjuarai Indonesia Masters Super 100 di Riau, 16-21 September. Dia menjadi wakil tunggal putra Indonesia bersama Anthony, Alwi, dan Jonatan Christie.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Retma Wati