BAHAN BAKAR

Antrean Panjang BBM di Makassar, Warga Rela Tak Tidur demi Dapatkan Solar

Meski harga BBM tidak naik, sebagian warga Makassar tetap berburu bahan bakar karena waswas kehabisan stok bahan bakar.

01 Apr 2026 12:21 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Oleh Saiful Rijal Yunus

Sejumlah warga, pengemudi angkutan, bersiasat demi mendapatkan bahan bakar di tengah antrean yang mengular. Mereka tidak tidur hingga menunggu dini hari demi kendaraan terisi BBM. Hal itu tetap mereka lakukan meski pemerintah menjamin ketersediaan pasokannya.

Sebelum pukul 07.00 Wita, Aldo (37) telah berada di barisan terdepan antrean di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan. Sopir salah satu angkutan bus antarkota ini menunggu ketersediaan solar yang kosong sejak malam hingga Rabu (1/4/2026) pagi.

”Tiba di Makassar tadi subuh, habis kasih turun penumpang langsung ke SPBU,” ujarnya.

Selama perjalanan dari Palopo ke Makassar, semua SPBU mengalami lonjakan pembeli. Kendaraan mengular panjang. Meski BBM-nya mulai menipis, ia tetap melajukan kendaraan hingga Makassar.

Tanpa sempat tidur, ia segera ke SPBU mengambil antrean. Ganti pakaian, tidur, dan mandi, bahkan belum sempat ia lakukan.

Mobil penyalur BBM milik Pertamina tiba di salah satu SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026). Meski tidak mengalami kenaikan, antrean kendaraan membeli BBM tetap mengular di wilayah ini.

Hal itu berbeda dibandingkan hari normal sebelumnya. Biasanya, setelah tiba, ia dan rekannya lalu mencuci mobil. Setelah kelar, ia tidur hingga tengah hari. Setelah siap, ia baru ke SPBU untuk membeli bahan bakar. Sore harinya, ia baru akan berangkat kembali.

”Kalau tidak begini tidak bisa dapat solar. Kemarin teman banyak yang terpaksa tidak jalan,” tambahnya.

Lain lagi dengan Darwin (41). Pengemudi angkutan antarkota ini bisa bernapas lega. Ia telah mengisi penuh kendaraan minibus miliknya dengan bahan bakar Pertalite. Ayah tiga anak ini berencana menjemput penumpang ke Kabupaten Sidrap.

Padahal, sebelumnya, ia waswas melihat antrean kendaraan. Sepanjang jalan, semua SPBU penuh antrean. Ia menjalankan kendaraan dengan mode irit agar menghemat bahan bakar.

Seorang sopir bus antar kota dan provinsi menunggu ketersediaan stok bahan bakar pertalite di salah satu SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026). Meski tidak mengalami kenaikan, antrean kendaraan membeli BBM tetap mengular di wilayah ini.

”Saya sengaja tengah malam keliling SPBU. Pas di Jalan Perintis Kemerdekaan (Makassar), ada yang buka dan antrean tidak terlalu panjang. Alhamdulillah bisa dapat,” ceritanya.

Situasi ini, ia melanjutkan, membuatnya harap-harap cemas. Meski harga BBM tidak jadi dinaikkan pemerintah, masyarakat telah ketakutan dan membeli secara besar-besaran.

Belum lagi, persoalan pembelian dengan jeriken atau kendaraan dengan tangki modifikasi. Para pelangsir tersebut membuat stok bahan bakar di SPBU cepat habis dan tidak didapatkan oleh yang berhak.

Hal itu seharusnya menjadi perhatian penuh pemerintah. Pengawasan SPBU, Pertamina, dan aparat menjadi keharusan di tengah situasi yang tidak menentu.

”Kalau ada yang didapat langsung tangkap saja. Di daerah banyak sekali pelangsir BBM, tapi tidak pernah ditindak,” ungkap Darwin.

Seorang sopir bus antar kota dan provinsi menunggu ketersediaan stok bahan bakar pertalite di salah satu SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026). Meski tidak mengalami kenaikan, antrean kendaraan membeli BBM tetap mengular di wilayah ini.

Sementara itu, Wawan (38), warga Makassar lainnya, telah mengisi penuh tangki kendaraan miliknya sejak beberapa hari lalu. Saat itu, isu kenaikan harga mulai mencuat. Sebelum rumor tersebut kian meluas, ia mengisi penuh bahan bakar untuk mobil dan motornya.

Hanya saja, ia waswas situasi ini kian tidak terkendali. Antrean kendaraan akan terus tinggi dan masyarakat panik membeli bahan bakar. ”Menurutku, harus ada kepastian biar kita tenang. Sama pelangsir itu tidak diberi ampun,” kata wiraswasta ini.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto memastikan kondisi stok BBM di wilayah Sulawesi berada dalam kondisi aman dan terus dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penguatan suplai dan pemantauan distribusi dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah operasional.

Seorang warga menunggu informasi ketersediaan stok bahan bakar pertalite di salah satu SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026). Meski tidak mengalami kenaikan, antrean kendaraan membeli BBM tetap mengular di wilayah ini.

”Pertamina memastikan ketersediaan BBM di wilayah Sulawesi tetap terjaga dengan baik. Distribusi terus berjalan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan sehingga masyarakat dapat mengakses energi secara optimal,” ujar Lilik.

Ia menambahkan, Pertamina terus mengawasi intensif serta berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pemerintah telah menetapkan tidak adanya kenaikan harga BBM. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan mengubah harga subsidi dan penugasan untuk BBM, baik bensin maupun solar, meski dinamika harga minyak dunia masih berlangsung.

Saat ini, harga Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp 10.000 per liter dan solar subsidi (Biosolar) Rp 6.800 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2016). Hadir dalam rapat itu antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani.

Kebijakan ini, menurut dia, merupakan komitmen Presiden untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan eksternal, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga energi.

Adapun untuk BBM nonsubsidi, Bahlil mengatakan, pemerintah masih membahasnya dengan Pertamina dan pengelola SPBU swasta. Hingga konferensi pers berlangsung, harga BBM nonsubsidi juga disebut belum berubah.

Senior Policy Advisor International Institute for Sustainable Development (IISD) Anissa Suharsono dalam keterangannya kepada Kompas menilai keputusan pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi, sementara menaikkan harga BBM nonsubsidi memang bisa meredam tekanan politik dan sosial.

Namun, hal itu hanya untuk jangka pendek dan tidak menyelesaikan akar masalah fiskalnya. Selama harga BBM subsidi tetap ditekan di bawah harga pasar global, APBN akan terus rentan terhadap gejolak harga minyak dunia.

Sopir bus dan truk antar kota dan provinsi menunggu ketersediaan stok bahan bakar pertalite di salah satu SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026). Meski tidak mengalami kenaikan, antrean kendaraan membeli BBM tetap mengular di wilayah ini.

”Dengan besarnya subsidi energi yang sudah hampir menyamai total defisit APBN, kebijakan ini sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Semakin lama harga BBM subsidi ditahan tidak naik, semakin berat penyesuaian yang harus dihadapi nantinya,” tutur Anissa.

Pemerintah, menurut dia, perlu membuat peta jalan yang jelas tentang kapan dan bagaimana harga BBM subsidi akan disesuaikan. Kemudian, pemerintah harus memikirkan bagaimana bantuan akan dibuat lebih tepat sasaran untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan menghindari kenaikan harga yang lebih tinggi di kemudian hari (Kompas, 31/3/2026).

Di tengah kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga, warga masih berkutat dan bersiasat mendapatkan bahan bakar. Rasa waswas, susah tidur, dan khawatir terus menggelayut. Apakah besok mereka bisa membeli BBM dengan murah untuk mencari penghidupan lebih layak?


Kerabat Kerja

Penulis:

Saiful Rijal Yunus
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji