Naomi Osaka memiliki motivasi dan harapan besar di dunia tenis profesional. Dia belum ingin berhenti karena menyukai atmosfer kompetisi.
29 Des 2024 15:47 WIB · Olahraga
AUCKLAND, MINGGU — Hasil yang tak sesuai harapan pada musim kompetisi tenis 2024 menyakitkan bagi Naomi Osaka. Ini membuat antusiasmenya semakin tinggi untuk bersaing pada 2025 dengan dampingan pelatih baru.
Osaka, mantan tunggal putri nomor satu dunia asal Jepang, kembali ke persaingan tenis profesional pada Januari 2024 setelah melahirkan anak pertamanya, Shai, Juli 2023. Dia menepi dari turnamen selama 15 bulan sejak Oktober 2022.
Saya berusaha sangat keras dibandingkan dengan yang pernah saya lakukan dan sangat menyakitkan ketika hasilnya tak sesuai harapan.
Antusiasme kembali bertanding setelah menjadi ibu diwujudkan dengan latihan hanya berselang sekitar 15 hari setelah melahirkan. Dia berjuang keras menyesuaikan kondisi tubuhnya setelah melahirkan dengan standar untuk bersaing di arena profesional.
Di lapangan pertandingan, hasil yang didapat ternyata tak sesuai harapan. Petenis berusia 27 tahun itu mendapat hasil terbaik dengan menembus perempat final WTA 1000 Qatar serta babak keempat WTA 1000 Roma dan Beijing. Adapun di panggung Grand Slam, dia hanya bertahan hingga babak kedua dalam tiga turnamen dan tersingkir pada babak pertama Australia Terbuka.
”Saya berusaha sangat keras dibandingkan dengan yang pernah saya lakukan dan sangat menyakitkan ketika hasilnya tak sesuai harapan. Akan tetapi, perjalanan pada 2024 membuat saya rendah hati dan semakin dewasa,” ujar Osaka di Auckland, Selandia Baru, Minggu (29/12/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/bfd1ffb4f7f283c9a004f2c79fe833e1-New_Zealand_Tennis_126404375.jpg)
Dia berada di Selandia Baru untuk mengikuti WTA 250 Auckland, 30 Desember 2024-5 Januari 2025. Turnamen ini menjadi bagian dari persiapannya untuk tampil di ajang Grand Slam Australia Terbuka, 12-26 Januari 2025. Turnamen di Melbourne Park itu dijuarainya pada 2019 dan 2021, menambah gelar dari Grand Slam lainnya, Amerika Serikat Terbuka 2018 dan 2020.
Beberapa performa yang baik pada 2024, seperti di Roma, dan saat kalah tiga set dari Iga Swaitek pada babak kedua Perancis Terbuka membuatnya semakin antusias untuk melanjutkan perjalanan di panggung profesional. Apalagi, bersama Patrick Mouratoglou, sebagai pelatihnya sejak September, dia baru bertanding di WTA Beijing. Dia mundur saat melawan Cori Gauff pada babak keempat karena cedera punggung.
Bersama pelatih yang mendampingi Serena Williams pada 2012-2022 tersebut, Osaka mendapat pelajaran baru setiap hari. ”Itu membuat saya bertahan di tenis, apalagi saya pun sangat kompetitif. Saya senang ketika memenangi pertandingan, ketika menjuarai turnamen, dan saat melawan petenis terbaik dunia untuk melihat apa yang bisa saya capai. Jika saya tak bisa mencapai target tertentu, mungkin saya tak akan bermain,” ujar petenis yang bersaing di arena profesional sejak 2013 tersebut.
Renjananya pada dunia tenis semakin terasa ketika dia beristirahat dari turnamen dan memberikan waktu untuk membesarkan putrinya. Salah satu keinginannya adalah menjadi sosok yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi Shai.
Perjalanannya pada 2025 akan dimulai dengan melawan pemain Israel ranking ke-221 dunia, Lina Glushko, pada babak pertama WTA 250 Auckland. Lawan berat Osaka, yang ditempatkan sebagia unggulan ketujuh, seharusnya baru ditemui pada perempat final, yaitu unggulan kedua, Elise Merten.
Di Auckland, Osaka menjadi petenis yang paling berpengalaman dalam menjuarai ajang besar dibandingkan dengan 31 peserta lain pada babak utama. Dia adalah juara Grand Slam dengan jumlah terbanyak, yaitu empat. Adapun tiga petenis lain mempunyai satu gelar dari turnamen dengan level tertinggi tersebut, yaitu Sofia Kenin, Sloane Stephens, dan Emma Raducanu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/30/fc8a6766-a7e3-4349-9250-4c92721533e6.jpg)
Pemilik lima gelar juara tunggal putri Grand Slam, Swiatek, akan memulai penampilan musim kompetisi 2025 saat Polandia melawan Norwegia pada penyisihan Grup B Piala United di Sydney, Australia, Senin (30/12/2024). Dalam jadwal, Swiatek akan tampil pada partai pertama melawan Malene Helgo diikuti laga tunggal putra antara Hubert Kurkacz (Polandia) dan Casper Ruud. Setelah itu, pertemuan kedua tim diakhiri dengan laga ganda campuran dengan formasi yang akan ditentukan pada hari pertandingan.
Piala United adalah kejuaraan beregu campuran yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2023. Fase penyisihan, yang diikuti 18 tim dalam enam grup, berlangsung di Sydney dan Perth dalam format round robin.
Setelah itu, enam tim juara grup ditambah dua runner up terbaik akan bersaing pada perempat final. Semifinal dan final akan berlangsung di Sydney.
Untuk membuka peluang menjadi juara grup, Polandia harus mengalahkan Norwegia yang mengandalkan tunggal putra sebagai kekuatan utama. Ini karena Ceko akan menjadi lawan yang lebih berat pada Grup B.
Ceko membuka penampilan dengan kemenangan 2-1 atas Norwegia pada Minggu. Dua kemenangan Ceko didapat dari Karolina Muchova dan duet Muchova dengan Tomas Machac. Adapun Norwegia hanya memenangi tunggal putra melalui Ruud.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/8bbb8b553e006d59db37f9f3b2c8376e-TENNIS_AUS_ATP_WTA_UNITED_126376254.jpg)
Untuk mengantarkan timnya menang pada setiap pertandingan dan menjadi juara seperti targetnya, Swiatek harus mengatasi kendala internal. Petenis ranking kedua dunia ini harus mengatasi komentar negatif terkait kasus doping yang dialami pada tahun ini.
Dia mendapat dukungan di negaranya, tetapi hal yang sama belum tentu didapat ketika tampil di negara lain. Sesama rekan seprofesi pun, bahkan, memiliki pendapat beragam.
Swiatek mendapat hasil positif doping pada tes di luar kompetisi pada Agustus. Namun, zat trimetazidine yang terdapat dalam tubuh Swiatek dinilai Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA) masuk secara tidak sengaja karena mengontaminasi obat yang digunakan untuk mempermudah tidur.
Swiatek mendapat sanksi skors sementara dari 12 September hingga 4 Oktober yang membuatnya tak bisa mengikuti Tur Asia dan menjalani sisa delapan hari setelah bermain dalam turnamen Final WTA di Arab Saudi, 2-9 November.
Sanksi tersebut dinilai banyak kalangan tak adil karena petenis lain dengan kasus serupa mendapat hukuman lebih berat. Simona Halep, misalnya, mendapat skors empat tahun pada 2022 meski akhirnya dikurangi menjadi sembilan bulan setelah mengajukan banding. Dia bertanding kembali di WTA Miami 2024 dan mendapat wildcard untuk Australia Terbuka 2025. Akan tetapi, petenis Romania itu batal bertanding di Melbourne Park karena cedera lutut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/1752535f7e29284dd935da88d82c56bb-TENNIS_AUS_ATP_WTA_UNITED_126376376.jpg)
”Orang-orang Polandia sangat mendukung saya. Akan tetapi, setelah kasus saya dirilis, saya sangat takut akan banyak orang yang menyerang saya. Tentu banyak komentar negatif juga dan itu tidak bisa saya hindari. Jadi, saya pun harus menerimanya karena hal-hal seperti itu akan selalu ada dalam kehidupan,” ujar Swiatek.
(AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata