Fajar/Rian seolah menggapai langit dengan menjuarai Kumamoto Masters, lalu jatuh ke bumi dengan tersingkir di babak awal China Masters. Semua terjadi dalam hitungan hari.
21 Nov 2024 22:43 WIB · Olahraga
SHENZHEN, KAMIS — Nasib berbeda bak bumi dan langit dijalani ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, hanya dalam hitungan hari. Setelah mengakhiri puasa gelar selama delapan bulan dengan menjuarai Kumamoto Masters 2024 pada Minggu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto justru tersingkir pada babak awal China Masters 2024, empat hari kemudian.
Alih-alih meneruskan tren positif di Kumamoto Masters 2024, Fajar/Rian yang merupakan unggulan keempat harus pulang lebih cepat setelah kalah dari wakil Korea Selatan, Jin Yong/Seo Seung-jae. Pada pertandingan babak kedua di Shenzhen, China, Kamis (21/11/2024) malam, Fajar/Rian takluk 20-22, 7-21 dari pasangan yang baru bermain bersama di Kumamoto Masters tersebut.
Alhasil, Fajar/Rian menyusul tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, yang juga kalah pada babak kedua. Chico takluk dari unggulan pertama sekaligus pemain nomor satu dunia, Shi Yu Qi (China), dengan skor 18-21, 10-21. Sementara empat wakil Indonesia lainnya sukses melaju ke babak perempat final.
Kekalahan Fajar/Rian tak lepas dari ketidakmampuan mereka keluar dari tekanan. Padahal, pada gim pertama, mereka memiliki peluang menang setelah berhasil menguasai permainan lewat inisiatif serangan. Kendati lawan terus mengejar, Fajar/Rian mampu menjaga keunggulan, setidaknya sampai mereka meraih game point lebih dulu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/21/39da4488-7cdf-4b24-aa33-05d00efd13e8_jpeg.jpg)
Namun, Jin/Seo justru mampu membalikkan keadaan lewat kesabaran dalam menyerang dan pertahanan yang rapat. Jin/Seo tak hanya merebut gim pertama, tetapi juga kian percaya diri saat menjalani gim kedua. Mereka bahkan bisa mencetak 10 poin beruntun pada awal gim kedua ketika Fajar/Rian tampak buntu.
”Lawan bermain sangat rapat, sangat solid, tidak gampang mati, dan tidak melakukan kesalahan sendiri. Sebaliknya, kami terlalu terburu-buru ingin menambah poin malah jadi bumerang,” tutur Fajar soal evaluasi permainannya.
Rian menambahkan, kondisi mereka sebenarnya tengah menurun, terutama dari segi fokus dalam permainan. Setelah juara di Kumamoto, tutur Rian, mereka belum bisa pulih maksimal karena belum cukup istirahat.
Meski demikian, mereka akan menyiapkan diri dengan baik untuk Final BWF World Tour yang akan dihelat di Hangzhou, China, pada 11-15 Desember 2024. Ajang ini merupakan turnamen penutup tahun yang hanya diikuti oleh delapan wakil terbaik dari setiap nomor.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/21/cf20ef97-12b1-4227-8444-6724fe535be2_jpeg.jpg)
Dengan kekalahan Fajar/Rian, ganda putra Indonesia yang tersisa di China Masters 2024 hanyalah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Ganda Indonesia yang tak berstatus unggulan itu mampu membuat kejutan dengan mengalahkan pasangan nomor satu dunia, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 21-10, 21-16.
Adapun tiga wakil Indonesia yang menjadi unggulan membuktikan status itu bukan hanya catatan di atas kertas. Jonatan Christie, misalnya, mampu menuntaskan laga dengan kemenangan 21-8, 21-19 atas Lu Guang Zhu (China). Kemenangan itu membalas kekalahan pada dua pertemuan terakhir tahun ini.
Rekor dua kali kalah dari tiga pertemuan sebelumnya dengan Lu Guang Zhu itu membayangi Jonatan meskipun datang dengan status unggulan keenam di China Masters. Kemenangan sebelumnya Jonatan atas Lu dicapai lima tahun lalu pada pertemuan pertama mereka di Australia Terbuka 2019.
”Di gim kedua tadi belajar dari pengalaman sebelumnya, saat sudah unggul dan mulai terkejar, jangan sampai turun fokusnya, berpikir ’ayo ini poin genting, poin penting, jangan kendur’’,” ucap Jonatan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/21/03425ce8-48b3-42a5-aa67-9fd8fd7a4a21_jpg.jpg)
Pada turnamen sebelum China Masters, Kumamoto Masters, Jonatan menelan kekalahan menyakitkan setelah sempat unggul. Dia disingkirkan pemain Malaysia, Leong Jun Hao, pada babak semifinal setelah unggul 17-10 pada gim ketiga.
Dalam kondisi Jonatan yang unggul itu, kebugaran Leong tengah menurun. Namun, Jonatan justru bermain lebih pasif, alih-alih melakukan spekulasi dengan mempercepat tempo permainan untuk menyerang.
Pada perempat final, Jumat (22/11/2024), Jonatan akan bertemu wakil tuan rumah lagi, Lei Lan Xi. Dalam dua pertemuan sebelumnya yang berlangsung tahun ini, Jonatan dan Lei berbagi kemenangan.
Unggulan turnamen yang juga meraih kemenangan ialah ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (8). Mereka mengalahkan wakil Jepang, Konona Ishikawa/Mio Konegawa, lewat laga ketat yang berakhir dengan skor 21-19, 21-19.
Kemenangan juga dipersembahkan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (6). Mereka menang atas wakil Denmark, Jesper Toft/Amalie Magelund, dengan skor 21-15, 21-11.
Selanjutnya, Dejan/Glo akan menghadapi Tang Chun/Man Tse Ying Suet (Taiwan). Sementara Ana/Tiwi bakal bertemu unggulan ketiga, yakni Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang).
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus Harjono