Swiatek Tiba di Sydney, Tenis Musim 2025 Segera Berlangsung

Musim kompetisi 2025 bagi petenis profesional akan dimulai menjelang akhir 2024. Mereka berkumpul di Australia untuk menjalani berbagai turnamen.

24 Des 2024 10:25 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

SYDNEY, SENIN — Petenis top dunia telah berdatangan di Australia, termasuk Iga Swiatek. Tunggal putri ranking kedua dunia itu akan tampil dalam kejuaraan beregu Piala United sebagai persiapan untuk bersaing di Grand Slam Australia Terbuka.

Swiatek tiba di Sydney, Australia, Senin (23/12/2024). Seperti pada musim kompetisi 2024, dia memulai perjalanan 2025 dengan tampil dalam Piala United untuk membela Polandia. Setahun lalu, Swiatek bergabung bersama empat petenis lain, salah satunya Hubert Hurkacz, dan mengantarkan Polandia hingga ke final sebelum dikalahkan Jerman.

Piala United adalah kejuaraan beregu campuran yang diselenggarakan di Australia setiap awal tahun sejak 2023. Untuk musim kompetisi 2025, ajang ini diselenggarakan pada 27 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Pesertanya adalah 18 tim yang memulai persaingan dalam enam grup pada fase penyisihan dengan format round robin. Juara setiap grup ditambah dua runner-up terbaik akan tampil di perempat final. Babak penyisihan hingga perempat final diselenggarakan di Perth dan Sydney, setelah itu semifinal dan final berlangsung di Sydney. Setiap pertandingan terdiri atas tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran.

Lima tim peserta ditentukan berdasarkan petenis tunggal putra dengan ranking dunia terbaik di negara masing-masing. Lima tim lain dari tunggal putri dengan peringkat dunia terbaik, sedangkan delapan tim lain berdasarkan kombinasi ranking tunggal putra dan putri terbaik.

Poland's Iga Swiatek returns the ball against Italy's Jasmine Paolini during the Billie Jean King Cup semi-final tennis match at Martin Carpena Sports Hall in Malaga, southern Spain, on Monday, Nov. 18, 2024. (AP Photo/Manu Fernandez)

Swiatek akan kembali bergabung dengan Hurkacz. Petenis lain di Tim Polandia yang menjadi unggulan kedua adalah Kamil Majchrzak, Maja Chwalinska, Jan Zielinski, dan Alicja Rosolska di bawah pimpinan kapten Mateusz Terczynski.

Polandia berada di bawah Amerika Serikat yang ditempatkan sebagai ungguan teratas. AS diperkuat tunggal putra dan putri ranking sepuluh besar dunia, yaitu Taylor Fritz (4) dan Cori Gauff (3). Petenis lain di tim ini adalah Danielle Collins, yang memundurkan pensiunnya dari akhir 2024 menjadi 2025, Denis Kudla, Robert Galloway, dan Desirae Krawczyk.

Tim kuat lain adalah Yunani, sebagai unggulan ketiga, yang mengandalkan Stefanos Tsitsipas dan Maria Sakkari. Adapun juara bertahan, Jerman, diperkuat Alexander Zverev dan Laura Siegemund.

Swiatek bertekad membawa Polandia juara pada tahun ini setelah kalah pada langkah akhir, setahun lalu. Padahal, dia selalu menyumbangkan kemenangan pada lima pertandingan, sejak penyisihan grup hingga final.

”Tahun lalu, kami sudah sangat dekat untuk juara, setelah Hubie (Hurkacz) mendapat match point. Kami mendapat kesempatan lain pada tahun ini dan semoga bisa melangkah lagi ke fase terakhir, berjuang untuk menang. Apalagi, tim kami luar biasa,” tutur Swiatek dalam laman resmi WTA.

Poland's Katarzyna Kawa and Iga Swiatek talk during their quarter-finals double tennis match between Poland and Czech Republic at the Billie Jean King Cup Finals at the Palacio de Deportes Jose Maria Martin Carpena in Malaga, Spain, on November 16, 2024. (Photo by JORGE GUERRERO / AFP)

Polandia bergabung bersama Norwegia dan Ceko pada grup dan akan memulai penampilan pada 30 Desember. Kedua tim akan menjadi lawan berat bagi Ceko karena Norwegia diperkuat dua kali finalis Perancis Terbuka, Casper Ruud, sementara Ceko memiliki semifinalis AS Terbuka 2023 dan 2024, Karolina Muchova, yang akan menjadi pesaing terkuat Swiatek di grup.

Selain membawa Polandia selangkah lebih baik, Swiatek memiliki motivasi lain untuk dirinya sendiri. Dia ingin bangkit bersama Wim Fisette yang menggantikan pelatih sebelumnya, Tomasz Wiktorowski, setelah AS Terbuka, pada September. Swiatek bekerja sama dengan mantan pelatih Naomi Osaka itu untuk membuat perubahan setelah stagnan selama enam bulan kedua 2024.

Seusai menjuari lima turnamen, tiga di antaranya secara beruntun di turnamen tanah liat WTA 1000 Madrid, Roma, dan Perancis Terbuka, Swiatek tak menambah gelar. Dia tersingkir pada babak ketiga Wimbledon, kalah dari Zheng Qin Wen pada semifinal Olimpiade Paris 2024 (meski akhirnya meraih perunggu), dan tersingkir pada perempat final AS Terbuka. Pada turnamen pertama bersama Fisette, yaitu Final WTA, Swiatek hanya bertahan pada penyisihan grup.

Perjalanannya pada 2024, juga, terganggu hasil positif tes doping yang dia umumkan pada 28 November. Meski demikian, petenis dengan lima gelar juara Grand Slam itu tak mendapat sanksi skors karena dinilai tidak sengaja melakukan doping. Persiapannya menghadapi kompetisi 2025 dilakukan sejak 2 Desember, diselingi liburan di Maladewa, lalu berlatih kembali di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Tempat-tempat dengan cuaca panas, seperti Abu Dhabi dan Dubai, biasanya menjadi pilihan petenis untuk latihan pramusim kompetisi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi Australia, tempat persaingan petenis top dunia berlangsung pada awal tahun.

Petenis China Zheng Qin Wen mengembalikan bola ke petenis Polandia Iga Swiatek pada semifinal tungal putri Olimpiade Paris 2024 di Roland Garros, Paris, Perancis, Kamis (1/8/2024). Zheng menang dengan skor 6-2, 7-5.

Selain Piala United, empat turnamen WTA dan ATP Tour digelar di Australia dan Hong Kong pada pekan yang sama sebagai pilihan bagi petenis lain untuk melakukan pemanasan sebelum Grand Slam Australia Terbuka, 12-26 Januari. Telah menjadi agenda rutin bagi banyak petenis profesional bahwa mereka menjalani pergantian tahun di tengah kompetisi di Australia.

”Persiapan saya cukup baik meskipun singkat. Saya berada di lapangan setiap hari dengan komitmen 100 persen. Itu yang terpenting,” katanya.

Berbeda dengan Swiatek, Zheng memilih mundur dari Piala United untuk fokus pada persiapan Australia Terbuka. ”Setelah menjalani musim yang panjang pada 2024, saya perlu waktu tambahan untuk istirahat, pemulihan, dan persiapan untuk musim baru. Saya antusias untuk kembali ke Australia dan kita akan bertemu di Melbourne dalam beberapa pekan mendatang,” ujar Zheng dalam akun media sosialnya.

Petenis China itu berkembang pesat pada 2024 setelah menjadi finalis Australia Terbuka (kalah dari Aryna Sabalenka). Pada pertengahan musim, Zheng mendapat medali emas tunggal putri Olimpiade Paris, lalu menutup persaingan dengan mencapai final turnamen Final WTA. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra